Sinergi intelijen antara Rusia dan Iran di ruang angkasa menjadi kabar buruk bagi kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Laporan terbaru dari CNN menyebutkan, bahwa Moskow diduga kuat memanfaatkan jaringan satelit mata-matanya untuk memandu serangan rudal Iran agar menghantam target-target vital AS secara presisi. (more…)
Rangkaian serangan udara dan rudal yang dilancarkan Iran membuka tabir kerentanan nyata dari pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sejak dimulainya Operation Epic Fury oleh AS dan sekutunya pada 28 Februari 2026, Berdasarkan analisis The Wall Street Journal (WSJ), Iran dilaporkan telah melepaskan lebih dari 2.000 serangan balasan yang menghantam sedikitnya 20 instalasi militer AS di delapan negara kawasan. (more…)