Anda masih ingat dengan insiden tabrakan yang menimpa kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di Laut Cina Selatan pada 2 Oktober 2021 lalu. Sudah dirilis bahwa benda asing yang dimaksud teryata adalah gunung bawah laut yang belum dipetakan. Pasca insiden tersebut, USS Connecticut berhasil berlayar ke Guam untuk menjalani perbaikan awal yang diawasi oleh Naval Sea Systems Command. (more…)
Iron Dome tiba di Guam pada 19 Oktober 2021. (alert5)
Anda masih ingat, di awal tahun ini Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) telah menerima dua baterai (kompi) sistem hanud Iron Dome dari Israel. Nah, belum lama ini ada kabar, bahwa Iron Dome yang dibeli AS ditempatkan di Pulau Guam, yaitu salah satu basis militer utama AS di Pasifik Barat. Tentu ada alasan tersendiri, tentang penempatan Iron Dome di Guam. (more…)
Bekal ulang amunisi dan logistik menjadi kunci suksesnya sebuah peperangan, khususnya dalam kasus palagan yang berada jauh dari pangkalan aju. Seperti di dunia siluman bawah laut, meski sebuah kapal selam nuklir dapat berlayar terus-menerus dalam waktu lama, tapi pada satu waktu, bakal membutuhkan bekal ulang, dalam hal ini termasuk amunisi seperti torpedo dan rudal anti kapal. (more…)
Ibarat di ambang perang, militer Cina belum lama ini mulai menempatkan rudal pertahanan pantai di sekitaran pangkalan laut di Provinsi Fujian. Dilihat dari lokasi penempatan, basis militer di pesisir Fujian langsung berhadapan dengan Selat Taiwan, yang artinya segala aktivitas militer di area tersebut, patut diduga terkait dengan rencana besar Cina untuk menginvasi Taiwan. (more…)
Tabrakan misterius yang menimpa kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di Laut Cina Selatan, telah menjadi topik hangat netizen global, terlebih Washington seperti menutupi latar terjadinya insiden tersebut. Bahkan belum lama, Beijing ikut menuntut keterangan lebih detail dari pihak AS, terutama koordinat terjadinya insiden. (more…)
Tentu masih hangat dalam ingatan tentang tabrakan ‘misterius’ yang menimpa kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di bawah permukaan laut. Kejadian yang berlangsung di Laut Cina Selatan itu rupanya mengundang reaksi dari yang mengaku ’empunya’ kawasan tersebut, dimana Beijing justru menuntut keterangan lebih detail dari pihak Amerika Serikat. Keterangan apakah yang diminta Beijing? (more…)
Pada hakikatnya, Offshore Patrol Vessel (OPV) adalah kapal patroli yang diperbesar dimensi dan tonasenya, dengan maksud agar kapal patroli itu dapat berlayar lebih jauh dengan endurance lebih lama. Lantaran dimensi dan tonasenya diperbesar, maka kebanyakan OPV identik secara visual dengan korvet. Dan jadilah OPV ibarat korvet yang senjatanya diturunkan levelnya. (more…)
Bertempat di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Riau, hari Jumat, 22 Oktober 2021, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo resmi mengukuhkan keberadaan skadron baru yang bertugas di pangkalan udara terdepan dan strategis yang berbatasan dengan wilayah hot spot, Laut Cina Selatan. Skadron baru yang dimaksud adalah Skadron Udara 52. (more…)
Lantaran dikualifikasikan sebagai alutsista strategis, maka tak jarang identitas dan keberadaan kapal selam menjadi obyek incaran dan pengamatan intelijen asing. Terkhusus bagi Cina yang getol memamerkan kekuatan ofensifnya, posisi kapal selamnya terus mendapat pantauan dari AS dan sekutunya. Meski akurasinya masih perlu dibuktikan, peran foto satelit sedkit banyak telah mengungkapkan banyak hal yang selama ini tertutup kabut misteri. (more…)
Chengdu J-20 membawa empat rudal PL-15 pada weapon bay.
Sejak kemunculannya pada tahun 2016, rudal udara ke udara jarak jauh – beyond-visual-range missile (BVR) PL-15 digadang beberapa analis pertahanan global sebagai game changer yang dimiliki Cina dalam dominasi kekuatan udaranya saat menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya. PL-15 saat ini dinobatkan sebagai rudal udara ke udara terberat dengan jangkauan terjauh yang telah berhasil dibuat secara mandiri oleh Cina. (more…)