
Penerbangan Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) memasuki babak baru, yakni dengan suksesnya uji coba pengoperasian drone kargo HCMC, yang dikembangkan W Autonomous Systems (WA). Drone twin engine dengan ruang kargo mirip OV-10 Bronco ini, terbang selama 20 menit dari Lizard Peninsula dan berhasil mendarat di kapal induk HMS Prince of Wales di lepas pantai Cornish, yang setelah menurunkan muatan, terbang kembali ke Lizard Peninsula. (more…)

Korea Utara kembali membetot perhatian dunia, kali ini dengan berita peluncuran secara akbar kapal selam yang mampu meluncurkan rudal balistik – tactical nuclear attack submarine di Sinpho. Kapal selam baru tersebut diberi nama “Hero Kim Gun-ok” dan diberi nomor lambung 841. (more…)

Dalam sebuah pernyataan di media nasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, frigat Merah Putih (Arrowhead 140) baru akan selesai terbangun pada lima hingga enam tahun ke depan. Adapun netizen pada 25 Agustus lalu telah mendapat kabar baik dengan dilakukannya peletakan lunas (keel laying) unit perdana frigat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia. Terlepas dari lamanya proses pembangunan flagship TNI AL ini, rupanya ada kendala teknis yang harus dituntaskan agar tidak terjadi delay pada proses penyerahan kapal perang ini. (more…)

Serval class P-750B Small Attack Submarine, desainnya telah diperkenalkan Malakhit Design Bureau pada Army 2020. Meski baru dalam tahap desain, kapal selam non nuklir Rusia ini telah mendapat perhatian global, pasalnya Serval class yang dari segi tampilan lebih kecil dari Kilo class, ditenagai mesin turbin gas dan mengadopsi teknologi Air-independent propulsion (AIP). (more…)

Kilas balik ke bulan Januari lalu, saat itu diberitakan bahwa Australia mencangkan penyebaran ranjau laut pintar (smart sea mines) untuk melindungi teritorial lautnya. Dan setelah tujuh bulan berlalu, kabar terbaru datang dari Canberra yang menyebut telah menunjuk RWM Italia, anak perusahaan Rheinmetall untuk memasok ranjau pintar yang dimaksud. Sebelumnya memang ada dua pilihan negara pemasok untuk ranjau laut pintar, yakni Italia dan Spanyol. (more…)

Tak berselang lama setelah Hudong-Zhonghua Shipyard meluncuran frigat multirole Type 054B class di Shanghai, maka pada akhir Agustus lalu, Dalian Shipbuilding Industry Company telah meluncurkan kapal perusak (destroyer) Type 052DL class dengan sistem peluncuran vertikal – vertical launch system (VLS) terbesar di dunia untuk rudal balistik anti-kapal hipersonik YJ-21. (more…)

Selain menggenjot kekuatan armada kapal selamnya, Cina secara bersamaan juga terus memajukan teknologi anti kapal selam. Dan bicara teknologi kapal selam, maka temuan terbaru dari peneliti Cina bisa disebut bakal menarik untuk dicermati, yakni klaim dari ilmuwan Cina yang menyatakan bahwa teknologi seluler 6G dapat digunakan untuk misi berburu kapal selam. (more…)

Dianggap sebagai senjata pamungkas masa depan, Cina sejak tahun 2017 telah melakukan serangkaian uji coba penggunaan Electromagnetic Railgun pada kapal perang. Indikasi tersebut setelah Beijing melihat kesuksesan uji coba railgun oleh AS beberapa tahun sebelumnya. Namun, bukan perkara mudah untuk menciptakan Electromagnetic Railgun dengan kualitas tinggi. (more…)

Pamor Spanyol sebagai negara produsen kapal selam diesel listrik nyaris tak terdengar, kalah gaung dari Jerman, Perancis, Korea Selatan, bahkan oleh Turki sekalipun. Namun, kabar bahwa Spanyol menawarkan paket pengadaan dua kapal selam berikut pembangunan pangkalannya ke Filipina, telah menarik perhatian publik di Asia Tenggara, terlebih pada yang ditawarkan, yakni sosok kapal selam berteknologi air-independent propulsion (AIP) S-80 Plus class (aka – Isaac Peral class). (more…)

Frigat Jose Rizal Class – BRP Jose Rizal dan BRP Antonio Luna, buatan Hyundai Heavy Industries adalah flagship bagi Angkatan Laut Filipina. Mengadopsi desain semi stealth, Jose Rizal class dibekali dengan sistem senjata yang tercanggih untuk kelas kapal perang Filipina, termasuk rudal anti kapal, rudal hanud jarak pendek (Mistral) dan helikopter anti kapal selam. Namun, ada yang kurang, Jose Rizal class belum dibekali kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS). (more…)