Inggris Ternyata Masih Simpan 42 Jet Tempur Jaguar, Sembilan Unit Dikirim ke India Guna Kanibalisme Komponen

Meskipun telah memensiunkan armada jet tempur serang SEPECAT Jaguar dari dinas aktif Angkatan Udara Inggris (RAF) hampir dua dekade lalu, Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) ternyata diam-diam masih menyimpan puluhan unit pesawat legendaris tersebut. Berdasarkan laporan dari UK Defence Journal, London saat ini masih menguasai 42 unit jet tempur Jaguar di dalam inventarisnya.
Tidak hanya itu, sembilan unit di antaranya bahkan telah dikapalkan ke India untuk digunakan sebagai sumber suku cadang (spare parts) guna mendukung armada tempur Jaguar Angkatan Udara yang kian menua namun tetap diandalkan di lini depan.
Kepastian mengenai jumlah inventaris tersembunyi ini terungkap melalui jawaban tertulis parlemen yang disampaikan pada 3 Juli 2026 oleh Luke Pollard, Menteri Kesiapan Pertahanan dan Industri Inggris. Langkah ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Ben Obese-Jecty, mengenai sisa unit varian GR1 dan T2 yang masih dimiliki pemerintah.
Data resmi ini mengonfirmasi laporan dari para pengamat pertahanan berbasis sumber terbuka (open-source trackers) serta media militer India pada pertengahan Juni 2026, yang sempat memergoki beberapa unit eks-RAF Jaguar terbungkus kain pelindung putih di sebuah pelabuhan Inggris siap untuk dikirim.
🇬🇧🇮🇳 UK has transferred nine Ex-Royal Air Force (RAF) Jaguar aircraft to the Indian Air Force (IAF).
Out of the nine aircraft transferred, five are GR1 single-seat tactical strike variant, and four are T2 two-seat trainer variant. With this, the UK Ministry of Defence is still… pic.twitter.com/qKXGCiuuA9
— DefPost (@defpostmedia) July 4, 2026
Dalam penjelasannya, Pollard merinci bahwa dari sembilan unit Jaguar yang ditransfer ke Angkatan Udara India (IAF), lima unit di antaranya merupakan varian kursi tunggal GR1 dan empat unit sisanya adalah varian kursi ganda T2. Pengiriman jet tempur ini juga dibarengi dengan pasokan lebih dari 150 kategori komponen teknis dan suku cadang cadangan. Sementara itu, dari 42 unit Jaguar yang masih tersisa di Inggris, 13 unit di antaranya terkonfirmasi sebagai varian GR1, sedangkan sisa 29 jet lainnya diprediksi kuat merupakan varian yang lebih mutakhir seperti seri GR3 dan T4.
Puluhan pesawat yang tersisa di Inggris ini sebagian besar ditempatkan di RAF Cosford oleh School of Technical Training sebagai alat instruksi darat bagi teknisi teknik RAF, sebuah peran yang membuat kondisi mekanis sistem pesawat tersebut tetap terjaga dengan sangat baik meski tidak lagi memiliki kemampuan terbang.
Langkah India menampung rongsokan jet tempur battle proven ini bukan tanpa alasan kuat. Saat ini, India merupakan satu-satunya negara di dunia yang masih mengoperasikan Jaguar secara aktif sejak memproduksinya secara lisensi melalui Hindustan Aeronautics Limited (HAL) pada awal 1980-an dan menamainya sebagai “Shamsher”.
Di bawah kedinasan IAF, armada Jaguar yang berjumlah sekitar 110 hingga 120 unit ini terbagi ke dalam enam skuadron dan memegang peran vital sebagai platform serangan penetrasi dalam (deep-penetration strike). Ketergantungan India pada jet tua ini kian krusial mengingat kekuatan skuadron tempur IAF saat ini merosot hingga hanya menyisakan 29 skuadron dari target ideal sebanyak 42 skuadron untuk menghadapi potensi konflik dua front.
Mengingat jalur produksi komponen Jaguar di seluruh dunia telah ditutup permanen, New Delhi harus menerapkan strategi kreatif demi menjaga siklus logistiknya. Sebelum menerima bantuan dari Inggris, India tercatat telah menerima 31 unit eks-Jaguar secara gratis dari Perancis pada tahun 2018, serta tambahan unit pesawat beserta mesin Rolls-Royce Adour dan ribuan suku cadang dari Oman pada tahun 2025. Seluruh pesawat pinjaman ini tidak akan diterbangkan kembali, melainkan dikanibalisasi untuk diambil komponen pentingnya seperti mesin, sistem avionik, roda pendaratan (landing gear), hingga sistem hidrolik.
SEPECAT Jaguar M (Maritime): Jet Tempur Spesialis ‘Kapal Induk’ yang Terlupakan
Paket bantuan dari Inggris yang diajukan sejak 2024 ini nantinya akan langsung dialokasikan untuk menyokong program modernisasi mutakhir bersandi DARIN-III (Display Attack Ranging Inertial Navigation). Melalui program peningkatan ini, armada Jaguar Shamsher milik India dipersenjatai dengan avionik digital baru, layar kokpit modern, serta integrasi senjata canggih yang mampu memperpanjang napas operasional mereka hingga satu dekade ke depan.
Berdasarkan cetak biru militer India, IAF baru akan mulai memensiunkan armada Jaguar secara bertahap pada tahun 2029, sementara varian tertinggi DARIN-III diproyeksikan akan terus mengudara hingga pertengahan 2030-an sampai jet tempur domestik baru seperti Tejas Mk1A siap mengambil alih peran ofensif tersebut sepenuhnya. (Gilang Perdana)
India Kembangkan ‘Update Software’ Pada Jet Tempur Mengacu Model Update Aplikasi di Smartphone


