Dengan posisi magasin ada di atas receiver, desain senapan mesin ringan (Light Machine Gun/LMG) atau di Indonesia kerap disebut Senapan Mesin Regu (SMR), Bren, memang sudah ketinggalan zaman. Namun, pasukan infanteri Korea Utara sampai saat ini masih menggunakannya, tapi dalam varian yang diproduksi secara lokal, dengan label Type 73, termasuk digunakan secara aktif dalam perang di Ukraina. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan FN Minimi, senapan mesin regu ini begitu lekat digunakan oleh semua matra TNI, bahkan juga oleh Brimob Polri dalam operasi di Papua. Dan belum lama ini ada kabar dari pihak pabrikan, bahwa FN Herstal telah meluncurkan varian baru Minimi, yakni FN Minimi Mk3 Light Machine Gun. (more…)
Dari beragam senjata perorangan yang digunakan pasukan TNI, maka tak bisa dilepaskan dari nama Ultimax 100, produksi ST Engineering, Singapura. Sebagai senapan mesin regu, Ultimax 100 dipercaya melengkapi arsenal senjata di pasukan elite seperti Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD dan Taifib (Intai Amfibi) Korps Marinir TNI AL. Dan dari pameran dirgantara terbesar di Asia, Singapore Airshow 2024 (20-25 Februari), ST Engineering merilis varian terbaru dari Ultimax 100. (more…)
Selain dilengkapi bipod, salah satu keunggulan senapan mesin regu (SMR) adalah kemampuannya untuk melepaskan proyektil dalam jumlah lebih besar dibandingkan senapan serbu. Maklum saja, ditangan SMR-lah, tembakan bantuan dan perlindungan bagi unit infanteri penyerbu menjadi tumpuan. Namun, dalam banyak situasi pertempuran, bekal munisi yang dibawa oleh penembak SMR kerap tidak memadai, terlebih pada magasin atau stok munisi yang dibawa oleh sang prajurit. (more…)