Formasi ratusan kapal nelayan Cina di Julian Felipe Reef pada 7 Maret 2021. (NTF WPS)
Kelompok yang diduga sebagai “milisi maritim” kembali berulah di Laut Cina Selatan, setelah Pemerintah Filipina menginformasikan keberadaan lebih dari 220 kapal nelayan Cina yang diyakini diawaki oleh milisi maritim di terumbu karang (reef) di Laut Filipina Barat. Formasi ratusan kapal-kapal itu terbilang janggal, seperti tidak menunjukkan aktivitas penangkapan ikan dan lampu putih menyala pada malam hari. (more…)
Lantaran meremehkan potensi ancaman dari seberang lautan, Amerika Serikat hingga saat ini masih trauma akibat serangan fenomenal di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Seolah tak ingin kebobolan lagi, beragam skenario digelar untuk melindungi teritorinya yang berada di Pasifik. Dan sudah bukan rahasia lagi, bila Amerika Serikat sangat khawatir atas serangan Cina ke basis militer di Pulau Guam. (more…)
Pernah menjadi penakluk dalam Perang Dunia Kedua, setiap kehadiran militer Jepang dan Jerman kerap menjadi sorotan sampai saat ini. Meski kini taji militernya dapat diukur, tetap saja pemberitaan gelar kekuatan kedua negara menarik untuk dicermati, terlebih bagi Jerman yang diwartakan akan mengirimkan kapal perangnya ke Laut Cina Selatan. (more…)
Seolah mengikuti jejak Perancis dan Inggris, masih dari Benua Biru, Jerman dikabarkan dalam waktu tak lama lagi akan mengirimkan armada kapal perangnya ke wilayah Laut Cina Selatan. Pengiriman kapal perang Jerman ke Asia, disebut menjadi yang pertama sejak tahun 2002. (more…)
Dalam politik luar negerinya, sudah barang tentu Amerika Serikat ingin menggalang kerja sama dengan negara lain, terkhusus di bidang kerja sama pertahanan, sebisa mungkin Negeri Paman Sam membina perkawanan dengan negara-negara di yang wilayah yang terdapat hot spot. Bila di Timur Tengah yang jadi ancaman adalan Iran, maka di Asia Pasifik, tak pelak Cina yang dianggap sebagai seteru terbesarnya. (more…)
Belum lama ini, frigat FS Vendemiaire dan kapal selam nuklir FS Emeraude unjuk gigi dalam Passing Exercise di Selat Sunda, dan informasi terkini, kedua unsur tempur Angkatan Laut Perancis itu telah berada di sekitaran Laut Cina Selatan. Dan ada kabar terbaru, bahwa Perancis tengah mempersiapkan kehadiran militernya secara lebih ‘serius’ di kawasan Indo Pasifik. (more…)
Yang satu ini memang bukan kapal perang utama dalam jajaran armada Angkatan Laut Cina, nanun, kapal perang dari jenis korvet ini punya peran penting dalam diplomasi Beijing, terutama di wilayah konflik seperti Laut Cina Selatan. Dengan jumlah unit yang cukup besar (72 unit), korvet Type 056A tak pelak menjadi salah satu garda terdepan yang diandalkan Cina di wilayah perbatasan. (more…)
Nampak meriam PJ26 kaliber 76 mm dan dibelakangnya 32 cell rudal hanud HQ-16.
Seolah ada yang terlewatkan dari pemberitaan di media nasional, bahwa satu hari sebelum melintasnya kapal induk nuklir USS Nimitz beserta pengiringnya di Selat Malaka pada 5 Februari 2021, yaitu pada 4 Februari lalu sebenarnya ada kapal perang Angkatan Laut Cina yang kepergok patroli TNI AL, dimana kapal yang diidentifikasi sebagai frigat Xuchang 536 telah memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara. (more…)
Merespon tingginya tensi ketegangan antara Cina dan Taiwan, hari Jumat ini (5/2/2021), kapal induk nuklir USS Nimitz berikut beberapa kapal pengiringnya tengah berlayar kembali menuju Laut Cina Selatan. Dari monitor data AIS (Automatic Identification System), USS Nimitz (CVN-68), berikut kapal penjelajah USS Princeton (CG-59) dan kapal perusak USS Sterett (DDG-104) melintasi Selat Malaka untuk bergabung dengan kelompok tempur dari kapal induk USS Theodore Roosevelt yang sudah lebih dulu hadir di Laut Cina Selatan. (more…)
Sebagai alutsista strategis, sudah barang tentu proses pembangunan kapal selam mendapatkan proteksi dan pengamanan yang ketat, termasuk agar tak mudah ‘diintip’ oleh mata-mata asing. Namun, lantaran yang dibangun adalah kapal selam nuklir dengan bobot belasan ribu ton, maka bakal sulit untuk menutupi semua proses produksi tersebut. Seperti belum lama ini, Open Source Intelligence (OSINT) memperlihatkan citra satelit atas komponen yang diduga sebagai bagian dari kapal selam nuklir Cina. (more…)