Siap Masuk Pasar Jet Serang Ringan, Hurjet Terbang dengan Pylon Senjata di Bawah Sayap

Langkah Turki untuk membawa pesawat jet latih lanjut (advanced jet trainer) domestiknya, Hurjet, menuju level tempur taktis kini semakin benderang. Sebuah foto eksklusif yang diabadikan oleh fotografer penerbangan Enes Otken dan diunggah di media sosial pada 19 Mei 2026 memperlihatkan satu dari empat prototipe Hurjet tengah mengudara dengan konfigurasi baru yang agresif.

Baca juga: Aero L-29 Delfin: Generasi Pertama Jet Latih Tempur TNI AU

Sesuai prediksi yang muncul awal bulan ini mengenai pengembangan varian tempur kombatan, jet bermesin tunggal tersebut untuk pertama kalinya tertangkap kamera dipasangi empat unit pylon senjata di bawah sayapnya (underwing weapon pylons). Pengujian eksternal ini menjadi sinyal kuat atas ambisi Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk segera melemparkan Hurjet ke ceruk pasar jet serang ringan global yang dikenal sangat kompetitif dan padat.

Penerbangan bersejarah ini diyakini berlangsung di sekitar fasilitas manufaktur TAI (TUSAS) yang terletak di barat laut Ankara. Berdasarkan nomor ekor badan pesawat, unit yang memikul pylon senjata tersebut diidentifikasi sebagai prototipe nomor tiga dengan registrasi TUS-A003. Menariknya, ini merupakan airframe yang sama saat pertama kali mengudara dengan skema kamuflase dua warna, yakni abu-abu terang dan gelap pada 21 November 2024 silam.

Saat tertangkap kamera dalam fase pendaratan setelah menyelesaikan misi uji terbang—ditandai dengan posisi roda pendarat dan sirip rem udara (speedbrakes) yang terkembang—terdapat perangkat sensor uji berupa tabung pitot (flight data probe) di bagian hidung. Tidak hanya itu, TAI juga memasang dua unit kamera khusus dengan pola berbentuk V tepat di belakang kompartemen roda pendarat utama, yang sengaja dipasang untuk mengamati serta merekam dampak getaran (vibration) dan tekanan beban mekanis pylon senjata terhadap struktur sayap komposit.

Kehadiran varian bersenjata Hurjet dipastikan bakal mengusik dominasi produk-produk mapan dunia yang selama ini menguasai pasar jet serang ringan global. Hurjet akan menantang langsung kedigdayaan jet latih dan jet tempur ringan FA-50 (KAI T-50) buatan Korea Selatan, Boeing T-7A Red Hawk asal Amerika Serikat, Leonardo M-346A Master buatan Italia, hingga produk ikonik Rusia, Yakovlev Yak-130M.

Untuk memberikan taring yang mematikan, publikasi pertahanan domestik TurDef menyebutkan bahwa fase produksi berantai Hurjet ke depan akan langsung diintegrasikan dengan sistem avionik superior berbiaya murah, mencakup sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) domestik dari keluarga MURAD buatan Aselsan, serta kemampuan meluncurkan rudal udara-ke-udara canggih jarak dekat Bozdogan dan rudal jarak menengah-jauh Gokdogan. Langkah ini berjalan beriringan dengan misi utama Angkatan Udara Turki yang memesan 12 unit awal guna memensiunkan 68 unit jet latih tua milik mereka, T-38 Talon.

Meskipun TAI belum merilis pernyataan resmi mengenai detail pylon pada TUS-A003, portofolio internasional Hurjet telah melesat jauh dengan mengamankan Spanyol sebagai pelanggan ekspor pertamanya melalui program SAETA II. Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol (SASF) telah menandatangani kontrak pengadaan 30 unit Hurjet guna menggantikan 19 unit armada jet latih F-5M miliknya di Pangkalan Udara Talavera La Real (Ala 23) untuk melatih para calon pilot jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-18 Hornet.

Skema kerja sama ini dibagi menjadi dua fase krusial, di mana fase pertama dimulai pada tahun 2028 dengan pengiriman 21 unit pesawat, termasuk satu unit prototipe khusus untuk menguji integrasi komponen, sistem misi, dan teknologi avionik lokal buatan perusahaan Spanyol seperti Indra, GMV, Sener, Aertec, Grupo Oesia, dan Orbital. Sementara fase kedua yang dijadwalkan pada tahun 2031 hingga 2035 akan memastikan seluruh 30 unit pesawat dikonversi penuh ke standar reguler Spanyol, di mana 60 persen proses produksi fisiknya akan dieksekusi secara lokal di dalam negeri Spanyol oleh konsorsium yang dipimpin oleh Airbus.

Untuk urusan dapur pacu, seluruh armada Hurjet gelombang awal dipastikan mengandalkan mesin jet General Electric F404 buatan Amerika Serikat melalui kesepakatan pasokan yang baru saja diperbarui, setidaknya hingga mesin turbofan domestik seri-TF buatan TUSAŞ Engine Industries (TEI) siap digunakan secara operasional. Lompatan teknologi ini kian sempurna setelah Direktur Utama TAI, Mehmet Demiroglu, menegaskan kesiapan pabrikannya untuk merilis Hurjet varian angkatan laut (naval version).

Varian ini disiapkan untuk beroperasi di atas dek kapal induk masa depan Angkatan Laut Turki bernama MUGEM. Melalui infografis resmi, kapal induk berdesain ski-jump dengan sistem penahan Short Take-Off Barrier Arrested (STOBAR) tersebut nantinya tidak hanya mengusung Hurjet, melainkan juga wahana tanpa awak canggih seperti drone sayap lipat Bayraktar TB3, UCAV siluman ANKA-3, serta pesawat tempur pendamping otonom (CCA) Kizilelma.

Demi memenuhi membludaknya pesanan dari dalam dan luar negeri, TAI kini tengah mengekselerasi jalur perakitan massal menuju kapasitas produksi 100 unit, dengan target awal menembus ritme perakitan dua hingga tiga unit pesawat per bulan guna mengamankan pangsa pasar dirgantara internasional. (Gilang Perdana)

Akuisisi Varian Tercanggih ‘Block 20’, Filipina Bentuk Skadron Kedua Jet Tempur Ringan FA-50 Fighting Eagle

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *