Negara-negara di Benua Biru yang tergabung dalam Uni Eropa telah memperlihatkan soliditasnya dalam aspek sistem pertahanan udara (hanud). Dipicu olelh kekhawatiran meluasnya eskalasi perang di Ukraina, 19 negara Eropa telah bersatu dalam proyek European Skyshield Initiative (ESI). (more…)
Ada yang menarik dari Euronaval 2024 (4-7 November 2024) di Paris, Perancis, yakni MBDA Missile Systems merayakan tonggak bersejarah atas produksi unit ke-4.000 rudal jelajah anti kapal legendaris Exocet (seluru varian), Unit Exocet ke-4.000, yakni varian terbaru Exocet MM40 Block 3c telah diserahkan kepada first launch customer, Angkatan Laut Perancis. (more…)
Pada 14 Oktober 2024, MBDA Italia – bagian dari MBDA Missile Systems telah berhasil melakukan uji coba peluncuran perdana rudal anti kapal/permukaan Teseo MK2E ‘Evo’ yang dirancang untuk kebutuhan Angkatan Laut Italia. Teseo MK2E ‘Evo’ adalah rudal generasi baru yang menghadirkan peningkatan substansial dalam kemampuan anti kapal dari keluarga rudal Teseo, yang dikenal di luar negeri sebagai Otomat. (more…)
MBDA Missile Systems kini dalam skala penuh produksi rudal jelajah anti kapal terbaru Exocet MM40 Block 3c untuk Angkatan Laut Perancis. Dengan kemampuan anti jamming yang ditingkatkan dan sistem pencari dari Thales, MM40 Block 3c tak pelak menjadi rudal anti kapal yang debutnya dinanti untuk beraksi. Nah, lama tidak terdengar, bagaimana dengan varian rudal Exocet yang diluncurkan dari kapal selam (submarine launched)? (more…)
Korea Selatan jelas tidak ingin KF-21 Boramae saat resmi dioperasikan oleh Angkatan Udara-nya (RoKAF) menjadi jet tempur ‘macan ompong’. Dirancang untuk bertempur di medan perang yang sesungguhnya, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) belum lama ini dikabarkan telah menandatangani kesepakatan pembelian rudal udara ke udara jarak jauh Meteor produksi MBDA Missile Systems. (more…)
Ancaman perang asimetris kian dominan, dalam aspek kelautan, sistem pertahanan pada kapal perang permukaan tidak melulu tertuju pada kualitas, namun juga diperhatikan mengenai kuantitas. Menyambung artikel terdahulu tentang “Sea Warden” dari MBDA Missile Systems, salah satu komponen pada sistem hanud modular pada kapal adalah rudal Mistral dengan peluncur Simbad-RC. (more…)
“No one single solution” dalam menghadapi perang asimetris, khususnya bagi kapal perang dalam menghadapi ancaman yang datang dari drone kamikaze udara (loitering munition) dan drone laut permukaan (USV) kamikaze. Dengan ukuran yang kecil, sistem radar harus mampu beraptasi untuk mendeteksi obyek yang dengan radar cross-section (RCS) yang begitu kecil. Selain tantangan pada kemampuan deteksi, ada lagi yang harus dicermati, apakah itu? (more…)
Nama rudal Mistral produksi MBDA Missile Systems yang berbasis di Perancis, sangat lekat dibenak netizen Indonesia, pasalnya Mistral sampai saat ini menjadi rudal hanud (pertahanan udara) dengan populasi terbesar di Indonesia, yang digunakan oleh Arhanud TNI AD dan pada kapal perang TNI AL. Nah, belum lama ada kabar dari Perancis, bahwa MBDA telah meningkatkan kapasitas produksi rudal hanud SHORAD (Short Range Air Defence) MANPADS (Man Portable Air Defence System) ini. (more…)
Dari beragam rudal (peluru kendali) yang dimiliki TNI-AL, boleh dibilang Exocet adalah jenis yang paling populer, selain tipe rudal Harpoon, Mistral dan C-802. Pasalnya Exocet telah memperkuat TNI-AL cukup lama, yakni sejak awal tahun 80-an Rudal buatan Prancis ini mulai memperkuat jajaran alutsista (alat utama sistem senjata) TNI-AL bersamaan kehadiran frigat-frigat yang disiapkan guna mengusung Exocet sebagai senjata utama anti kapal permukaan. (more…)