Kehadirannya mungkin mengundang kontroversi, maklum jet tempur yang diberi label F-16 C/D Block52ID ini berasal dari refurbish F-16 C/D Block25 bekas pakai Air National Guard dan AU AS. Namun lewat program upgrade pada sistem avionik, kini Fighting Falcon TNI AU tersebut sudah punya standar fitur khas Block52. Persenjataan dengan rudal terbaru dan targeting pod pun diakuisisi untuk melengkapi Elang Penempur terbaru ini. (more…)
Setelah mengalami dua kali penundaan, akhirnya pada 18 Januari 2018, dua pesawat F-16 C (single seat) Block52ID tiba di Lanud Iswahjudi setelah melalui ferry flight dari Hawaii. Dengan tibanya dua F-16 terakhir, maka sudah genap 24 unit F-16 C/D Block52ID hadir di Indonesia, meski jumlah totalnya 23 unit karena satu pesawat mengalami total lost pada musibah di Lanud Halim Perdanakusuma pada April 2015. (more…)
Mei 2017 lalu, tank amfibi AMX-10 PAC 90 dari Resimen Kavaleri-1 Korps Marinir sukses melaksanakan uji tembak berulang kali (sampai 70 peluru) dengan kinerja yang memuaskan, padahal sudah 15 tahun ranpur buatan GIAT Perancis ini tak digunakan untuk uji tembak. Pun uji tembak untuk senapan mesin coaxial AAT-F1 di AMX-10 PAC 90 berhasil dengan sangat baik, 5 ribu butir munisi dapat dilepaskan tanpa masalah. Dan masih tentang AMX-10 PAC 90, kini ada kabar baik yang datang dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). (more…)
Langkah Airbus A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) untuk melenggang sebagai pesawat tanker untuk TNI AU nampaknya mendapat ‘tantangan,’ lantaran ada kabar bahwa TNI AU sedang mempertimbangkan Boeing KC-46A Pegasus sebagai alternatif yang mungkin bisa dipilih, baik Airbus A330 MRTT dan KC-46A punya spesifikasi yang relatif mirip, yakni dibangun dari pesawat widebody twin engine dan punya kemampuan multirole. (more…)
Indomiliter.com pada Juli 2017 pernah mengulas tentang Watchkeeper WK450, drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehice) dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) besutan Thales UK yang ditawarkan kepada TNI AU. Dan merujuk ke pemberitaan terbaru, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) dikabarkan dalam tahap finalisasi kerjasama pengembangan drone MALE untuk kebutuhan TNI AU. (more…)
Seiring kebutuhan organisasi, TNI AL diwartakan akan melakukan program likuidasi pada Satuan Kapal Patroli (Satrol) di Komando Armada Barat (Koarmabar) dan Komando Armada Timur (Koarmatim). Unsur Satrol yang dikenali dengan nomer pada lambung 8xx akan dialihtugaskan kepada unsur Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal), yang di seluruh Indonesia berjumlah 14 Lantamal. (more…)
Meski tengah menunggu kontrak pengadaan, dua unit kapal penyapu ranjau Frankenthal Class buatan Lurssen Defence telah dipinang TNI AL untuk memperkuat armada Satran (Satuan Kapal Ranjau). Nilai pengadaan untuk kedua kapal penyapu ranjau tersebut pun telah dipatok senilai US$204 juta. Meski belum diketahui kapan persisnya realisasi Frankenthal Class, namun menarik dicermati adalah bagaimana cara kapal ini menetralisir ancaman ranjau di lautan. (more…)
Helikopter NBO-105 berperan sebagai gunship sudah mahfum kita dengar, khususnya ditangan Puspenerbad, helikopter ringan twin engine ini pernah menjadi helikopter serang utama TNI AD, persisnya sebelum era Mil Mi-35P hadir. Sebagai gunship, racikan senjata favoritnya adalah gunpod FN HMP250 12,7 mm dan roket FFAR (Folding Fins Aerial Rockets). (more…)
Sejatinya pada pengiriman gelombang keenam ferry flight F-16 C/D Block52ID untuk TNI AU terdiri dari enam unit F-16 C Block52ID (single seat), namun karena dua unit pesawat mengalami kendala dalam permesinan, maka gelombang keenam yang tiba di Lanud Iswahjudi pada 12 Desember 2017 hanya terdiri dari empat unit pesawat. (more…)
Skadron Udara 800 Puspenerbal TNI AL belum lama berselang telah menerima pesanan keempat pesawat intai maritim CN-235 220 MPA dari PT Dirgantara Indonesia. Persisnya pada Selasa, 9 Januari 2018, satu unit CN-235 220 diterima oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang didampingi KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Dibanding ketiga pesawat terdahulu, ternyata ada yang berbeda pada unit keempat ini, dimana ada perubahan posisi penempatan sensor FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)