
Belum lama berselang, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir telah menerima perangkat komunikasi multiband networking handheld Harris Falcon III dari United States Marine Corps (USMC). Dan masih di segmen yang sama, Diskomlek Korps Marinir kembali mendapat perkuatan berupa perangkat alat komunikasi (Alkom) Radio HF Manpack dan Multiband Handheld dari Thales, Perancis. (more…)

Meski sudah tergolong tua, Keberadaan radar intai Motorola SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) pada tiga unit Boeing 737 2X9 Skadron Udara 5, nyatanya masih membuat negara lain penasaran. Kabarnya pihak AU Australia (RAAF) getol mencari tahu seperti apa kemampuan SLAMMR yang sesungguhnya. Antara Indonesia dan Australia pernah menggelar Latma (Latihan Bersama) Albatros Ausindo pada 2012 di Lanud Darwin. Jika RAAF mengerahkan pesawat intai AP-3C Orion, maka dari TNI AU yang dikerahkan adalah pesawat intai strategis Boeing 737 2X9. (more…)

Di tengah situasi Surabaya yang sedang Siaga 1, rupanya ada sosok Monster Bawah Laut yang secara senyap merapat ke Dermaga Ujung, Komando Armada II. Yang dimaksud tak lain adalah KRI Ardadedali 404, kapal selam kedua dari tiga unit Nagapasa Class yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan RI. (more…)

Awal bulan Mei ini, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali menyerahkan satu unit pesawat intai maritim CN-235 220 MPA kepada TNI AU, yang kemudian akan memperkuat Skadron Udara 5. Meski penyerahan CN-235 MPA oleh PT DI kepada TNI AU dan TNI AL sudah dilakukan beberapa kali, namun ada yang menarik dari penyerahan unit terakhir CN-235 MPA untuk TNI AU, pasalnya beberapa portal media nasional menyebut bahwa CN-235 MPA keluaran PT DI yang terbaru telah dilengkapi kemampuan ASW (Anti Submarine Warfare). (more…)

Belum lama berselang, sebuah portal online nasional menyebut bahwa pesawat intai maritim CN-235 220 jika disinergikan dengan jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30, maka akan menjadi senjata penghancur kapal perang yang mematikan. Walau masih mengundang tanya besar, peryataan tersebut ada nilai kebenarannya, terutama bila dikaitkan home base Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 5 berasal dari lanud yang sama, yakni Lanud Hasanuddin di Makassar. (more…)

Nun jauh di Timur Tengah, Yordania yang dikenal sebagai salah satu negara sabahat Indonesia, punya kisah sukses tersendiri dalam pengembangan alutsista produksi dalam negeri. Berangkat dari eskalasi yang terjadi di negara tetangganya, menjadikan sosok Negeri Raja Abdullah II ini harus kreatif untuk kemandirian industri alutsista, terutama dalam menghadapi peperangan lawan tank dan kendaraan lapis baja yang suatu waktu dapat meletus di perbatasan. (more…)

Bila Anda ingat, pertengahan 2017 lalu, drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria telah melakukan unjuk kebolehan dihadapan Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar) di kawasan Barelang, Batam. Dalam beberapa pemberitaan kala itu menyebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia tertarik dan ingin menjajaki pengadaan helikopter drone intai tersebut. (more…)

Tentang rencana mundurnya Indonesia dari program KFX/IFX plus kabar adanya tekanan dari Washington pada proses pengadaan Sukhoi Su-35 Super Flanker, sempat membuat ‘kegaduhan’ dalam jagad pemerhati alutsista di Tanah Air. Dan masih terkait pengadaan alutsista, belum lama berselang ada pernyataan dari petinggi Rostec, perusahaan negara di bidang pengembangan dan ekspor komoditi teknologi tinggi Rusia, disebutkan ada kemungkinan Indonesia membeli lima unit Su-35 tambahan. (more…)

Di periode 1999-2000, hubungan Indonesia dan Australia mencapai tensi tertinggi terkait campur tangan Australia dalam jejak pendapat di Timor-Timur. Dan salah satu penggalan yang menarik dari ‘drama’ tersebut adalah terungkapnya bahwa salah satu kapal angkut yang juga berperan sebagai kapal komando, HMAS Kanimbla (L51), ternyata pernah nyaris menjadi sasaran ganasnya torpedo kapal selam TNI AL Cakra Class (Type 209/1300). (more…)

Selain mendapat perkuatan berupa armada kapal patroli dengan standar ‘KRI,’ perkuatan Lantamal (Pangkalan Utama TNI AL) dan Lanal (Pangkalan TNI AL) juga tak terlepas dari keberadaan kapal patroli di kelas KAL 28. Seperti yang terbaru, TNI AL pada 19 April 2018 telah meresmikan keberadaan KAL Pulau Menjangan dengan nomer lambung I-5-39 dan KAL Pulau Pasoso dengan nomer lambung I-6-62. (more…)