Dalam sebuah misi tempur dan patroli jarak jauh sudah umum bila terdapat unit kapal tanker pada iringan konvoi. Keberadaan kapal tanker mutlak diperlukan sebagai elemen pendukung logistik dan bahan bakar untuk kapal perang lainnya, seperti korvet, fregat, LST (landing ship tank) dan kapal selam. Dengan adanya kapal tanker, menjadikan unsur kapal perang yang sedang melakukan operasi tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan kebutuhan logistik dan bahan bakar. (more…)
Latest
Mi-6: Legenda Helikopter Angkut Raksasa TNI AU

Banyak hal yang patut kita kagumi dari sosok angkatan perang Indonesia di era 60-an. Seperti kita sudah kenal keberadaan jet tempur Mig-21, rudal SA-2 dan KRI Irian. Tapi masih ada lagi artefak sejarah alat tempur yang rasanya patut kita ”banggakan”, khususnya dari TNI-AU (dulu AURI). Pasalnya skadron helikopter angkut berat TNI-AU di tahun 60-an memiliki jenis helikopter raksasa, Mi-6. (more…)
Fairey Gannet: Pesawat Intai dan Anti Kapal Selam TNI AL Tempo Doeloe

Dengan luas wilayah laut yang begitu luas, ironis bagi kekuatan angkatan laut Indonesia yang saat ini tak memiliki satuan pesawat AKS (anti kapal selam). Walau ada Boeing 737 surveillance, N22 Nomad dan CN-235 MPA (maritim patrol aircraft), kedua pesawat tadi hanya sebatas mampu melakukan fungsi pengintaian, tanpa bisa melakukan aksi tindakan bila ada ancaman kapal selam. Maklum Boeing 737, Nomad dan CN-235 MPA tidak dibekali senjata ke permukaan. (more…)
AMX-13 VCI: Ranpur Lapis Baja Angkut Personel TNI AD

Walau berwujud alutsista tua, sekiranya kita boleh sedikit bangga bahwa negeri ini punya tank APC (armored personel carrier) dalam jumlah besar, yakni 200 unit. APC yang dimaksud adalah tank angkut personel AMX-13 VCI (Véhicule de Combat d’Infanterie). Dari segi usia, AMX-13 VCI sudah cukup buyut, yakni dibeli Indonesia pada tahun 60an, di impor bersama AMX-13 versi kanon untuk kampanye operasi Trikora. (more…)
AMX-13: Tank Ringan yang Pernah Jadi ‘Tank Tempur Utama’ TNI AD

Sepanjang sejarah, TNI-AD memang belum permah memiliki satuan tank sekelas MBT (main battle tank), atau disebut juga tank kelas berat, seperti tipe M1 Abrams, Leoprad atau Merkava yang kondang di beragam medan tempur. Tapi jangan berkecil hati, walau tak punya MBT, angkatan darat kita punya tank utama, yakni AMX-13 buatan Perancis. (more…)
N22/24 Nomad: Pesawat Pengintai Lawas TNI AL

Inilah ikon dunia penerbangan TNI-AL pada dasawarsa terakhir, walau sudah berusia tua dan sebagian telah di grounded, tetap saja pesawat N22/N24 Nomad menjadi andalan utama TNI-AL untuk tugas pengintaian dan patroli maritim. Hal ini dibuktikan terakhir saat konflik Ambalat meletus beberapa bulan lalu, Nomad menjadi ujung tombak TNI-AL untuk melakukan patroli di wilayah perairan. (more…)
KRI Pasopati: Kapal Selam Pemburu Tanpa MCK

Rasanya sudah banyak yang tahu bahwa kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi tak terlepas dari jasa show of force armada militer RI dikala itu. Dari sekian banyak arsenal tempur yang dijagokan untuk merontokan nyali Belanda, bisa disebut unsur armada kapal selam adalah yang paling ditakuti Belanda.
Duel Kapal Perang di Blok Ambalat

Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Kerajaan Malaysia dan otoritas Indonesia (TNI AL) di perairan Ambalat pada suatu malam di bulan Mei 2009 dalam situasi cuaca yang sangat buruk dan berkabut.
INDONESIA: “Harap belokkan kapal Anda 15 derajat ke utara untuk menghindari
tabrakan.”
MALAYSIA : “Lebih baik Anda yang membelok! krn kami berada di wilayah
perairan kami..”
INDONESIA: “Kami juga berada di wilayah kedaulatan kami,Anda yang harus
membelok untuk menghindari tabrakan fatal !!”
MALAYSIA : “Saya Laksamana Muda Tengku Datuk Mahmod sofyan Komandan Gugus
Timur Tentara Laut Diraja Malaysia.. Saya bilang belokkan kapal
Anda!!!!sekarang! !!”
INDONESIA: “Negative!!! . Saya Mayor (Mar) Yophie Purba,Komandan Penjaga
Perbatasan kepulauan Ambalat dari Korps Marinir TNI AL Republik
Indonesia,saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda!!! untuk
menghindari tabrakan yang konyol !!!”
MALAYSIA : “Ini adalah Kapal DestroyerTentara Laut Diraja Malaysia, kapal
kedua terbesar dari Armada Utama kami. Kami dilengkapi tiga destroyer
missil, tiga rudal berhulu ledak nuklir,1 lusin canon dan 2 unit
hellicopter tempur. Saya MINTA Anda belok 15 derajat ke selatan. Sekali
lagi saya ulangi: 15 derajat ke selatan, SEKARANG!!atau sebuah tindakan
akan kami lakukan untuk mengamankan kapal Anda!!!”
INDONESIA: “Dasar Malaysia goblok!!!!! Ini mercusuar tauuu!!! Sotoy banget
sihh ..!!!!”
Rudal Anti Kapal Exocet: Si“Ikan Terbang” Andalan TNI AL

Dari beragam rudal (peluru kendali) yang dimiliki TNI-AL, boleh dibilang Exocet adalah jenis yang paling populer, selain tipe rudal Harpoon, Mistral dan C-802. Pasalnya Exocet telah memperkuat TNI-AL cukup lama, yakni sejak awal tahun 80-an Rudal buatan Prancis ini mulai memperkuat jajaran alutsista (alat utama sistem senjata) TNI-AL bersamaan kehadiran frigat-frigat yang disiapkan guna mengusung Exocet sebagai senjata utama anti kapal permukaan. (more…)
KRI Fatahillah: Korvet Modern dari Era 80an

Dengan anggaran militer yang serba terbatas, lumrah bila akhirnya TNI selalu mendapat pasokan alutsista (alat utama sistem senjata) bekas pakai dari negara lain. Tak terkecuali dalam pengadaan kapal perang (KRI). Dari ratusan KRI yang dimiliki TNI-AL, hanya beberapa saja yang dibeli berupa barang baru dari pabrik. (more…)



