
Dunia kedirgantaraan militer dikejutkan oleh kabar terbaru yang menyebutkan bahwa Arab Saudi sedang dalam pembicaraan serius dengan Pakistan untuk mengakuisisi jet tempur JF-17C Block III Thunder. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai total hingga $4 miliar ini menjadi heboh bukan tanpa alasan. Riyadh saat ini sudah mengoperasikan armada jet tempur kelas berat (heavyweight) papan atas seperti F-15SA Advanced Eagle dan Eurofighter Typhoon yang secara spesifikasi jauh melampaui JF-17. (more…)

Politik pengadaan persenjataan di Timur Tengah kini tengah digoyang oleh kabar sensitif, yakni permohonan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bisa membeli jet tempur stealth F-35A Lightning II sebanyak 48 unit, atau setara dua skuadron. (more…)

Selain Iran, Arab Saudi rupanya menjadi negara di Timur Tengah yang ikut mengadopsi sistem hanud (pertahanan udara) berbasis laser – Laser Bsed Air Defense Systems buatan Cina, Bila Iran diketahui telah menggelar Shen Nung (Shennong) 3000, yakni jenis senjata laser anti drone – laser directed energy weapon, maka Arab Saudi disebut telah menggunakan SkyShield Integrated Counter Drone System. (more…)

Melanjutkan berita sebelum ini, yang menyebut Inggris, Italia dan Jepang tengah mencari negara mitra baru dalam Global Combat Air Program (GCAP), maka ada kabar lanjutan bahwa Italia mengumumkan kemungkinan yang akan mengajak negara petro dollar di Timur Tengah untuk ikut terlibat, khususnya dalam mendanai pengembangan jet tempur generasi keenam dalam GCAP. (more…)

Hari ini 45 tahun silam, bertepatan dengan 27 Oktober 1979, ditorehkan sebagai penerbangan perdana (first flight) prototipe jet tempur sayap ayun Panavia Tornado varian pertahanan udara – Air Defence Variant (ADV) dengan nomer A01 ZA254. Penerbangan ini menandai langkah pertama dalam pengujian versi Tornado yang dirancang khusus untuk peran pencegat jarak jauh dan pertahanan udara, berbeda dari varian aslinya yang lebih berfokus pada serangan darat. (more…)

Mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, Irak dikabarkan juga akan mengakuisisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang KM-SAM Block II dari Korea Selatan. Menurut Defense Arabic pada 9 September 2024, Menteri Pertahanan Irak Thabet Al-Abbasi mengumumkan bahwa kontrak untuk sistem rudal KM-SAM Block II (Cheongung II) telah dirampungkan dan akan ditandatangani minggu depan. (more…)

Sebelum puncak ibadah haji pada 16 Juni, maka pada 10 Juni 2024, otoritas pertahanan Arab Saudi mengadakan parade militer di kota suci Makkah al-Mukarramah, yakni untuk memperlihatkan kesiapan pasukan khusus Arab Saudi untuk keamanan haji dan umrah. Dalam acara tersebut, pasukan khusus Saudi memamerkan kendaraan taktis (rantis) lapis baja Cobra II 4×4 dari perusahaan pertahanan Turki Otokar. (more…)

Dua negara Petro Dollar di Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ternyata punya kesamaan selera dalam pilihan sistem hanud rudal jarak sedang, yakni sama-sama telah menetapkan pilihan pada KM-SAM (Korean Medium-range Surface-to-Air Missile) Block II atau disebut Cheongung II. (more…)

Tak cukup hanya mengoperasikan enam unit pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport), ada kabar terbaru bahwa Arab Saudi kembali memesan empat unit A330 MRTT tambahan untuk kebutuhan Angkatan Udara Arab Saudi – Royal Saudi Arabia Air Force (RSAF). (more…)

Hanwha Systems, perusahaan pertahanan terkemuka dari Korea Selatan, mengumumkan pada 9 Juli 2024, bahwa mereka akan memasok versi modifikasi dari Multi-Function Radar (MFR) untuk mendukung sistem baterai rudal pertahanan udara (hanud) Cheongung II atau Korean Medium-range Surface-to-Air Missile (KM-SAM) Block II, yang dipesan oleh Arab Saudi. (more…)