
Konflik global yang tak berkesudahan, bahkan cenderung akan menaik tensinya, rupanya membawa berhah bagi manufaktur rudal kenamaan, Raytheon Company. Persisnya, Departemen Pertahanan AS berencana meningkatkan produksi stok rudal AIM-9X Sidewinder Block II menjadi 2.500 rudal per tahun untuk mendukung kebutuhan Angkatan Udara, Angkatan Laut AS dan negara mitra/sekutu Negeri Paman Sam. (more…)

Punya reputasi sebagai air superiority fighter, F-15EX (Eagle II) tak pelak menjadi salah satu jet tempur papan atas yang paling diincar saat ini. Terlepas dari berita pengadaan 24 unit F-15EX untuk Indonesia, ada kabar bahwa harga F-15EX akan mengalami kenaikan. Kenaikan harga akuisisi per unit F-15EX diketahui untuk pesanan Angkatan Udara AS (USAF). Sementara harga per unit F-15EX untuk Indonesia belum dirilis, maklum pembelian untuk Indonesia baru dalam tahap MoU, dan belum sampai ke kontrak efektif. (more…)

Merujuk laporan media Perancis, La Tribune, disebut bahwa Ukraina sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk memproduksi versi drone tempur (UCAV) buatan Prancis, Aarok. Turgis & Gaillard (T&G) sekalu manufaktur Aarok dan Antonov, perusahaan dirgantara dari Ukraina, dilaporkan telah menandatangani perjanjian yang menyetujui produksi tersebut. (more…)

Ransus (kendaraan khusus) Assault Ladder sudah jamak dimiliki oleh pasukan khusus dengan spesialisasi anti teror. Selain digunakan oleh Sat-81/Gultor Kopassus TNI AD, ransus Assault Ladder juga digunakan oleh Satuan Bravo 90 Kopasgat TNI AU, yang mana Assault Ladder dengan tangga lipatnya difungsikan untuk menghantarkan pasukan khusus ke deck pesawat atau posisi bangunan di ketinggian sedang, dalam operasi anti pembajakan. (more…)

Laut Mediterania rupanya bukan hanya menjadi ‘mimpi buruk’ bagi F-35B Lightning II Inggris yang ‘nyemplung’ ke laut setelah gagal lepas landas dari kapal induk HMS Queen Elizabeth. Persisnya tujuh tahun silam, jet tempur Angkatan Laut Rusia ada yang telah menjadi korban di Laut Mediterania. Sebuah ‘bocoran’ video beredar di jagad media sosial, yang memperlihatkan Sukhoi Su-33 gagal saat melakukan pendaratan di kapal induk Admiral Kuznetsov. (more…)

Lewat email yang diterima redaksi Indomiliter.com, pihak Schiebel Elektronische Geraete GmbH selaku manufaktur drone copter Schiebel Camcopter S-100, memberikan klarifikasi atas artikel di Indomiliter.com yang menyebut drone asal Austria ini dapat dipersenjatai. Pihak Schiebel mengatakan bahwa S-100 tidak pernah menjadi drone tempur, meski diakui bahwa pada tahun 2008, salah satu mitra Schiebel pernah menampilkan konsep S-100 yang dipersenjatai rudal LMM (Lightweight Multirole Missile) produksi Thales Air Defence. (more…)

Setelah dikirimkan ke Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale) pada Desember 2022, ada kabar bahwa rudal jelajah anti kapal terbaru Exocet MM40 Block 3c produksi MBDA Missile Systems tersebut, telah berhasil diuji coba luncurkan untuk pertama kalinya. Diluncurkan dari frigat Alsace (FREMM), Exocet MM40 Block 3c disebut berhasil melakukan penargetan sasaran di jarak lebih dari 300 km pada 20 September 2023 di lepas pantai DGA missile test centre. (more…)

Setelah diluncurkan pada ajang UDT (Undersea Defence Technology) 2023 yang digelar di Rotterdam, Belanda (9-11 Mei 2023), BlueWhale Large Autonomous Underwater Vehicle (AUV) buatan Israeli Aerospace Industries (IAI) telah membetot perhatian dunia, pasalnya Israel mampu menciptakan jenis kapal selam tanpa awak untuk misi pengumpulan data intelijen dan anti kapal selam untuk operasi jangka panjang. (more…)

Selain menggunakan ban mobil untuk menahan serangan drone kamikaze, pembom strategis Tupolev Tu-95 Bear di Pangkalan Udara (Lanud) Engels – Saratov, juga mendapat proteksi lain. Namun bentuk proteksi kali ini bersifat tidak langsung, yakni dengan upaya Rusia dengan merancang decoy (umpan) berupa lulisan siluet di area apron. (more…)

Cina belum lama ini meluncurkan kapal survei Oseanografi, Shi Yan 6, yang diawaki 60 awak untuk misi selama tiga bulan ke Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, tepat di depan muka India. Seperti sebelum-sebelumnya, Cina mengklaim kehadiran kapal survei tersebut murni untuk misi penelitian oseanografi, geologi kelautan, dan ekologi kelautan sehingga aman dan tidak mengancam kedaulatan negara manapun, sebuah klaim yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh India yang secara geografis sangat berkepentingan di Samudera Hindia.
(more…)