NASA Bungkam, Hilangnya SR-71 Blackbird Terakhir di Edwards AFB Picu Spekulasi Proyek X-Plane Baru

Misteri menyelimuti dunia penerbangan setelah pesawat pengintai supersonik legendaris SR-71 Blackbird terakhir yang pernah diproduksi dilaporkan menghilang secara mencurigakan dari lokasi pameran terbukanya di NASA Armstrong Flight Research Center, yang berlokasi di dalam kompleks Edwards Air Force Base, California.
Pesawat bernomor ekor NASA 844 (nomor seri USAF 61-7980) tersebut sudah tidak lagi terlihat di area pameran sejak setidaknya 17 Mei 2026 berdasarkan analisis citra satelit terbaru. Laporan yang pertama kali diangkat oleh Steve Trimble dari Aviation Week mengonfirmasi bahwa jet berkecepatan tinggi ini telah dipindahkan ke dalam sebuah hanggar pada awal tahun ini untuk menjalani inspeksi, namun pihak NASA menolak memberikan rincian pasti mengenai tujuan pemindahan maupun keberadaan pesawat saat ini.
NASA 844 memegang peranan paling krusial dalam lini sejarah Blackbird karena merupakan unit SR-71A terakhir yang diproduksi oleh Lockheed serta yang terakhir kali terbang pada Oktober 1999. Dari total 32 unit SR-71 yang pernah dibuat, NASA 844 diakui sebagai varian yang paling canggih dan berada dalam kondisi perawatan terbaik.
Pesawat ini sebelumnya telah ditingkatkan dengan sistem kontrol digital penerbangan dan saluran masuk udara (inlet) otomatis guna mengeliminasi masalah engine unstart pada kecepatan tinggi. Lokasi penyimpanannya yang berada di lingkungan iklim terkontrol di Gurun Mojave juga sangat mendukung preservasi fisik pesawat yang pernah menembus rekor Mach 3,21 di ketinggian melampaui 80.000 kaki tersebut.
So here’s a fun story, back in 2019 for NASA‘s “Moon to Mars” event at Edwards/Armstrong, during a lull in the events (I think it was during lunch?) I asked (begged) NASA PAO if I could run outside and get some time photographing this exact SR-71, the heavily modified F-15 parked… https://t.co/ESgY9kRocS pic.twitter.com/18ztBDaBOy
— Jack Beyer (@thejackbeyer) September 25, 2026
Dugaan reaktivasi atau pemanfaatan kembali rangka pesawat ini kian merebak seiring dengan pernyataan penuh teka-teki dari Administrator NASA, Jared Isaacman. Dalam ajang All-In Summit di Los Angeles baru-baru ini, Isaacman memamerkan siluet pesawat misterius berwarna gelap yang sangat identik dengan SR-71 sembari mengumumkan ambisi NASA untuk merestorasi armada X-plane.
Ia menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk kembali menguji coba penerbangan pada kecepatan dan ketinggian yang melampaui capaian beberapa dekade terakhir. Sinyal serupa dilontarkan Isaacman pada ajang EAA AirVenture 2026 pada bulan Juli, di mana ia secara eksplisit menyebut masa kejayaan SR-71 sebagai rujukan program X-plane baru dan bahkan merespons pertanyaan mengenai peluang menerbangkan kembali Blackbird dengan jawaban singkat, “Itu diklasifikasikan.”
NASA SR-71 taking off from Edwards Air Force Base in California’s Mojave Desert. 1991. pic.twitter.com/Kbc26SLJpt
— nate (@refueled) September 24, 2026
Meski rumor kembalinya SR-71 ke angkasa memicu antusiasme tinggi, para pengamat kedirgantaraan menilai pemulihan operasional penuh merupakan tantangan teknis dan finansial yang sangat masif. Seluruh ekosistem pendukung SR-71 telah mati selama puluhan tahun, termasuk penghentian produksi bahan bakar khusus JP-7 dan kelangkaan suku cadang mesin Pratt & Whitney J58.
Sebagai gambaran, estimasi biaya untuk mengembalikan satu unit Blackbird ke status terbang pada era awal 2000-an saja mencapai 40 hingga 45 juta dolar AS. Namun demikian, Isaacman memiliki latar belakang kuat dalam merestorasi jet tempur veteran melalui pengalamannya mendirikan perusahaan aggressor swasta Draken International serta mengoleksi jet militer langka seperti MiG-29UB dan Panavia Tornado F2.
Lockheed A-12: Kembaran SR-71 Blackbird, Dibuat Khusus untuk Tugas Mata-mata CIA
Para pakar menyimpulkan bahwa skenario yang paling masuk akal bukanlah menerbangkan kembali NASA 844 dalam bentuk aslinya, melainkan memanfaatkannya sebagai templat riset, cetak biru aerodinamika, atau bahkan memodifikasi fisik kerangkanya untuk program X-plane generasi baru.
Pengembangan tersebut dapat mencakup konversi pesawat uji tanpa awak (uncrewed) atau pengintegrasian material komposit, avionik, dan sistem propulsi modern. Hingga saat ini, NASA hanya memberikan pernyataan resmi bahwa mereka belum memiliki informasi tambahan untuk dibagikan, meninggalkan teka-teki besar apakah hilangnya sang legenda hanyalah perawatan rutin atau awal dari lahirnya era baru penerbangan hipersonik Amerika Serikat. (Gilang Perdana)
61 Tahun D-21: Menyingkap Jejak Drone Supersonik Mach 3 yang Melampaui Zamannya


