Meski belum resmi dipinang, masing-masing matra di TNI punya andalan drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), ada yang sudah operasional seperrti Wulung oleh Skadron Udara 51, tapi ada yang masih prototipe, seperti serial LSU (LAPAN Surveillance UAV) dan OS Waifanusa yang ‘dekat’ dengan litbang TNI AL. Lantas, bagaimana dengan TNI AD? Matra darat tentu telah merilis beberapa tipe drone, termasuk flapping wing (robot burung) dan quadcopter yang dipersenjatai. Lain dari itu, TNI AD tak ingin ketinggalan dengan merilis prototipe Super Drone, yakni jenis UAV pesawat udara propeller. (more…)
Category: Pesawat Pengintai
LAPAN LSU-05: UAV dengan Kemampuan Terbang 8 Jam dan Jarak Jangkau 800 Km!
Dimulai sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014, debut drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) seolah terdongkrak lewat niatan Capres Jokowi saat itu untuk memberdayakan peran drone untuk kepentingan intai pertahanan. Dari situlah beberapa instansi yang tekait iptek kian terpacu untuk mewujudkan prototipe drone. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menjadi ‘salah satu’ pemain yang diperhitungkan di Tanah Air. Setelah sukses dengan proyek prototipe LSU (LAPAN Surveillance UAV)-02 yang berhasil take off dari dek kapal perang KRI Diponegoro 365. (more…)
Aerostar TUAV: Drone Intai Andalan Skadron Udara 51 TNI AU
Dengan latar kondisi dan tantangan di kawasan Timur Tengah memaksa Israel menjadi kekuatan nomer satu dalam pengembangan teknologi drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Didukung AS, keterlibatan vendor drone Israel seperti IAI (Israel Aerospace Industries), Elbit dan Aeronautics Defense Systems hingga kini telah menelurkan beberapa jenis drone yang populer seperti Heron, Searcher, Scout, Hermes dan Aerostar. Bahkan tak sedikit varian drone kombatan, UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang sudah dilibatkan langsung dalam operasi militer.
Airbus Defence and Space Perkenalkan Teknologi Counter Drone (UAV)
Penggunaan drone/UAV (unmanned aerial vehicle) dipercaya bakal kian masif dalam beragam operasi pengintaian (surveillance). Selain ongkos gelaran yang lebih hemat, aksi drone juga tak menimbulkan potensi kehilangan nyawa personel. Selain terus memajukan teknologi pengoperasian drone, tak kalah penting juga adalah pengembangan teknologi anti drone itu sendiri. Seperti halnya bila kita mengedepankan teknologi kapal selam, selaras juga harus didukung penguasaan teknologi AKS (anti kapal selam). (more…)
Pulau Natuna Akan Dipersiapkan Sebagai Basis Drone UAV
Guna menghadapi eskalasi dan tantangan di kawasan Laut Cina Selatan, TNI akan mempersiapkan penempatan satuan drone/UAV (Unmmaned Aerial Vehicle) di Pulau Natuna. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kunjungan kerjana ke Lanud Ranai di Kepulauan Riau dan Pos Perbatasan TNI di Pulau Sekatung. (more…)
OS-Wifanusa: Prototipe Drone Pesawat Amfibi Untuk Misi Intai Maritim
Sebagai kekuatan laut terbesar di Asia Tenggara, TNI AL tergolong ‘komplit’ untuk deployment beragam tipe alutsista, namun ada satu yang kurang, yakni ketiadaan pesawat amfibi untuk menunjang tugas intai dan patroli maritim. Begitu pun dengan TNI AU, setelah berakhirnya pengabdian UF-2 Albatross Skadron Udara 5, praktis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tak lagi memiliki pesawat amfibi. (more…)
SAGE 600: Perangkat Perang Elektronik Berbasis Frekuensi Radio Untuk CN-235 220 MPA TNI AU
Dengan moncong hidung mancung khas ‘Pinokio,’ CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) TNI AU yang dilengkapi radar Thales, hingga kini masih dipercaya sebagai produk unggulan PT Dirgantara Indonesia dalam menelurkan serial pesawat intai bermaritim, meski Puspenerbal TNI AL punya varian yang lebih baru, yakni CN-235 220 NG MPA, tetap saja CN-235 220 MPA milik Skadron Udara 5 TNI AU masih yang paling lekat di mata publik, tentu saja lewat ciri khas moncong radarnya yang ekstra mancung. (more…)
Bombardier CL-415: Flying Boat Turboprop Modern, Pernah Ditawarkan ke Indonesia

Merespon visi poros maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi, maka pembicaraan tentang kebutuhan pesawat amfibi menjadi mengemuka. Setidaknya saat ini ada dua kompetitor yang berharap mendapat rejeki order dari pemerintah Indonesia. Yang pertama, Beriev Be-200 Altair dari Rusia, dan kedua adalah US-2 ShinMaywa dari Jepang.
(more…)
Mampu Menahan Gelombang Laut 3 Meter, US-2 Pernah Dilirik Indonesia

Indonesia dan Jepang tengah mempersiapkan perjanjian di bidang pertahanan yang akan memfasilitasi perdagangan dan produksi alutsista dari kedua belah pihak. Yusron Ihza Mahendra, Dubes RI untuk Jepang, mengatakan nota kesepahaman (MoU) kerjasama pertahanan telah disepakati saat kunjungan presiden Indonesia Joko Widodo ke Tokyo, Jepang pada bulan Maret lalu.
Cessna O-1 Bird Dog: Pesawat Observer TNI AD Dengan Sentuhan “CAS”
Bagi yang melihatnya, pesawat ini menyiratkan kesan pesawat baling-baling yang sederhana. Desainnya cenderung mengarah ke rancangan pesawat latih mula bagi kadet penerbang. Tapi jangan salah, reputasi pesawat yang bentuknya ‘culun’ ini cukup mendunia. Di babak awal Perang Korea dan Vietnam, militer AS banyak mengandalkan pesawat ini sebagai FAC (forward air control) untuk mengarahkan serangan lanjutan dari elemen CAS (close air support). Inilah Cessna L-19 atau kondang dengan identitas Cessna O-1 Bird Dog. (more…)










