Upgrade Tawaran ke Filipina: Korea Selatan Sodorkan Kapal Selam Canggih Jangbogo III dan Pinjaman Lunak 100%

Persaingan sengit dalam memperebutkan kontrak pengadaan kapal selam pertama Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy) kian memanas. Galangan kapal raksasa asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, resmi menaikkan pertaruhan dengan menyodorkan Jangbogo III PN, sebuah varian khusus berbasis kapal selam kelas KSS-III yang menjadi andalan Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN).

Baca juga: Ingin Masuk Peringkat Empat Besar Eksportir Senjata Global, Korea Selatan Fokus Tawarkan Kapal Selam ke Kanada, Filipina dan Polandia

Langkah agresif ini diambil untuk menyingkirkan para pesaing berat dari Eropa yang juga mengincar proyek bernilai strategis tersebut, di antaranya Naval Group (Perancis) dengan Scorpene class, Navantia (Spanyol) dengan S-80 Plus, serta Fincantieri (Italia).

Pengajuan varian Jangbogo III ini menandai pergeseran substansial dari tawaran awal Hanwha Ocean yang sebelumnya menyodorkan desain Ocean 1400 atau DSME 1400. Jika Ocean 1400 berbasis pada platform kapal selam Nagapasa class TNI AL yang berkapasitas 1.400 ton, maka proposal baru ini melompat jauh ke jajaran kapal selam konvensional kelas berat.

Berdasarkan data spesifikasi yang dibagikan kepada media pertahanan Janes, Jangbogo III PN memiliki panjang sekitar 77 meter, lebar 9,7 meter, serta bobot perpindahan di permukaan (surface displacement) mencapai 2.800 ton.

Tidak hanya ukuran fisik yang membengkak, Hanwha juga membekali tawaran terbarunya dengan teknologi baterai Lithium-ion yang memberikan keunggulan operasional berupa daya tahan menyelam (endurance) lebih lama serta kesenyapan mesin yang lebih tinggi dibandingkan sistem baterai konvensional.

Kapal Selam Tercanggih Korea Selatan: KSS-III (Jangbogo III) Gunakan Konsol Kemudi dan Penyelaman dari Perancis

Selain lompatan teknologi, kartu AS yang diandalkan Korea Selatan untuk memikat Manila terletak pada skema pembiayaannya. Pemerintah Korea Selatan dilaporkan menawarkan skema pinjaman lunak (soft loan) hingga 100 persen dari total nilai pengadaan. Dukungan pendanaan penuh dari Seoul ini menjadi daya tarik krusial bagi Filipina, yang anggaran pertahanannya kerap menghadapi keterbatasan dalam membiayai proyek alutsista bernilai besar secara tunai.

Guna melengkapi paket pembiayaan tersebut, Hanwha Ocean menyertakan skema dukungan menyeluruh (Total Solution Package). Mengingat Angkatan Laut Filipina belum memiliki pengalaman mengoperasikan armada bawah air, paket ini mencakup pelatihan komprehensif bagi awak kapal dan personel pemeliharaan, pembangunan fasilitas pangkalan pendukung kapal selam, hingga jaminan rantai pasok logistik jangka panjang.

Pendekatan ini diperkuat oleh rekam jejak Hanwha Systems yang sebelumnya sukses mengintegrasikan sistem manajemen tempur Naval Shield pada dua unit frigat kelas Jose Rizal milik Angkatan Laut Filipina.

‘Dikawal’ Proposal dari Empat Manufaktur, Filipina Percepat Program Pengadaan Kapal Selam

Langkah Hanwha Ocean memperkuat penawarannya menjadi relevan seiring fokus Filipina dalam memodernisasi pertahanan lautnya lewat program Revised Horizon 3 guna merespons eskalasi ketegangan di Laut Cina Selatan.

Kehadiran kapal selam berbobot 2.800 ton akan memberikan daya gentar (deterrence) yang signifikan bagi Manila dalam menjaga zona ekonomi eksklusif mereka. Kini keputusan akhir berada di tangan Pemerintah Filipina, apakah akan memilih keandalan teknologi serta dukungan finansial total dari Korea Selatan, atau beralih ke tawaran dari galangan kapal Eropa. (Gilang Perdana)

Kepincut Pinjaman Lunak dari Korea Selatan, Filipina Lirik Kapal Selam Type 209/1400

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *