Perangkat umpan alias decoy bukan sesuatu yang baru lagi di arsenal kapal perang TNI AL, lantaran sudah lazim terdapat pada kapal kelas frigat dan korvet. Sementara di segmen Kapal Cepat Rudal (KCR), setelah generasi KCR Mandau class, kini KCR 60M produksi PT PAL Indonesia, menjadi yang tercanggih dalam penggunaan decoy. (more…)
Meski bukan untuk pertama kalinya bagi TNI AL melakukan uji peluncuran rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3, namun bakal menjadi yang pertama kali pada Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M produksi PT PAL Indonesia. Persisnya, salah satu KCR 60M, yakni KRI Halasan 630 kini tengah dipersiapkan untuk meluncurkan rudal jelajah anti kapal Exocet MM40 Block 3 dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) pada 22-26 Mei 2024 di Laut Jawa dan Laut Bali. (more…)
Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)
Desain Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M besutan PT PAL Indonesia sepertinya bakal mendapatkan penantang serius dari negara tetangga. Persisnya ST Engineering dari Singapura memperkenalkan desain Fearless 60 Patrol Vessel pada Pameran Pertahanan World Defense Show (WDS) 2024 di Riyadh, Arab Saudi. Muncul dengan penamaan yang ‘low profile’, Fearless 60 dalam desainnya justru lebih padat persenjataannya ketimbang KCR 60M. (more…)
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi telah melakukan Shipnaming Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-5 dan ke-6 produksi PT PAL Indonesia. Bertempat di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, kedua KCR 60M yang dimaksud adalah KRI Kapak 625 dan KRI Panah 626. (more…)
Setelah sebelumnya dinyatakan sukses melalui pengujian performa kapal, yakni dengan menuai hasil kecepatan rata-rata melebihi yang disyaratkan dalam kontrak pada saat Sea Acceptance Test (SAT), kini Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-6 produksi PT PAL Indonesia, KRI Panah 626 telah dinyatakan sukses pada tahapan Live Firing Test. (more…)
Di awal 2023 ini, ada kabar dari PT PAL Indonesia, bahwa Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-6, yakni KRI Panah 626 berhasil melakukan uji pelayaran dengan performa baik. Setelah Desember 2022 yang lalu, sister ship nya KCR 60M ke-5 KRI Kapak 625 menutup akhir tahun 2022 juga dengan keberhasilan uji pelayaran dengan mencapai hasil optimal. (more…)
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M kelima, yakni KRI Kapak 625 dilaporkan telah sukses melaksanakan Sea Acceptance Test (SAT) yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Desember 2022. Kapal ini sebelumnya telah melakukan serangkaian pengujian lain, yang salah satunya yakni mooring trial test pada Juni 2022 lalu. (more…)
Sejak November 2021, sudah terdengar kabar bahwa generasi kapal perang terbaru TNI AL, yakni dari jenis kapal patroli lepas pantai – offshore patrol vessel (OPV) 90M yang kini sedang dibangun oleh PT Daya Radar Utama (DRU), akan dilengkapi dengan combat management system (CMS) buatan Havelsan. (more…)
Setelah KRI Halasan 630, kini giiran Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 produksi PT PAL Indonesia, diwartakan berhasil melakukan uji penembakan meriam Bofors 57 MK.3. Seperti dengan sister-ship nya, yakni KRI Halasan 630, KRI Kerambit 627 kembali ke fasilitas PT PAL Indonesia untuk pelaksanaan skema Fit for But Not With (FFBNW). (more…)