Bayang-bayang perang nuklir selalu menjadi momok menakutkan saat terjadi konflik yang melibatkan negara-negara besar. Seperti gambaran efek kehancuran dari senjata nuklir dapat digambarkan dari serangkaian uji cobanya yang beberapa kali dilakukan di era Perang Dingin. Dan terkait uji coba senjata nuklir, peristiwa “Tsar Bomba” menjadi yang paling dikenal, lantaran inilah uji coba senjata nuklir terbesar yang pernah dilakukan. (more…)
Drone tempur (UCAV) besutan Turki terbukti laris manis dipasar ekspor. Seolah mengikuti jejak pemasaran yang moncer, manufaktur munisi pun tak tinggal diam untuk memperkuat lini persenjataan yang dapat dibawa drone tempur seperti Anka, Bayraktar TB2, Aksungur dan Akinci. Intinya, industri pertahanan Turki mampu terintegrasi, dimana pabrikan drone dan munisi berjalan selaras. (more…)
Saat nanti jet tempur Dassault Rafale tiba di Indonesia, tentu menjadi harapan agar penempur buatan Perancis itu dapat dipersenjatai secara layak. Maklum, melihat pengadaan yang sudah-sudah, hadirnya jet tempur membutuhkan waktu yang lama untuk melengkapinya dengan arsenal yang memadai. Dan terkait pengadaan jet tempur Rafale untuk Indonesia, ada kabar bahwa PT Pindad akan dilibatkan dalam produksi bom pintar (smart guided bomb). (more…)
Invasi Rusia ke Ukraina telah satu bulan berselang, dan netizen langsung diperlihatkan seabreg alutsista kelas berat dan sebagian terbaru Rusia dalam laga peperangan yang melibatkan matra darat, laut dan tentunya udara. Dari elemen serangan udara, tak bisa dikesampingkan peran bom pintar (smart bomb) dengan presisi tinggi ikut menjadi penentu dalam poin kemenangan. (more…)
Meletusnya perang antara Rusia dan Ukraina telah membawa perubahan besar pada strategi pertahanan di Eropa, salah satunya adalah alokasi anggaran yang digenjot atas kekhawatiran invasi Rusia yang meluas. Dari negeri Bavaria, Kanselir Jerman Olaf Scholz telah menyiapkan kucuran 100 miliar euro untuk memordenisasi alutsista militer Jerman, Bundeswehr. Dan ada kabar terbaru, dimana Jerman memutuskan untuk mengakuisisi jet tempur stealth F-35 Lightning II. (more…)
Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Di tengah bayang-bayang perang terbuka dengan Rusia, Ukraina tak kendor untuk menggenjot pengembangan persenjatannya. Seperti belum lama ini, Ukraina dikabarkan telah melakukan uji coba penembakan roket dari udara ke permukaan dengan hulu ledak termobarik (thermobarick). (more…)
Teknologi pemandu pada bom pintar (smart bomb) sudah sering kita dengar, namun ada fakta yang menarik, bahwa salah satu vendor penyedia sistem pemandu bom pintar ternyata berasal dari perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Yang dimaksud adalah Al Tariq, perusahaan yang bermitra dengan Denel Dynamics (Afrika Selatan) ini pada ajang Dubai AirShow 2021 merilis long-range precision-guided munitions kit untuk bom MK83. (more…)
Amerika Serikat sepertinya sedang gandrung menguji coba bom udara, selain telah merampungkan sertifikasi desain pelepasan bom nuklir dari jet tempur stealth F-35A Lightning II, ada kabar bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk pertama kalinya melakukan uji coba peluncuran bom anti bunker (bunker buster bomb) jenis baru, GBU-72 Advanced 5K (A5K) Penetrator dari jet tempur F-15E Strike Eagle. (more…)