
Setelah bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya pada 30 Mei lalu, dua kapal perang TNI AL (KRI RE Martadinata 331 dan KRI Makassar 590) sebagai duta dalam Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2018, telah tiba di Pearl Harbor, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 26 Juni 2018. Sesuai rencana, latihan militer maritim terbesar ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2018. (more…)

Meski tak terpilih sebagai pengganti rudal Rapier, namun nama rudal TY-90 pernah menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk memperkuat arsenal SHORAD (Short Range Air Defence) Arhanud TNI AD. Walau terbiang rudal jarak pendek, namun uniknya TY-90 tidak dibangun dari platform MANPADS (Man Portable Air Defence Systems), lantaran rudal ini awalnya dirancang sebagai rudal udara ke udara, baru kemudian dilakukan pengembangan sebagai usungan rudal hanud darat ke udara, yang kemudian varian hanud tersebut diberi label LA ADS. (more…)

Sosoknya terbilang masif dengan antena menjulang, sontak wahana mobile radar dengan cat hijau ini menjadi maskot utama dalam perhelatan pameran militer terbesar dua tahunan di Indonesia. Yang dimaksud tak lain adalah Radwar N-22, jenis mobile surveillance radar yang dibawa langsung dari Polandia untuk ditawarkan kepada TNI. Meski akhirnya tak diakuisisi oleh Indonesia, namun tak pelak keberadaan N-22 menjadi identitas yang tak terlupakan dalam Indo Defence 2004 di JIE Kemayoran, Jakarta. (more…)

Toyota mestinya patut berbangga telah merilis seri Land Cruiser dan Hilux, selain kondang di jagad kendaraan off road sipil. Kehandalan Toyota Land Cruiser rupanya juga menarik minat pengembang industri karoseri pertahanan untuk menciptakan rantis (kendaraan taktis) dari basis Toyota Land Cruiser dan Hilux. Entah yang ‘diambil’ adalah sasis atau mesinnya, di pasaran kini terwujud sosok rantis tangguh yang beberapa dioperasikan untuk kebutuhan pasukan khusus. (more…)

Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)

Ada sepenggal rasa bangga datang dari Amerika Selatan, ini bukan tentang pencapaian kerjasama atau prestasi di bidang olah raga, melainkan pada 6 Juni 2018, AL Peru (Peruvian Navy) telah meresmikan pengoperasian BAP Pisco (AMP-156), yang tak lain adalah kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock). Lantas apa yang menarik dari BAP Pisco yang dirilis ribuan mil dari Indonesia ini? (more…)

Meski kontrak pembelian belum diteken, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia bakal membeli lima unit pesawat angkut C-130J Super Hercules dari Lockheed Martin. Pernyataan Menhan Ryamizard disampaikan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James N Mattis di Hawaii pada Selasa (29/5). (more…)

Ambisi Soekarno untuk menyatukan Nusantara pada kenyataan membuat Indonesia bersitegang langsung dengan Inggris, Belanda, dan kemudian menyeret Australia. Menyadari menghadapi ‘lawan’ negara-negara besar, jauh-jauh hari pun sudah terpikirkan untuk melindungi kawasan obyek vital nasional, terutama Ibukota Jakarta bila suatu waktu menjadi target serangan udara. Maka tak heran kemudian bila Jakarta sempat dilindungi oleh tiga skadron peluncur rudal hanud (SAM) jarak jauh SA-2. (more…)

Suatu hari ada yang bertanya, pesawat intai maritim apakah yang paling canggih di Asia Tenggara? Dengan penekanan kata ‘intai maritim,’ maka keberadaan CN-235 220 MPA (Maritim Patrol Aircraft) baik yang dioperasikan Puspenerbal TNI AL dan Skadron Udara 5 bisa jadi contoh bagaimana pesawat intai maritim yang modern dilengkapi sarana yang relatif memadai. Namun, bila ditelaah lebih jauh, seperti pada kelengkapan fitur secara keseluruhan dan adanya kemampuan penindakan, maka yang terdepan di Asia Tenggara adalah Fokker F50 ME (Maritime Enforcer) MK2 milik AU Singapura (RSAF). (more…)

Kombinasi rudal AGM-114 Hellfire dan roket Hydra 70 mm pada stub wing jelas membuat AH-64E Apache Guardian Puspenerbad TNI AD sebagai mesin pembunuh yang amat lethal. Tapi toh jika keda senjata tersebut tak terpasang, helikopter Apache masih punya senjata pamungkas yang ampuh, dan yang disebut ini termasuk sebagai senjata ‘organik’ dari setiap varian Apache. (more…)