PT PAL Resmi Luncurkan Landing Dock 603 Pesanan Filipina, Rampung dalam 6 Bulan!

Seperti halnya saat peluncuran fregat Merap Putih KRI Balaputradewa 322 pada 18 Desember 2025, maka PAL mengambil momen launching ceremony Landing Dock (LD)-603 pesanan Philippine Navy (Angkatan Laut Filipina) dihelat pada malam hari, yakni Selasa malam, 30 Juni 2026.
Seremoni yang digelar di Graving Dock Orca PT PAL Indonesia tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Flag Officer in Command (FOIC) Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan, serta jajaran pejabat tinggi pertahanan kedua negara.
Peluncuran LD-603, yakni unit pertama dari dua yang dipesan, menjadi tonggak penting dalam keberhasilan proyek ekspor strategis PT PAL Indonesia. Pembangunan lambung kapal berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan melalui implementasi Industrial Maritime 4.0 (IM4) yang mengintegrasikan digitalisasi proses produksi, peningkatan efisiensi, serta pengendalian kualitas secara menyeluruh. Penerapan teknologi canggih tersebut memungkinkan percepatan proses pembangunan tanpa mengurangi standar kualitas ketat yang dipersyaratkan oleh pelanggan internasional.
Future Landing Dock merupakan generasi terbaru kapal angkut pendarat yang dirancang untuk mendukung berbagai spektrum operasi, mulai dari operasi amfibi, pengangkutan personel dan logistik, pengamanan wilayah maritim, hingga misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR). Setelah peluncuran ini, kapal akan memasuki tahapan outfitting, harbour acceptance test, dan sea acceptance test sebelum diserahkan secara resmi kepada Philippine Navy pada tahun 2026 mendatang.

Kepercayaan Philippine Navy terhadap PT PAL Indonesia merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama erat yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade. Sebelumnya, PT PAL sukses membangun dua unit Strategic Sealift Vessel (SSV), sejumlah Landing Craft Utility (LCU), serta menyelesaikan proyek Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) BRP Tarlac-601 dengan predikat “Very Satisfactory”. Rekam jejak yang solid tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kerja sama kedua belah pihak dalam mendukung modernisasi armada Angkatan Laut Filipina.
Flag Officer in Command Philippine Navy, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, menyampaikan apresiasi mendalam atas profesionalisme PT PAL Indonesia dalam memenuhi kebutuhan armada mereka. Dirinya menegaskan bahwa kapal ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan militer Filipina dalam mengangkut personel, peralatan, dan logistik ke seluruh wilayah kepulauan.
Adopsi Desain Vard Norwegia, Chili Resmi Luncurkan Kapal Amfibi Multiguna LPD-93 Magallanes
Selain itu, LD-603 dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung operasi amfibi, operasi keamanan maritim, serta misi kemanusiaan. Keberhasilan ini disebut tidak lepas dari keahlian dan komitmen tinggi terhadap kualitas yang ditunjukkan oleh manajemen dan seluruh insan PT PAL Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Bencana Filipina, Letnan Jenderal Rommel P. Roldan, menegaskan bahwa pengadaan Landing Dock ini merupakan investasi strategis dalam memperkuat kapabilitas maritim negaranya. Setelah diserahkan dan resmi dioperasikan nanti, kapal ini akan mengoptimalkan kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam melaksanakan operasi angkutan laut militer (sealift) serta berbagai operasi strategis lainnya. (Gilang Perdana)
Mengenal LPD BAP Pisco: Varian Makassar Class Andalan Peru yang Unjuk Gigi di RIMPAC 2026


