Untuk melengkapi persenjataan lini pasukan khusus, corner shot jelas bukan barang baru lagi, guna menghadapi Pertempuran Jarak Dekat (PJD) atau CQB (Close Quarter Battle), beberapa satuan elite TNI sudah mengadopsi corner shot. Namun corner shot dalam label “CornerShot” yang digunakan TNI saat ini masih buatan luar negeri. Berangkat dari kebutuhan operasi PJD, Politeknik Kodiklatad TNI AD di Malang, telah merilis corner shot pistol yang dibuat berdasarkan penelitian dan produksi internal. (more…)
Bagi pemuda jaman now mungkin kurang akrab dengan rantis lapis baja yang bernama Tactica. Di masa lalu, rantis yang menjadi andalan Korps Brimob pada dekade 90 dan 2000-an ini begitu tinggi pamornya, terlebih pada periode 1995 sampai puncak reformasi 1998, banyak penanganan aksi massa yang mengharuskan kehadiran sosok rantis asal Inggris ini. Kondangnya nama Tactica bisa disandingkan dengan panser keluaran terbaru (saat itu) VAB 4×4 milik YonKav 7 Sersus Kodam Jaya. (more…)
Kilas balik ke awal tahun 2015, saat itu pemberitaan sempat ramai tentang sosok drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) buatan dalam negeri yang berhasil lepas landas dari deck helikopter korvet KRI Frans Kaisiepo 368. Kini tiga tahun berselang, drone yang diberi label LSU-02 memang belum juga masuk sebagai arsenal drone TNI AL, namun pihak pengembang, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) rupanya tak menyerah untuk terus mengembangkan kemampuan prototipe LSU-02. (more…)
Bukan Rusia namanya bila takluk begitu saja oleh gertakan Amerika Serikat. Meski Pemerintahan Donald Trump telah berupaya untuk memperlemah industri militer Rusia dengan pengenaan sanksi bagi negara pembeli alutsista Rusia. Namun ibarat Beruang Siberia, yang ada justru Rusia kian gencar melobi dan meyakinkan kelancaran produk yang telah dipesan oleh negara pembeli. (more…)
Setelah KRI Banjarmasin 592, KRI Banda Aceh 593, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao Del Sur (LD-602), pada hari Jumat, 3 Agustus 2018, PT PAL kembali meluncurkan kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock) pesanan Kementerian Pertahanan untuk TNI AL. Dari informasi yang bererdar, sosok LPD yang diberi nama KRI Semarang 594 akan menjadi LPD ke-5 yang nantinya dioperasikan Satuan Kapal Amfibi (Satfib). LPD pertama dan kedua adalah KRI Makassar 590 dan KRI Surabaya 592, saat itu masih dibagun di Daesun Shipbuilding dan Daewoo International Corporation, Korea Selatan. (more…)
Mungkin sudah takdirnya Indonesia harus menempuh jalan berliku untuk mendapatkan Sukhoi Su-35 Super Flanker. Setelah negosiasi yang alot dan penuh tarik ulur, akhirnya pada 10 Agustus 2017 ada kesepakatan (MoU) antara Indonesia dan Rusia untuk pengadaan 11 unit Su-35 lewat skema barter. Dan menanti proses yang tengah berjalan, ada kabar pemerintah Indonesia saat ini harus menunggu kelanjutan pengadaan jet tempur idaman ini. (more…)
Bicara tentang keluarga Sukhoi di Asia Tenggara, semua mata selama ini merujuk ke Malaysia sebagai pemilik Sukhoi Su-30MKM, varian Sukhoi yang paling maju fiturnya, terutama bila dibandingkan Sukhoi Su-30MK2 milik Indonesia dan Su-30MK2V milik Vietnam. Selain racikan fitur yang terdepan, Su-30MKM pun ‘kaya’ kegiatan, seperti sukses meluncurkan bom pintar berstandar NATO dengan pemandu laser (GBU-12) dan pernah pula meluncurkan rudal jelajah anti kapal Kh-31 yang harganya selangit. (more…)
Setelah hajatan Indo Defence 2016 banyak kalangan bertanya tentang bagaimana kelanjutan proyek tank boat “Antasena.” Dan seperti halnya proyek medium tank Pindad yang menjadi mercuasuar kemandirian industri alutsista dalam negeri, proyek tank boat yang juga dikenal sebagai Lundin X18 ini sudah mendapat angin segar. Pihak manufaktur, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) telah mencanangkan tahun depan (2019) satu prototipe Antasena sudah dapat dirampungkan, dan siap dilakukan pengujian. (more…)
Smartphone Caterpillar B15Q dengan armband sebagai unit terminal BMS infanteri.
Selain satuan kavaleri, satuan infanteri TNI AD kedepan juga akan dimaksimalkan kemampuan operasi tempurnya dengan mengadopsi Battlefield Management System (BMS). Merujuk instruksi dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, BMS CY-16H yang kini telah digunakan pada ratusan ranpur Anoa 6×6, MBT Leopard dan IFV Marder 1A3, juga akan diarahkan penerapannya pada level Batalyon Infanteri, khususnya untuk Infanteri Raider. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)