Ekosistem jet tempur generasi kelima Turki kini semakin lengkap dengan hadirnya teknologi pendukung yang tak kalah canggih dari pesawatnya sendiri. Setelah sukses dengan penerbangan perdana jet tempur stealth KAAN, Aselsan secara resmi memperkenalkan TULGAR, sistem tampilan terpasang di helm (Helmet-Mounted Display/HMD) yang dirancang untuk menjadi “mata kedua” bagi para pilot tempur masa depan. (more…)
Dunia pertahanan sedang menyaksikan pergeseran paradigma di mana drone murah, seperti tipe FPV (First Person View), mampu melumpuhkan aset militer bernilai jutaan dolar. Menanggapi realitas ini, Aselsan melalui sistem pertahanan udara (hanud) KORKUT 140/35 baru saja membuktikan efektivitasnya dalam uji tembak dinamis yang sukses menghancurkan target drone di udara. (more…)
Dua raksasa pertahanan Turki, Aselsan dan Roketsan, secara resmi mengumumkan keberhasilan uji penerimaan akhir untuk pengiriman baterai sistem pertahanan udara (hanud) dan rudal jarak jauh Siper Product-1. Pengujian krusial ini dilaksanakan di Pusat Pengujian Sinop, Turki bagian utara, dan menjadi bukti kesiapan operasional sistem hanud asli buatan dalam negeri tersebut. (more…)
Setelah sebelumnya dipasang pada kendaraan tektis (rantis) lapis baja Turangga 4×4 milik Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) – d./h Paskhas TNI AU, kini modul modul RCWS (Remote Control Weapon Station) buatan Turki, Aselsan SARP dipasang pada rantis J-Force 4×4 yang akan digunakan oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD. (more…)
Bukan menggunakan Kingklip MK2 dari Thales (Perancis), kapal pertama Fregat Merah Putih (FMP), KRI Balaputradewa 322 disebut-sebut akan menggunakan Hull Mounted Sonar (HMS) Fersah, besutan perusahaan pertahanan ternama dari Turki, Aselsan. (more…)
Setelah fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, maka Fregat Merah Putih (FMP) yang saat ini tengah dibangun oleh PT PAL Indonesia, bakal menjadi jenis kapal perang kedua TNI AL yang dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan antena sudut tetap. (more…)
Kemampuan Shoot-and-Scoot, yakni mampu menembakkan amunisi pertama dalam waktu kurang dari 30 detik dan dapat segera bergerak untuk menghindari tembakan balasan (counter-battery fire), menjadi ciri khas dari self propelled howitzer (SPH) beroda ban seperti CAESAR (Perancis) dan Archer (Swedia). Berangkat dari keunggulan kemampuan tersebut, Turki pun punya solusi tersendiri yang dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri. (more…)
Menuju integrasi sebagai bagian dari sistem senjata pada fregat TCG Istanbul (F-515) – Istanbul/Istif class, pengembangan rudal pertahanan udara jarak jauh, Siper-1D (naval/sea based) terus digeber Turki. (more…)
Aselsan, perusahaan pertahanan terbesar Turki, pada 27 Agustus 2025, mengumumkan dimulainya investasi industri pertahanan untuk memperkuat infrastruktur produksi massal bagi teknologi inovatif. Merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun, Aselsam merayakan tonggak bersejarah dengan upacara peletakan batu pertama Oğulbey Technology Base, pembukaan sejumlah fasilitas produksi dan riset baru, serta pengiriman perdana sistem hanud (pertahanan udara) Steel Dome. (more…)
Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025 bersama Angkatan Laut India, untuk pertama kalinya Angkatan Laut Filipina memperkenakan jenis senjata baru pada kapal perang permukaan. Jenis senjata yang dimaksud adalah kanon laras ganda Gokdeniz kaliber 35 mm di fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06), sekaligus memperkenalkan jenis CIWS (Close In Weapon System) pertama yang diadopsi Angkatan Laut Filipina. (more…)