Author: indomiliter

Mengudara Bersama FA-50: Rudal Cheonryong dan Ambisi Serangan Presisi Korea Selatan

Di tengah eskalasi persaingan senjata yang kian dinamis di Asia Timur, Korea Selatan kembali mencatatkan milestone penting dalam memperkuat benteng pertahanannya. Keberhasilan uji coba penerbangan berdaya dorong (powered flight) dari rudal jelajah Cheonryong (KALCM – Korean Air-Launched Cruise Missile) menggunakan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle menandai babak baru bagi kemandirian industri militer Negeri Ginseng. (more…)

Menyingkap Tabir RQ-170 Sentinel: Drone Siluman Paling Rahasia Milik Amerika Serikat

Dunia penerbangan militer kembali dihebohkan oleh terungkapnya fakta baru mengenai salah satu aset paling misterius milik Angkatan Udara Amerika Serikat, yaitu drone siluman RQ-170 Sentinel. Dalam ajang Air & Space Forces Association Conference, Skuadron Pengintai ke-30—unit khusus yang mengoperasikan drone ini—menerima penghargaan atas keberhasilan misi rahasia mereka. Pengakuan ini sekaligus membuka tabir tentang operasional pesawat nirawak berjuluk “Beast of Kandahar” tersebut. (more…)

Northrop Grumman Uji Amunisi 50mm Raid Hunter: Jawaban Ekonomis atas Serangan Udara Masif

Raid Hunter XM913 Northrop Grumman

Di tengah tingginya ancaman serangan nirawak dan rudal di medan tempur modern, salah satu perusahaan teknologi pertahanan, kedirgantaraan, dan keamanan terbesar di dunia, Northrop Grumman terus memperkuat sistem pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense / SHORAD). Perusahaan yang berbasis di Falls Church, Virginia, Amerika Serikat ini mengumumkan keberhasilan uji coba aerobalistik untuk amunisi 50mm terbaru yang dirancang khusus bagi sistem pertahanan berbasis meriam (Gun-Based Air Defense / GBAD), Raid Hunter. (more…)

Tembus Hambatan Sinyal: Solusi Tethered Drone untuk Infanteri Angkatan Darat AS

x.com

Dalam pertempuran darat modern, unit infanteri kecil sering kali menghadap kendala teknis akibat kontur medan yang berat maupun potensi pengacakan sinyal (jamming) oleh musuh. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Angkatan Darat Amerika Serikat melangsungkan pengujian lapangan selama dua minggu di Fort Benning, Georgia, guna mengevaluasi efektivitas teknologi tethered drone (dron bertali). (more…)

Hari Ini 55 Tahun Lalu, Prototipe Ilyushin Il-76 Terbang Perdana, Pesawat Angkut Berat Nan Tangguh dari Era Kejayaan Soviet

Tak banyak yang tahu, bahwa hari ini 55 tahun lalu, bertepatan dengan 25 Maret 1971, adalan momen penerbangan perdana prototipe pesawat angkut berat bermesin jet Ilyushin Il-76. Meski debutnya telah mencapai lebih dari setengah abad, namun Il-76 dan varian turunannya dipercaya masih akan terbang cukup lama dan dlibatkan dalam operasi militer dan layanan kargo sipil, bahkan Il-76 masih terus diproduksi dengan varian yang disempurnakan. (more…)

Sempat Tertunda, Lockheed Martin Akhirnya Luncurkan Unit Perdana F-16 Viper Produksi Baru ke Taiwan

Molor setengah tahun dari jadwal sebelumnya pada September 2024, Amerika Serikat secara resmi akhirnya meluncurkan unit perdana jet tempur F-16V (Viper) yang merupakan produksi baru dari Lockheed Martin. Peluncuran unit perdana F-16 Viper dilangsungkan lewat sebuah seremoni (rollout ceremony) pada 28 Maret 2025 di fasilitas Lockheed Martin di Greenville, Carolina Selatan.

Unit yang diluncurkan adalah F-16D Block 70 (tandem seat), yang dijadwalkan akan diterima Taiwan pada akhir tahun ini. Acara tersebut menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan Taiwan untuk memodernisasi kemampuan pertahanan udaranya. F-16C/D Block 70 yang baru dikirim, juga dikenal sebagai F-16V, adalah yang pertama dari 66 jet yang diperoleh berdasarkan paket senjata bernilai miliaran dolar yang disetujui pada tahun 2019 selama pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, seluruh 66 unit F-16V diharapkan akan dikirimkan pada akhir tahun 2026. Pengadaan ini bukan sekadar peningkatan teknologi, tetapi juga memiliki signifikansi geopolitik yang mendalam, khususnya terkait ancaman militer oleh Cina.

F-16C/D Block 70, yang sering disebut sebagai iterasi paling canggih dari keluarga Fighting Falcon, dilengkapi dengan teknologi mutakhir yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan. Salah satu fitur menonjol dari F-16V adalah radar APG-83 AESA (Active Electronically Scanned Array), yang menawarkan jangkauan, pelacakan target, dan kemampuan peperangan elektronik yang jauh lebih baik. Sistem radar ini memungkinkan pesawat untuk menyerang beberapa target dalam segala kondisi cuaca dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.

Selain peningkatan radar, F-16V dilengkapi dengan komputer misi yang disempurnakan, tampilan kokpit canggih, dan perangkat peperangan elektronik yang lebih baik. Kemajuan ini memberi pilot kesadaran situasional dan efektivitas operasional yang lebih baik.

Lebih jauh lagi, rangka pesawat telah ditingkatkan secara struktural untuk memperpanjang masa pakai pesawat hingga 12.000 jam terbang, yang secara efektif meningkatkan masa pakai operasionalnya lebih dari 50% dibandingkan dengan model sebelumnya. F-16V juga dapat ditenagai oleh mesin General Electric F110-GE-129 atau Pratt & Whitney F100-PW-229, yang menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan daya dorong yang lebih besar.

Selain menanti 66 unit F-16 Viper yang dibeli dalam kondisi baru, Angkatan Udara Taiwan juga mendapatkan F-16 Viper melalui paket upgrade, yang mana ada 139 unit F-16 lawas yang di-upgrade ke standar Viper.

Program “Peace Phoenix Rising” senilai US$4,5 miliar dijalankan untuk meningkatkan 139 unit F-16 Taiwan menjadi konfigurasi F-16V (Blok 70-72) telah selesai. US Air Force Life Cycle Management Center (AFLCMF) mengumumkan pada tanggal 5 Februari 2024. Program upgrade ini memberikan F-16 Taiwan kemampuan yang setara atau lebih unggul dari sebagian besar F-16 Angkatan Udara AS. F-16 terakhir yang di-upgrade dikirim pada bulan Desember 2023.

AFLCMC menyebut program upgade besar-besaran ini melengkapi F-16 Taiwan dengan radar Active Electronically-Scanned Array (AESA) AN/APG-83 buatan Northrop Grumman, Sniper Targeting Pod, Link 16, helmet-mounted cuing dan precision GPS navigation system. Kemampuan senjata juga diringkatkan dengan upgraded modular mission computer, ethernet high speed data network dan new center cockpit pedestal display serta heavyweight landing gear (roda pendaratan). (Gilang Perdana)

Cina Kembangkan “Metal Storm”: Kanon Multi-laras untuk Cegat Rudal Hipersonik, Kecepatan Tembak 10x Lipat dari Phalanx

Dengan kecepatan tembakan yang tinggi, kanon reaksi cepat multi-laras (gatling gun) seperti Phalanx, Goalkeeper dan Norinco Type 730, diklaim mampu menetralisir serangan rudal jelajah anti kapal yang melesat di level high subsonic. Namun, apakah kanon CIWS (Close In Weapon System) tersebut sanggup untuk mencegat serangan rudal jelajah hipersonik? (more…)