Tag: Laut Cina Selatan

Kapal Perusak AS Lintasi Laut Cina Selatan, Ahli Militer Cina Sarankan Serangan Laser Sebagai Peringatan

Meski wabah virus corona sedang merebak hampir di seluruh penjuru dunia, namun rupanya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan masih menyisakan bara. Seperti pada 10 Maret lalu, kapal perusak Arleigh Burke-class – USS McCampbell (DDG 85) diketahui melintas di Kepulauan Paracel, wilayah yang disengketakan antara Cina dan Vietnam. Bagi Cina, Perairan di Paracel atau disebut Cina sebagai Xisha, adalah kedaulatan mutlak milik Sang Naga, dan melintasnya USS Campbell jelas menjadi masalah serius. (more…)

Buntut Serangan Laser AL Cina ke P-8 Poseidon, AS: “You Don’t Want to Play Laser Tag With Us”

Masih hangat dalam ingatan, pada 27 Februari 2020, pesawat intai maritim AL AS P-8 Poseidon mendapat serangan sinar laser dari kapal perang Cina saat melintas di lautan internasional Pasifik, persisnya 380 mil di lepas pantai Guam. Dan kini telah diketahui identitas sang kapal perang ‘iseng’ tersebut, yaitu kapal perusak Hohhot dengan nomer lambung 161 dari Type 052D Luyang III Class. (more…)

Type 054A: Intip Frigat Multirole Cina yang Sempat ‘Mampir’ di Laut Natuna Utara

Secara dimensi tak ada yang terlalu menarik dari kapal ini, maklum jenis kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard/CCG) hampir rata-rata berukuran besar, layaknya sebuah korvet atau frigat. Namun ada yang berbeda dari pantauan pesawat intai maritim CN-235 MPA Puspenerbal TNI AL pada 3 Februari lalu. Dimana ada satu kapal ‘patroli’ yang catnya tak lazim diantara kapal penjaga pantai. (more…)

Cegah Investor Cina, AL Filipina Berencana Bangun Basis Kapal Selam di Teluk Subic

Teluk Subic

Bangkrutnya Hanjin Heavy Industries and Construction, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, rupanya mulai mencemaskan pihak Angkatan Laut Filipina, lantaran Hanjin yang selama ini menjadi pengguna lahan di pelabuhan Teluk Subic terancam angkat kaki. Dan sebagai gantinya, Teluk Subic yang eks pangkakan angkatan laut Amerika Serikat terancam jatuh ke investor baru dari Cina. Pihak AL berupaya agar Subic tidak ‘jatuh’ ke tangan investor Cina, dimana hal tersebut dapat berdampak negatif pada kepentingan stragegis, terutama terkait eskalasi di Laut Cina Selatan. (more…)

Kerahkan “Milisi Maritim,” Cina Tangkapi Drone Bawah Laut Asing

Nelayan Cina di Laut Cina Selatan mungkin menjadi nelayan yang paling ‘bahagia’ di dunia, mengapa? Mulai dari ongkos bahan bakar yang mendapat subsidi tinggi dari pemerintah, sampai melaut pun mendapat pengawalan dari kapal penjaga pantai (China Coast Guard/CCG). Tidak itu saja, nelayan Cina malah mendapat rejeki tambahan, bukan lantaran menangkap ikan, melainkan karena prestasi mereka menangkap drone bawah laut. Lho? (more…)

Thales DA05 – Radar Intai Udara Sekunder di KRI Karel Satsuit Tubun 356

Bagi Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), keberadaan radar intai udara di armada kapal perang frigat dan korvet TNI AL juga berperan sebagai gap filler dan mendukung jangkauan radar intai eksisting yang ada di daratan. Seperti dalam operasi pengamanan di kawasan Natuna, selain ada Satuan Radar 212 di Ranai, pengintaian ruang udara TNI mendapat perkuatan dari radar-radar udara yang melekat di kapal kombatan TNI AL. (more…)

Perancis Kembangkan Konsep HAPS Stratobus untuk Kepentingan Militer

Bagi kebanyakan negara, adopsi teknologi (High Altitude Platform Station) masih dalam tahap kajian, termasuk di Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) semasa dijabat Wiranto pernah melakukan diskusi mendalam tentang penerapan HAPS untuk mendukung sistem komunikasi pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. (more…)

Thales LW03 – Radar Intai Udara Utama di Frigat KRI Karel Satsuit Tubun 356

Diantara kapal kombatan TNI AL yang kini digelar di sekitaran Laut Natuna Utara, sebagian besar adalah dari jenis korvet, sementara yang menyandang predikat frigat baru satu unit, yakni KRI Karel Satsuit Tubun 356, yang kita kenal sebagai bagian dari Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class). Kapal perang dengan kode KST 356 ini otomatis menjadi kapal kombatan bertonase terbesar TNI AL di Natuna, sekaligus juga menjadi yang paling ‘senior’ dari segi usia. (more…)