Segala sesuatu yang terkait Laut Cina Selatan (LCS) selalu menarik untuk dicermati, termasuk kasus terbaru yaitu tabrakan ‘misterius’ kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di bawah permukaan laut yang mengakibatkan 11 awaknya mengalami luka ringan dan sedang. Insiden yang terjadi pada 2 Oktober lalu, atas alasan keamanan baru dberitakan beberapa hari kemudian, yaitu saat kapal selam tersebut sudah berada di luar LCS. (more…)
Kemunculan perdananya pada Parade Militer Hari Nasional Republik Rakyat Cina, 1 Oktober 2019 di Beijing, berhasil membetot perhatian dunia, betapa tidak, inilah drone supersonik pertama yang berhasil dibuat oleh Negeri Tirai Bambu. Bahkan DR-8 atau Wuzhen 8 (WZ-8) bisa disebut sebagai drone hipersonik, lantaran punya kecepatan lebih dari Mach 5. (more…)
Saat Australia memutuskan untuk mengakuisisi delapan unit kapal selam nuklir, maka peta strategi pertahanan di regional dipercaya akan mengalami perubahan cepat atau lambat. Namun, harus diketahui bahwa kedatangan kapal selam nuklir yang dibeli baru Australia akan memakan waktu yang lama. Bila proses tender dan negosiasi lancar, maka Negeri Kanguru baru akan menerima unit perdana kapal selam nuklir pada tahun 2040-an. (more…)
Pembentukan pakta pertahanan tiga negara, Australia, Inggris dan Amerika Serikat dalam AUKUS (Australia, United Kingdom and United States) membawa perubahan mendasar dalam strategi pertahanan Negeri Kanguru, khususnya dalam menghadapi perkembangan masa depan di wilayah Indo Pasifik. Guna mengimbangi ambisi kekuatan militer Cina, langkah-langkah stategis di level pembangunan kekuatan tempur Australia telah dicanangkan. (more…)
Kawasan Laut Natuna Utara kembali bergejolak, dimana Angkatan Laut Cina telah meningkatkan level kehadirannya. Bila beberapa waktu lalu frigat dan korvet AL Cina yang melintasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, maka kabar terbaru menyiratkan, untuk pertama kalinya AL Cina mengirimkan kapal perusak (destroyer) ke Laut Natuna Utara. (more…)
Beijing rupanya mulai gerah dengan serangkaian manuver kapal perang Amerika Serikat dan sekutunya di sekitaran Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan. Alih-alih hanya meladeni psy war dan aksi saling intai, Angkatan Laut Cina belum lama ini melakukan aksi ‘balasan’ dengan langkah berani dan di luar dugaan, yakni melayarkan armada kapal perangnya ke wilayah Zona Ekononi Eksklusif (ZEE) Amerika Serikat di Kepulauan Aleutian, Alaska. (more…)
India kini mensejajarkan diri dengan Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris dan Perancis, yakni sebagai negara pengguna kapal pelacak satelit dan rudal balistik. Pada hari Jumat, 10 September 2021, Angkatan Laut India secara resmi meluncurkan INS Dhruv yang diberi kode VC-11184, yakni kapal dengan tonase 10.000 ton yang mampu memberikan peringatan dini bila terjadi serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Pakistan dan Cina. (more…)
Sedikit tertunda dari waktu yang dijadwalkan, Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) diwartakan baru memulai pelayaran kedua Offshore Patrol Vesssel (OPV) – HMS Tamar dan HMS Spey pada 7 September lalu, kedua kapal patroli itu diberangkatkan lewat sebuah upacara di Pangkalan Angkatan Laut HM Portsmouth. Sesuai keterangan terdahulu, kedua OPV yang akan bertugas permanen di Indo Pasifik itu akan ditepatkan mulau Agustus 2021. (more…)
Ilustrasi posisi radar TRS-4D/LR ROT pada frigat Sachsen Class.
Sebelum Jerman memberangkatkan frigat F217 Bayern (Brandenburg Class) ke Laut Cina Selatan pada 2 Agustus lalu, awalnya yang akan diberangkatkan adalah frigat F220 Hamburg (Sachsen Class). Meski tak jadi berlayar ke Laut Cina Selatan, namun ada kabar terbaru tentang frigat Sachsen Class, dimana Angkatan Laut Jerman akan melakukan penggantian sistem radar di kapal perang berbobot 5.800 ton itu. (more…)
Ibarat ada gula ada semut, konvoi kapal perang Inggris dan sekutunya dalam Carrier Strike Group 21 (CSG-21) rupanya telah memikat perhatian armada Cina untuk menguntit, terlebih ketika konvoi CSG-21 yang berintikan kapal induk HMS Queen Elizabeth melintas di kawasan Laut Cina Selatan. Tak ingin berhadapan langsung, diketahui kapal selam serang nuklir milik AL Cina telah membayangi pergerakan CSG-21. (more…)