Negara-negara di dunia sangat terancam dengan pergerakan Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Cina dalam mengembangkan rudal hipersonik. Melihat hal itu, Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan pertahanan multinasional asal Israel, hadir bak dewa dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (Hanud) terbaru “Sky Sonic”, pencegat rudal hipersonik (Sky Sonic interceptor).
Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (DGA) memberikan tugas baru kepada Naval Group melalui sebuah kontrak perjanjian kerja sama untuk mempelajari sekaligus mengembangkan desain combat Extra Large Uncrewed Underwater Vehicles (XLUUV) di masa depan. XLUUV atau disebut juga sebagai Kendaraan Bawah Air Tempur Tak Berawak (UCUV) dinilai memegang peranan penting mewujudukan supremasi bawah laut dengan beragam kemampuan.
Kontrak pembelian Unmanned Aerial Combat Vehicle (UCAV) atau drone Bayraktar TB2 buatan Turki oleh Pemerintah Kuwait akhirnya rampung. Keduanya kini telah sah menandatangani kontrak pembelian senilai US$367 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.
Kementerian Pertahanan Inggris dalam waktu dekat akan menyodorkan kontrak ke Rolls-Royce untuk memasok mesin EJ200 ke jet tempur Eurofighter Typhoon. Bila tak ada perubahan, perusahaan multinasional dalam negeri itu akan menyokong mesin tersebut selama enam tahun dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2029 dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai £500 juta atau sekitar Rp8 triliun.
Dimulainya fase serangan balik Ukraina ditandai dengan penggunaan alutsista ‘berat’ donasi Barat, sebut saja parade Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4/2A6, Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dan beberapa kendaraan pembersih ranjau lansiran Inggris. Terlepas dari insiden rontoknya beberapa ranpur di atas, yang menarik adalah Rusia justru mampu membuktikan kemampuan drone kamikaze produksi dalam negerinya, Lancet 3. (more…)
Perang yang berkecamuk di Ukraina, tak pelak memunculkan isu penggunaan senjata nuklir. Dan penggeralan senjata nuklir erat dikaitkan dengan alutsista berat, sebut saja rudal balistik dengan bobot belasan hingga puluhan ton, sampai bom yang dilepaskan dari jet tempur atau pembom dengan spesifikasi khusus. Namun, di era Perang Dingin, penggelaran senjata nuklir taktis rupanya langsung melibatkan kemampan individu dari pasukan khusus dalam misi infiltrasi. (more…)
Kegigihan Cina dalam mengumpulkan informasi intelijen memang luar biasa. Selain memanfaatkan armada kapal riset yang berlayar jauh mendekati negara sasaran, Cina juga menggunakan jasa balon udara mata-mata, seperti yang belum lama ditembak jatuh oleh F-22 Raptor. Namun, pola pengumpulan informasi intelijen dengan dua modus tersebut dirasa Cina belum cukup, untuk ‘menguping’ informasi penting dari AS diperlukan upaya ekstra dalam melakoni operasi Signals Intelligence (SIGINT). (more…)
Ranpur APC roda rantai MT-LB lumayan banyak dikerahkan Rusia dalam operasi tempurnya di Ukraina. Selain stok yang berlimpah, yang menarik dari adopsi MT-LB adalah ranpur lapis baja dari era soviet ini ‘dikawinkan’ dengan jenis senjata yang aslinya tidak dipasangkan untuk MT-LB. (more…)
General Dynamics Land Systems (GDLS) pada 29 Juni 2022 mengumumkan telah terpilih untuk memasok tank ringan dalam desain Mobile Protected Firepower (MPF) untuk kebutuhan Angkatan Darat AS (US Army). Dan pada hari Kamis lalu (8/6/2023), Pentagon telah resmi memberi nama MPF sebagai M10 Booker, dengan penenakan bahwa ranpur ini bukan hanya sebatas tank ringan. (more…)
Rontoknya beberapa ranpur lapis baja Ukraina di ladang ranjau menjadi treding topik, pasalnya alutsista yang rontok adalah Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A6 dari Jerman dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dari Amerika Serikat. Tidak itu saja, kelompok ranpur yang ikut rontok ada nama BMR-2. Ranpur ini terbilang unik, meski tampilannya laksana tank, BMR-2 adalah kendaraan yang punya spesialisasi dalam misi pembersihan ranjau – mine clearing vehicle. (more…)