Bukan yang Pertama, Rudal Balistik Cina Kembali Hantam Mockup Kapal Induk USS Gerald R. Ford di Gurun Taklamakan

Ambisi Beijing dalam memperkuat doktrin anti-access/area-denial (A2/AD) di kawasan Indo Pasifik terus berada pada level tertinggi. Kabar terbaru yang dihimpun dari citra satelit bertanggal 3 Juli melaporkan bahwa militer Cina kembali melakukan uji tembak rudal balistik yang menyasar target tiruan skala penuh (full-scale mock-up) dari kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, serta kapal perusak Arleigh Burke class.

Baca juga: Hari ini 65 Tahun Lalu, Meluncur Kapal Induk Nuklir Pertama di Dunia – USS Enterprise (CVN-65)

Kawah bekas hantaman (impact craters) akibat hulu ledak rudal tersebut pertama kali terdeteksi melalui citra satelit pada 29 Juni 2026. Penemuan ini mempertegas fokus berkelanjutan Beijing dalam mengasah kemampuan rudal balistik anti kapal (Anti-Ship Ballistic Missile) serta strategi carrier-denial warfare guna menangkal kehadiran gugus tempur laut sekutu jika sewaktu-waktu konflik pecah di Selat Taiwan atau Laut Cina Selatan.

Bagi pengamat militer, aksi pengeboman di fasilitas uji coba Ruoqiang, Daerah Otonom Xinjiang ini bukanlah pemandangan baru. Kompleks simulasi di tengah Gurun Taklamakan ini telah lama diidentifikasi sebagai pusat latihan penargetan strategis PLA.

Kilas balik ke akhir tahun 2024, sebuah rekaman video dari televisi nasional Cina (CCTV) sempat menghebohkan dunia internasional karena menampilkan cuplikan dramatis hancurnya mock-up kapal induk AS akibat hantaman langsung rudal berpresisi tinggi. Kala itu, kompleks sasaran tersebut diketahui telah dibangun sejak 2019, dibongkar, dan dibangun kembali secara masif lengkap dengan sistem rel (rail system) yang memungkinkan target bergerak untuk mensimulasikan dinamika kapal perang di lautan.

Jauh sebelum USS Gerald R. Ford menjadi target utama, ilmuwan militer Cina dari Rocket Force University of Engineering bahkan telah mempublikasikan cetak biru skenario kehancuran gugus tempur (Carrier Strike Group) Amerika Serikat.

Dalam simulasi terkomputerisasi mereka, sebuah serangan saturasi menggunakan kombinasi rudal balistik hipersonik terbukti mampu melumpuhkan pertahanan udara berlapis Aegis milik AS, bahkan dari jarak aman sejauh 3.000 kilometer. Keberadaan kawah-kawah baru di gurun pasir tersebut menjadi bukti konkret bahwa kalkulasi di atas kertas dan simulasi komputer tersebut terus diuji coba secara riil di lapangan.

Serang dengan Rudal Balistik, Cina Hancurkan ‘Mockup’ Kapal Induk AS di Gurun Taklamakan

Aktivitas konsisten di Gurun Taklamakan ini sekaligus menjadi pembuktian atas kesiapan arsenal rudal strategis milik Cina yang semakin matang. Beijing saat ini mengandalkan beberapa varian rudal pembunuh kapal induk yang paling ditakuti, mulai dari DF-21D “Stonefish” yang legendaris, rudal jarak menengah DF-26 yang mampu menjangkau Guam, hingga rudal balistik yang diluncurkan dari udara (Air-Launched Ballistic Missile) seperti CH-AS-X-13 yang digotong oleh pembom strategis Xian H-6N.

Melalui kemunculan kawah hantaman baru ini, Perancis, Amerika Serikat, dan kekuatan global lainnya diperlihatkan pesan deteren yang jelas, bahwa kapal induk tercanggih dan termahal sekalipun kini tidak lagi aman dari jangkauan rudal balistik presisi tinggi milik Beijing. (Gilang Perdana)

Ilmuwan Militer Cina Ungkap Rencana Hancurkan Gugus Tempur Kapal Induk AS dari Jarak 3.000 Km

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *