Platform P-3 Orion Masih Laku, Kanada Tawarkan Empat Pesawat Intai Maritim CP-140 Aurora ke Cile

Pemerintah Kanada secara resmi menawarkan transfer empat unit pesawat intai maritim surplus CP-140M Aurora kepada Angkatan Laut Cile. Berdasarkan laporan investigasi media pertahanan Infodefensa, skema penawaran ini dirancang dalam dua fase, di mana dua unit pesawat dapat dikirimkan ke Cile dalam waktu yang relatif cepat, sementara dua unit sisanya saat ini masih menjalani proses modernisasi akhir di fasilitas kedirgantaraan Kanada.

Baca juga: CN-235 220 MPA TNI AL ‘Lolos’ Critical Design Review: Pesawat Intai Maritim Indonesia Kini Siap Diupgrade!

Jika tawaran ini diterima oleh Santiago, kehadiran armada Aurora dipastikan akan mendongkrak secara drastis taji dan kesiapan tempur Komando Penerbangan Angkatan Laut Cile (Comando de Aviación Naval). Pasalnya, lini pertahanan udara maritim Cile saat ini tengah berada dalam kondisi kritis karena hanya menyisakan dua unit pesawat intai Lockheed P-3ACH Orion yang berstatus operasional untuk mengawal wilayah laut mereka yang teramat luas.

Tawaran ini menjadi bukti nyata sekaligus menyiratkan bahwa varian pesawat intai maritim lawas berbasis platform legendaris P-3 Orion ternyata masih memiliki taji, bernilai tinggi, dan mempunyai pangsa pasar tersendiri di era modern. CP-140 Aurora sendiri merupakan pesawat patroli maritim jarak jauh dan pemburu kapal selam (ASW) andalan Kanada yang dibangun menggunakan basis airframe P-3 Orion buatan Lockheed, namun mengintegrasikan sistem avionik yang aslinya diturunkan dari pesawat legendaris berbasis kapal induk S-3 Viking.

Dipercaya bahwa perusahaan dirgantara Kanada, IMP Aerospace, menjadi jembatan utama dalam kesepakatan ini karena mereka memiliki rekam jejak kemitraan yang panjang dengan Angkatan Laut Cile, termasuk saat sukses memimpin proyek modernisasi armada P-3 Orion milik Cile di Halifax, Nova Scotia, antara tahun 2017 hingga awal dekade 2020-an.

Bagi militer Cile, akuisisi CP-140M Aurora akan memberikan lonjakan instan pada kapabilitas pengawasan maritim jarak jauh di sepanjang kawasan Pasifik Selatan hingga ke Samudra Selatan yang terkenal berarus ganas. Berkat peningkatan struktural yang masif, pesawat bermesin turboprop ini dibekali radar pengintai maritim canggih, sensor elektro-optik sensitif, sistem pemrosesan akustik untuk melacak kapal selam musuh, serta sistem manajemen misi modern.

Kombinasi perangkat di atas membuat varian Aurora berkemampuan penuh untuk menjalankan misi peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-permukaan, pengumpulan data intelijen elektronik (ELINT), operasi pencarian dan pertolongan (SAR), hingga mengawal kedaulatan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang rawan dari aksi pencurian ikan terorganisir oleh armada asing jauh dari daratan utama.

Di sisi lain, keputusan Kanada untuk melepas surplus pesawat intai ini tidak terlepas dari langkah radikal Angkatan Udara Kanada (RCAF) yang tengah mengeksekusi transisi armada kedirgantaraan mereka secara besar-besaran. Saat ini, Kanada tercatat masih mengoperasikan total 14 unit pesawat CP-140M Aurora yang telah diperpanjang usia pakainya.

Sebagai suksesor mutakhir, Pemerintah Kanada di bawah proyek Canadian Multi-Mission Aircraft (CMMA) telah resmi menjatuhkan pilihan pada Boeing P-8A Poseidon, jet intai maritim generasi terbaru berbasis Boeing 737-800ERX.

Dengan dimulainya proses perakitan bodi perdana pesawat pesanan Ottawa di fasilitas Boeing pada awal tahun 2026 ini, armada P-8A Poseidon dijadwalkan akan mulai dikirim secara bertahap untuk menggantikan peran Aurora secara penuh pada dekade 2030-an, sekaligus membuka peluang bagi pesawat-pesawat berbasis P-3 Orion eks-Kanada ini untuk menemukan rumah baru di belahan bumi bagian selatan. (Bayu Pamungkas)

Lockheed P-3K2 Orion AU Selandia Baru, Resmi Pensiun Setelah 57 Tahun Beroperasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *