Pecah Kongsi dari FCAS, Jerman Bentuk ‘Team Gen 6’ Demi Amankan Jet Tempur Generasi Keenam Mandiri

Peta persaingan jet tempur masa depan Eropa mengalami guncangan setelah proyek ambisius Future Combat Air System (FCAS) bentukan Berlin dan Paris resmi dinyatakan berakhir pada 8 Juni 2026. Keputusan dramatis ini menjadi puncak dari perselisihan bertahun-tahun antara Jerman dan Perancis terkait pembagian porsi kerja (work shares) dan perebutan dominasi kepemimpinan dalam program senilai 100 miliar Euro, yang awalnya digadang-gadang sejak tahun 2017 sebagai tulang punggung kedirgantaraan Eropa.

Baca juga: Drama Panjang Berakhir, Jerman dan Perancis Resmi Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS Senilai 100 Miliar Euro

Tak ingin membuang waktu pasca-pecah kongsi, konsorsium industri pertahanan Jerman langsung bergerak cepat dengan mendeklarasikan pembentukan aliansi baru bernama ‘Team Gen 6’ di tengah perhelatan pameran dirgantara ILA Berlin. Langkah taktis ini diwujudkan lewat penandatanganan dokumen posisi strategis (strategic positioning paper) oleh delapan perusahaan pertahanan dan penerbangan terkemuka Jerman untuk merancang jet tempur generasi keenam dengan struktur industri yang jauh lebih lincah (agile), memanfaatkan seluruh basis pengalaman dan riset yang telah mereka himpun selama masa Project FCAS.

Pihak Airbus Defence and Space yang memimpin aliansi ini menegaskan bahwa langkah pembentukan Team Gen 6 merupakan respons langsung atas pengumuman penataan ulang (realignment) program FCAS oleh pemerintah Jerman dan Perancis.

Sementara pengembangan arsitektur besar ‘System of Systems’ tetap berjalan seperti biasa, jet tempur generasi keenam yang terintegrasi di dalamnya mutlak memerlukan penataan ulang industri yang baru dan adaptif. Demi mengamankan kedaulatan dirgantara Eropa, Airbus meleburkan kekuatan bersama tujuh raksasa teknologi Jerman lainnya, yaitu Autoflug, Diehl Defence, Hensoldt, Liebherr, MBDA Deutschland, MTU Aero Engines, dan Rohde & Schwarz. Aliansi ini menyatakan kesiapan penuh mereka untuk mengambil alih tanggung jawab dan kepemimpinan dalam pengembangan pesawat tempur masa depan tersebut.

Langkah berani industri pertahanan domestik Jerman ini juga langsung mendapatkan respons positif dan dukungan masif dari kubu Spanyol. Sektor industri pertahanan Spanyol yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kakap seperti Indra, Airbus Spanyol, Grupo Oesia, GMV, ITP Aero, dan Sener, kini tengah merapatkan barisan untuk berintegrasi erat dengan Team Gen 6.

Kolaborasi lintas negara ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa aliansi baru tersebut memiliki kapabilitas dan kapasitas yang sangat mumpuni untuk melahirkan platform udara mutakhir demi memenuhi tenggat waktu kebutuhan superioritas udara pada tahun 2035. Melalui penandatanganan di ILA Berlin ini, Team Gen 6 kini bersiap membangun keselarasan erat dengan para pembuat kebijakan serta Angkatan Udara guna mendorong percepatan sistem tempur udara Eropa yang superior demi keamanan kolektif bersama.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan di Berlin juga tetap menimbang sejumlah opsi darurat, termasuk kemungkinan menambah pembelian jet tempur siluman F-35 Lightning II dari Amerika Serikat atau membuka peluang bergabung ke program Global Combat Air Programme (GCAP) bersama Inggris, Italia, dan Jepang. (Bayu Pamungkas)

Terancam Jadi Bencana Industri, Proyek Jet Tempur Generasi Keenam Inggris (GCAP) Berada di Ujung Tanduk

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *