Adopsi Desain Vard Norwegia, Chili Resmi Luncurkan Kapal Amfibi Multiguna LPD-93 Magallanes

Upaya modernisasi kekuatan proyeksi amfibi jarak jauh Angkatan Laut Chili (Armada de Chile) resmi memasuki babak baru yang bersejarah. Kapal angkut amfibi multiguna pertama dari kelas terbaru mereka, yang diberi nama Magallanes (LPD-93), secara resmi diluncurkan ke laut (launching) di fasilitas galangan kapal utama milik ASMAR (Astilleros y Maestranzas de la Armada) yang berlokasi di Talcahuano, Chili, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Mengenal LPD BAP Pisco: Varian Makassar Class Andalan Peru yang Unjuk Gigi di RIMPAC 2026
Momen krusial yang menandai tonggak kemandirian industri pertahanan maritim Chili ini pertama kali terungkap ke publik lewat unggahan visual terverifikasi di platform media sosial X oleh akun pemantau pertahanan internasional terkemuka, @sentdefender.
Proyek pembangunan kapal LPD Magallanes class ini merupakan bagian dari program strategis nasional Chili bertajuk Plan Escotillón IV, sebuah megaproyek ambisius yang dirancang untuk menggantikan armada kapal angkut amfibi tua mereka demi menghadapi tantangan maritim abad ke-21.
Dari spesifikasi teknis, kapal perang ini dibangun menggunakan basis desain Vard 7 511 garapan Vard Marine (anak perusahaan Fincantieri asal Norwegia). Magallanes memiliki panjang total (Length Overall / LOA) mencapai 110 meter, lebar (beam) 21,8 meter, dan sarat air (draft) sejauh 5,4 meter.
Future Chilean Navy Magallanes-class multipurpose amphibious transport Magallanes (LPD-93) being launched in Talcahuano, Chile – June 18, 2026 SRC: X-@sentdefender pic.twitter.com/cpEzENslh7
— WarshipCam (@WarshipCam) June 23, 2026
Memiliki bobot perpindahan (displacement) sekitar 7.900 ton, kapal ini ditenagai oleh sistem propulsi diesel-elektrik modern yang memungkinkannya melesat hingga kecepatan maksimum 16 knot, dengan jangkauan operasional yang luar biasa mencapai 7.000 mil laut pada kecepatan jelajah 12 knot, serta ketahanan di laut (endurance) hingga 30 hari penuh tanpa bekal ulang.
Sebagai kapal pendarat amfibi multiguna, keunggulan utama dari Magallanes class terletak pada fleksibilitas ruang akomodasi dan daya angkutnya. Kapal ini diawaki oleh 95 personel kru reguler dan mampu menampung hingga 250 personel pasukan pendarat (Marinir) beserta perlengkapan tempur lengkap.
Mientras en ASMAR Magallanes descansan el “ATF-60 Lientur” y el “OPV-83 Marinero Fuentealba”, en ASMAR Talcahuano se lanzaba el “LPD-93 Magallanes”.
Una política de Estado, para proteger las rutas interoceánicas y proyectarse al “Pacífico Sur Estratégico”.
🇨🇱🇦🇶🗿 https://t.co/E1IfY9PRcA pic.twitter.com/sM4kDXFX6i
— Juan Pablo Berlinger (@jpberlinger) June 18, 2026
Fleksibilitas ini didukung oleh ruang muat internal yang sangat masif, mencakup vehicle deck (dek kendaraan) seluas 400 meter persegi di dalam perut kapal untuk menggotong tank atau kendaraan lapis baja, serta cargo deck tambahan seluas 150 meter persegi. Selain itu, pada bagian buritan terdapat well deck (dek banjir) yang dirancang untuk meluncurkan dan mendaratkan dua unit kapal pendarat pasukan tipe LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel), memberikan kemampuan proyeksi kekuatan dari laut ke pantai (ship-to-shore) secara mandiri dan cepat.
Tidak hanya tangguh di permukaan laut, Magallanes class juga memiliki keunggulan taktis di sektor udara dan pertahanan diri. Bagian belakang kapal dilengkapi dengan flight deck (dek penerbangan) yang sangat luas, mampu mengakomodasi operasional helikopter angkut militer ukuran sedang hingga berat, seperti Airbus H215M Cougar yang menjadi andalan militer Chili.
Perú y Chile lideran la construcción de buques multipropósito en el Pacífico Sur
Con la reciente botadura del buque multipropósito LPD-93 Magallanes por parte del astillero ASMAR, Chile se convierte en el segundo país de América Latina en construir un buque multipropósito de… pic.twitter.com/hTospHs2hW
— Frontera Militar Internacional (@Fronteramilitar) June 18, 2026
Di sisi persenjataan, LPD ini dilengkapi dengan sistem manajemen tempur (Combat Management System / CMS) buatan dalam negeri Chili garapan DESA, yang terintegrasi dengan meriam utama kaliber medium di haluan serta stasiun senjata kendali jarak jauh (Remote Weapon Station / RWS) kaliber 20 mm atau 30 mm untuk menangani ancaman asimetris jarak dekat.
Keberhasilan galangan kapal ASMAR di Talcahuano dalam merampungkan fase peluncuran lambung Magallanes pada 18 Juni lalu membuktikan bahwa industri perkapalan dalam negeri Chili telah mampu menyerap teknologi tinggi galangan kapal Eropa utara dengan sangat baik.
Setelah fase peluncuran ini, Magallanes (LPD-93) akan segera memasuki tahap penyelesaian akhir di dermaga tambat (outfitting phase) untuk instalasi sensor elektro-optik, radar pencari, dan interior kapal. LPD canggih ini diproyeksikan akan resmi diserahterimakan dan masuk ke dinas aktif jajaran armada reguler Angkatan Laut Chili untuk mengamankan wilayah kedaulatan pantai Pasifik hingga mendukung operasi logistik di pangkalan Antartika. (Gilang Perdana)
Pantau Kapal Penangkap Ikan dari Cina, Angkatan Laut Chili Kerahkan Kapal Selam Scorpene Class


