KADEX 2024 yang diselenggarakan pada akhir Mei silam menjadi satu ajang unjuk gigi bagi Korea Selatan. Pasalnya, pada pameran pertahanan internasional ini pihak Korea Selatan memboyong sejumlah drone taktis yang diperkirakan akan masuk ke dalam daftar militer mereka, termasuk next-generation military drone yang dilengkapi dengan senapan serbu yang diplot untuk memperkuat lini pertahanan di daerah perbatasan dan juga untuk meningkatkan kemampuan serangan terhadap musuh.
Secercah harapan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terhadap masa depan militer udara mereka melalui Program Next Generation Air Dominance (NGAD) generasi ke-6 kini mulai membuahkan hasil. Setelah melakukan revisi besar-besaran, kini masa depan USAF terlihat lebih nyata untuk direalisasikan dan ternyata bisa lebih ramah di kantong. (more…)
Dalam rangka peningkatan kapabilitas udara di masa yang akan datang, pihak Angkatan Udara AS (USAF) tampaknya sudah mulai melakukan serangkaian uji coba. Ini terbukti dari foto resmi yang dirilis USAF saat pesawat pengebom jarak jauh rilisan Boeing, B-52 baru saja mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Barksdale pada akhir September kemarin. Uniknya, pesawat tersebut tampak berbalut warna oranye di beberapa bagian pesawatnya.
Dari sekian banyak jenis pesawat yang pernah mengudara dan berpartisipasi dalam berbagai jenis perang atau penyergapan, ternyata ada segelintir armada udara milik United States Air Force (USAF) yang sudah memasuki usia lebih dari setengah abad. Hebatnya lagi, masih ada yang beroperasi hingga saat ini! Apakah para armada ini masih cukup kompatibel untuk menjadi garda terdepan pertahanan sebuah negara? (more…)
Apakah Anda ingat tentang restoran yang dibangun di atas pesawat yang sudah tidak terpakai? Sebut saja Restoran El Avion di Costa Rica yang dibangun di atas eks pesawat militer, Fairchild C-123 Provider, atau La Tante DC-10 di Ghana. Kini, ada penginapan super unik di dataran Eropa yang desainnya terinspirasi dari jet tempur stealth F-117 Nighthawk. Perkenalkan, Stay Under the Radar!
Ketegangan militer Rusia dan Amerika kembali memanas setelah pesawat tempur multirole Rusia, Sukhoi Su-35 melakukan manuver headbutt terhadap burung besi milik Angkatan Udara AS (USAF), F-16 pada 23 September 2024 silam di daerah Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska. Tentu saja, manuver ini dinilai sangat membahayakan baik untuk pihak Rusia dengan Su-35-nya dan pihak Amerika dengan F-16-nya.
Angin segar berhembus dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), di mana purwarupa (prototipe) dari pesawat “Ultra Short” milik perusahaan asal Virginia, Electra berhasil menyelesaikan uji coba penerbangannya pada Agustus 2024 di Fasilitas Udara Korps Marinir Quantico dan Pangkalan Gabungan Langley-Eustis.
Biro Desain Rusia, Tupolev nampaknya tengah bergembira setelah salah satu armada tempurnya, TU-22M3 sukses meluncurkan rudal jelajah Kh-22 ke Pulau Ular yang berada di Laut Hitam pada 27 September malam. Dilaporkan ada ledakan yang terjadi di lokasi, mengindikasikan bahwa rudal tersebut mengenai sasaran.
Roketsan, manufaktur persenjataan dari Turki, tak hanya fokus pada produksi beragam jenis rudal, termasuk rudal anti kapal Atmaca untuk TNI AL, Roketsan juga mengembangkan sistem hanud (pertahanan udara) dengan teknologi hybrid, yakni menggabungkan antara elemen elektromagnetik dan laser untuk melawan ancaman asimetris, seperti drone kamikaze. Seperti belum lama ini Roketsan merilis video sistem hanud ALKA Directed Energy Weapon System (DEWS). (more…)
Apa yang kerap ditampilkan di film sci-fi sepertinya bakal terealisasi dalam dunia nyata, yakni drone yang bisa membelah atau memecah menjadi beberapa drone yang lebih kecil untuk melumpuhkan pertahanan lawan. Persisnya ilmuwan Cina dilaporkan telah mengembangkan drone militer yang mampu dengan cepat terbelah menjadi enam unit terpisah di udara. (more…)