Tag: AU Malaysia

Amankan Laut Cina Selatan, Malaysia Siapkan Lanud Kuantan Jadi Markas FA-50M Fighting Eagle

Angkatan Udara Malaysia (TUDM) tengah mengebut persiapan infrastruktur guna menyambut kedatangan armada jet tempur ringan FA-50M Fighting Eagle (varian tertinggi dari basis FA-50 Block 20). Panglima TUDM, Jenderal Tan Sri Muhamad Norazlan Aris, mengonfirmasi bahwa pembangunan fasilitas penunjang untuk jet tempur buatan Korea Aerospace Industries (KAI) tengan dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Kuantan, Pahang, yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2026 ini. (more…)

Pertama Kali, Pesawat Tanker KC-135 Stratotanker Lakukan Air Refueling ke Jet Tempur Buatan Rusia, Sukhoi Su-30MKM

Menunggu jadwal pensiun yang dilakukan bertahap, pesawat tanker legendaris Boeing KC-135 Stratotanker membuat sejarah, yakni untuk pertama kalinya berhasil melakukan air refueling (pengisian bahan bakar di udara) ke jet tempur buatan Rusia. Persisnya, KC-135 berhasil mengisi bahan bakar untuk Sukhoi Su-30MKM Angkatan Udara Malaysia (TUDM) dalam kegiatan latihan udara bersama. (more…)

Malaysia Persiapkan Kontrak Akuisisi Tahap Kedua 18 Unit FA-50 Block 20 Fighting Eagle

Setelah menuntaskan kontrak pengadaan 18 jet tempur serang ringan FA-50 Fighting Eagle senilai 1,2 triliun won (US$920 juta) pada akhir Februari 2023, Kementerian Pertahanan Malaysia dibakarkan tengah mempersiapkan kontrak berikutnya untuk pengadaan 18 unit FA-50 tambahan, menjadikan nantinya Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) secara keseluruhan akan mengoperasikan 36 unit FA-50 Block 20, yang diklaim sebagai varian Fighting Eagle paling canggih. (more…)

Northrop RF-5E Tigereye – Andalan Intai Udara Malaysia dan Singapura Era 80/90-an

RF-5S AU Singapura

Aksi saling intai dari udara di masa damai bukan lagi hal yang tabu, asalkan dilakukan dengan santuy dan halus, rasanya tidak akan menimbulkan gejolak antar negara bertetangga. Sebut saja di pada dekade 80/90-an, dimana teknologi analog dalam penerbangan masih dominan, baik Singapura dan Malaysia kala itu sudah menggunakan jet tempur spesialis intai pemotretan udara RF-5E Tigerye. Sementara Indonesia, lebih memilih menggunakan pod Vicon 70 yang dipasang pada A-4E Skyhawk dan Hawk series. (more…)