
Tampilannya lumayan mencolok di sudut utara Jalan Merdeka Barat, dibalut warna hijau loreng, sosok Raisa yang berjarak tak jauh dari gerbang Istana Negara sontak menjadi perhatian banyak orang. Inilah Raisa (Kendaraan Pengurai Massa) yang digelar untuk suatu waktu diperlukan guna mengurai konsentrasi massa di depan Istana dan area sekitar lapangan Monas saat perayaan HUT RI ke-71 hari Rabu lalu. (more…)

Selain keberadaan truk Tatra T815-7, ada rantis (kendaraan taktis) lain yang menarik perhatian saat uji fungsi medan dan uji penembakkan MLRS (Multi Launch Rocket System) RM70 Vampire milik Korps Marinir TNI AL. Saat uji fungsi medan yang dilangsungkan di Puslatpur Marinir Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Batalyon Roket Resimen Artileri (Menart) turut menyertakan rantis baru jenis Aligator dan Tatrapan.
(more…)

Seiring dengan upaya perkuatan beberapa pangkalan udara (Lanud) yang naik kelas Korps Baret Jingga Paskhas TNI AU kembali akan diperkuat dengan rantis (kendaraan taktis) lapis baja 4×4. Setelah sebelumnya menggunakan rantis jip lapis baja DMV-30 T/A, kini Paskhas dalam proses untuk mendapatkan P2 Commando 4×4, rantis lapis baja produksi PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). (more…)

Bentuknya mungil dan jauh dari kesan sangar, tapi inilah Puch Haflinger, rantis (kendaraan taktis) era 60-an yang pernah digunakan satuan elit TNI. Tercatat mulai dari pasukan pengawal Presiden Soekarno Cakrabirawa dan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) – sekarang Kopassus, pernah memakai rantis ringan 4×4 ini untuk tugas operasional. Pada masanya, Puch terkenal bandel, meski bobotnya hanya setengah ton tapi mampu melahap medan off road yang lumayan berat. (more…)

Berita mengenai pembelian rudal hanud (pertahanan udara) Starstreak dari Thales, Inggris sudah mengemuka sejak beberapa lama. Pembelian rudal super cepat (high velocity missile) ini pun masuk dalam program MEF (minimum essential force) I Kementerian Pertahanan RI dengan nilai mencapai 100 juta pounsterling. Bahkan satuan tempat bernaungnya rudal ini juga sudah disiapkan, tapi mesti telah lama didengungkan, sosok rudal Starstreak beserta peluncurnya belum juga terlihat di jajaran etalase Arhanud TNI AD. (more…)

Dari tampak depan, kendaraan ini memang tak ubanhnya Isuzu D Max yang biasa digunakan beragam satuan TNI AD. Tapi jika menengok kesisi samping, maka terlihat perbedaan yang mencolok, Isuzu D Max milik Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Kopassus ini punya konfigurasi empat roda di bagian belakang. Dan inilah Arlit (Army Lift Truck) Type 8M 6×4, kendaraan khusus (ransus) untuk misi penyerbuan ke ketinggian tertentu, baik di gedung atau pesawat. (more…)

Buat Russian Fans Boy pastinya mahfum dengan sosok rantis satu ini. Selain lekat dengan sentuhan memori era orde lama, rantis jip GAZ-69 punya arti tersendiri bagi perkembangan kendaraan off road 4×4 di Tanah Air. Meski sudah lama pensiun dari kedinasan, hingga kini GAZ-69 terbilang laris sebagai memorabilia. Debutnya tak sebatas sebagai rantis angkut personel, di negeri asalnya GAZ-69 bahkan dirancang sebagai platform peluncur rudal anti tank. (more…)

Setiap Kotama (Komando Utama) TNI punya beragam ciri khas, mulai ke khasan dari urusan senjata, seragam, hingga rantis (kendaraan taktis). Nah, bicara rantis TNI seolah tak ada habisnya. Di lingkup Korps Baret Ungu, sejak awal dekade 2000-an, telah dikenal rantis jip KIA KM420 Utility Vehicle besutan Negeri Ginseng. Rantis ini masuk kelas ¼ ton dan sosoknya terbilang familier dalam kedinasaan anggota Marinir TNI AL. (more…)

Bila PT DI (Dirgantara Indonesia) menjadikan Airbus sebagai mitra strategis bagi pengembangan produk pesawat dan helikopter. Maka PT Pindad juga punya mitra strategis untuk bisnisnya, yakni dengan Renault Trucks Defense, sebagai penyuplai berbagai perangkat keras dan dukungan alih teknologi bagi rantis 4×4 dan panser Anoa 6×6. Meski panser Anoa adalah produksi dalam negeri, namun elemen powerpacks yang terdiri dari mesin, transmisi, sistem pendingin, dan drop box masih mencomot teknologi VAB 320 dari Renault. (more…)

Urusan dobrak mendobrak memang jadi santapan pasukan penyerbu, untuk itu bekal rantis yang jadi tunggangan harus punya kelincahan tinggi dan dilengkapi elemen pelindung yang memadai. Untuk urusan satu ini, Sat-81/Gultor Kopassus memang rajanya, selain menggunakan rantis P1 Pakci, pasukan baret merah ini juga mengadopsi rantis Halilintar buatan PT Pindad. (more…)