
Jalannya pertempuran kadang tidak bisa diprediksi, dinamika yang terjadi di lapangan sangat mungkin menciptakan sebuah anomali. Kabar terbaru yang beredar luas di media sosial X (d/h Twitter) memperlihatkan rekaman video dari drone intai yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni memperlihatkan sepasang Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2A2 Bradley ODS-SA pasokan Amerika Serikat untuk Ukraina, berhasil melumpuhkan Main Battle Tank (MBT) T-90M Rusia. (more…)

Meski dikenal dengan predikat battle proven, namun usia rudal anti tank BGM-71 TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided) terbilang uzur, lantaran sudah mulai digunakan sejak awal dekade 70-an. Dan Korea Selatan sebagai salah satu pengguna rudal TOW berencana untuk menggantikannya dengan rudal anti tank produksi dalam negeri yang disebut Taipers (Tank Snipers). (more…)

Dengan gencarnya provokasi dari Korea Utara, maka Korea Selatan mutlak dalam status ‘siaga satu’ untuk mengawasi secara ketat DMZ (Garis Demarkasi Militer) sepanjang 238 km, lantaran selalu potensi penyusupan di wilayah perbatasan. Dikenal sebagai negara pemangku teknologi tinggi, sejak beberapa tahun lalu telah dikembangkan sistem canggih dengan robot pengintai di atas rel untuk memonitor perbatasan. (more…)

Meski terbukti efektif dalam pertempuran, operasional drone intai/kamikaze FPV (First Person View) umumnya terbentur pada terbatasnya jangkauan. Untuk itu sudah ada upaya untuk memperpanjang jangkauan drone FPV. Selain teknik “Drone Bawa Drone” yang dilakukan Rusia untuk meningkatkan jangkauan drone quadcopter FPV, juga ada pelibatan drone repeater “Upyr” yang juga diandalkan Rusia untuk peran memperpanjang jangkuan drone FPV. (more…)

Alutsista produksi Saab ini bukan barang baru lagi, pasalnya pertama kali diperkenalkan tahun 2017 silam di ajang Defence and Security Equipment International (DSEI) di London. Namun, setelah sekian lama, produk yang diberi label Mobile SHORAD (MSHORAD) baru menemukan pembelinya baru-baru ini. Pembeli Saab MSHORAD adalah Lituania, salah satu negara anggota NATO yang dilanda kecemasan akan invasi dari Rusia. (more…)

Peran drone kamikaze dengan kemampuan FPV (First Person View) tak bisa dipandang sebelah mata, laga perang Ukraina telah membuktikan peran drone kamikaze tersebut dalam serangan ke sasaran terpilih, dan drone FPV menjadi alat propaganda yang efektif, lantaran mampu menghadirkan rekaman video serangan dari sudut pandang ‘pilot’. Nah, dengan gemilangnya drone kamikaze FPV, yang menjadi pertanyaan mengapa justru adopsi alutsista berharga ‘murah’ ini justru kurang mendapat perhatian dari kalangan NATO. (more…)

Jauh sebelum berperang dengan Ukraina, tepatnya pada tahun 2016, Rusia telah memulai uji coba untuk menjadikan ranpur (kendaraan tempur) amfibi BMP-3, sebagai platform tanpa awak dalam proyek “Udar” Unmanned Combat Ground Vehicle (UCGV). Dan lama tak terdengar kabar kelanjutannya, belum lama ini ada kabar bahwa Rusia telah mengirm robot tempur berbasis BMP-3 ke medan tempur di Ukraina. (more…)

Di awal tahun 2024 ada kabar yang kurang mengenakan bagi Jerman dalam usahanya mendukung Ukraina, pasalnya sebagian besar dari armada Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 donasi dari Negeri Bavaria diwartakan tidak dapat beroperasi dengan optimal dalam peperangan menghadapi Rusia. (more…)

Meski bukan bertajuk promosi alutsista, namun insiden penembakkan 200 proyektil artileri oleh Korea Utara ke dua pulau di Korea Selatan pada 5 Januari 2024, telah menampilkan debut salah satu alutsista terlaris Korea Selatan. Buntut dari hujan artileri Korea Utara, direspon Korea Selatan dengan melakukan tembakan ‘balasan’ dengan penembakkan 400 proyetil artileri ke wilayah Korea Utara. (more…)

Dirancang mampu ditembakkan dari howitzer berstandar NATO seperti M109, FH77 dan TRF1 CAESAR, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia secara resmi mengumumkan tuntasnya pengembangan KM-1M Krasnopol-M2, yakni artillery guided weapon system atau dikenal juga sebagai munisi howitzer berpemadu laser di kaliber 155 mm. (more…)