Perkuat Pertahanan Titik, Fregat Mogami Class Upgraded Australia Akan Dipersenjatai Raytheon SeaRAM

Proyek ambisius Australia untuk memperkuat armada permukaan melalui program fregat masa depan berbasis desain Mogami class asal Jepang kini memasuki babak baru dalam pemilihan sistem persenjataannya.

Baca juga: Efisiensi Melejit 150%! Begini Cara Robot dan AI Cina Membangun Kerangka Jet Tempur J-20

Laporan terbaru pada Mei 2026 mengungkapkan bahwa fregat hasil kerja sama antara Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan industri pertahanan Australia tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal Raytheon SeaRAM.

Keputusan ini menandai langkah krusial Canberra dalam memastikan kapal perang terbarunya memiliki perlindungan mandiri yang mumpuni terhadap ancaman rudal anti kapal dan pesawat tanpa awak yang kian canggih di kawasan Indo-Pasifik. Australia sendiri berencana mengakuisisi hingga 11 unit frigat Mogami class versi upgraded ini guna menggantikan peran fregat Anzac class, di mana setidaknya tiga unit pertama akan dibangun langsung di Jepang sementara sisanya akan diproduksi secara lokal di Henderson, Australia Barat.

SeaRAM dipilih karena kemampuannya yang unik dalam menggabungkan akurasi tinggi dari rudal RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM) dengan sistem deteksi mandiri dari instalasi radar dan sensor elektro-optik milik Phalanx CIWS (Close-In Weapon System).

Berbeda dengan Phalanx standar yang mengandalkan kanon Gatling 20mm, SeaRAM menggunakan peluncur berisi 11 sel rudal siap tembak. Rudal RAM yang digunakan mampu melesat hingga kecepatan supersonik melebihi Mach 2 dan memiliki jarak jangkau efektif hingga 10 kilometer.

Untuk setiap unit fregat Mogami class Australia, rencananya akan ditempatkan satu konsol peluncur SeaRAM yang diposisikan secara strategis untuk memberikan cakupan perlindungan titik (point defense) yang optimal, melengkapi sistem peluncur vertikal (VLS) yang membawa rudal pertahanan udara jarak menengah hingga jauh.

Sistem SeaRAM sendiri merupakan produk unggulan dari pabrikan pertahanan asal Amerika Serikat, Raytheon Technologies. Sebelum diputuskan untuk mempersenjatai fregat masa depan Australia, sistem ini telah teruji secara operasional dan dioperasikan oleh sejumlah angkatan laut utama dunia, termasuk Angkatan Laut AS (US Navy) pada kapal perusak Arleigh Burke class dan kapal tempur pesisir (LCS).

Selain Amerika Serikat, Jepang sebagai negara asal desain Mogami juga telah mengintegrasikan sistem ini pada armada kapal induk helikopter Izumo class dan fregat Mogami class milik mereka sendiri. Integrasi SeaRAM pada Mogami versi Australia tidak hanya meningkatkan daya tahan kapal dari serangan rudal sea-skimming, tetapi juga mempererat interoperabilitas dengan sekutu utama di kawasan.

Langkah Australia untuk menggunakan SeaRAM juga menunjukkan upaya standardisasi alutsista dengan teknologi Barat yang masif, meskipun menggunakan platform kapal dari Timur. Dengan rudal yang memiliki kemampuan fire-and-forget serta pemandu infra-merah pasif dan frekuensi radio, SeaRAM dianggap ideal untuk menangani ancaman asimetris seperti drone kamikaze maupun rudal jelajah supersonik yang memiliki pola terbang rendah di atas permukaan laut.

Fregat Mogami class versi Australia diperkirakan akan memiliki bobot yang sedikit lebih besar dibandingkan versi aslinya guna menampung berbagai modifikasi sistem senjata dan sistem manajemen tempur (Combat Management System) Saab 9LV yang sesuai dengan standar Australia. Dengan kehadiran SeaRAM di deknya, 11 unit frigat masa depan ini dipastikan akan menjadi tulang punggung pertahanan maritim Australia yang sangat mematikan dalam dekade mendatang. (Gilang Perdana)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *