TACA Center: ‘Otak Strategis’ Komando Operasi TNI AD yang Terintegrasi dari Kotama hingga Mabesad

(Ilustrasi)

Dalam modernisasi komando pusat, TNI AD kini diperkuat dengan sistem komando dan kendali (C2) komprehensif bernama TACA (Tactical Army Collaboration Action) Center. Jika sebelumnya terdapat varian TACA Field yang beroperasi di level lapangan, maka TACA Center hadir sebagai perangkat di level strategis dan operasional yang ditempatkan pada posko satuan atas.

Baca juga: TACA: Solusi Posko Taktis untuk Komando dan Kendali Pasukan, Telah Digunakan di Papua!

Sebagai pusat kendali, TACA Center dirancang untuk menyerap seluruh data dari berbagai operasi taktis di lapangan dan menyajikannya secara real-time kepada pimpinan tertinggi.

Taca Center merupakan infrastruktur statis yang telah diimplementasikan di berbagai komando utama (Kotama) dan markas besar. Saat ini, sistem tersebut sudah digunakan oleh TNI AD di titik-titik krusial seperti Mako (markas komando) Kostrad, Mako Kopassus, dan Puskodalad (Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Darat) di Mabesad, Jakarta Pusat. Di setiap lokasi ini, Taca Center beroperasi di dalam Command Center atau Sentral Komunikasi (Senkom) masing-masing satuan.

Secara teknis, TACA Center dibangun di atas basis Battlefield Management System (BMS) yang berjalan pada sistem operasi Windows. Sistem ini mengedepankan antarmuka map-based (berbasis peta) untuk memberikan gambaran situasi yang paling akurat bagi pengambilan keputusan.

Untuk mendukung operasionalnya, setiap titik TACA Center dilengkapi dengan satu paket perangkat keras yang meliputi server dengan spesifikasi khusus, yang didesain secara kustom dan bersifat rahasia (classified) untuk menangani volume data dari banyak operasi sekaligus.

Perangkat lainnya adalah workstation, berupa konsol PC atau laptop yang digunakan operator dan pimpinan untuk memantau detail operasi secara mandiri. Kemudian ada video wall, layar monitor raksasa di command center yang berfungsi menampilkan peta operasi secara umum untuk keperluan rapat koordinasi atau pengarahan pimpinan.

Salah satu keunggulan utama TACA Center adalah integrasi ekosistem yang utuh. Data yang bersifat dinamis—mulai dari posisi prajurit hingga status unit—bergerak tiap detiknya dari lapangan menuju TACA Field, yang kemudian ditarik ke atas menuju TACA Center. Hal ini memungkinkan pimpinan di level strategis untuk memantau beberapa operasi taktis sekaligus di seluruh wilayah Indonesia secara terpusat.

Meskipun keputusan teknis di lapangan tetap menjadi domain level taktis (seperti penyergapan atau ambush), TACA Center memberikan kemampuan pemantauan menyeluruh bagi eselon atas.

Mengenal BMS Personnel: Teknologi ‘Mata dan Otak’ Prajurit Infanteri Modern, Buatan Dalam Negeri!

Mengingat TACA Center berada di lokasi yang statis di Markas Komando, dukungan komunikasi utamanya mengandalkan infrastruktur Fiber Optic yang stabil untuk mengakomodasi bandwidth data yang besar. Namun, sistem ini tetap fleksibel; jika jalur kabel menghadapi masalah atau infrastruktur tidak tersedia, koneksi via Satelit siap menjadi cadangan guna memastikan aliran data tetap dinamis.

Kehadiran TACA Center yang dikembangkan TNI AD dan Hariff Defense, menjadi bukti lompatan teknologi dalam sistem kendali operasi TNI AD. Dengan menyatukan pantauan di lapangan dan eksekusi strategis di markas besar, TACA Center memastikan setiap keputusan pimpinan didasarkan pada data yang akurat, dinamis, dan terintegrasi. (Haryo Adjie)

Karya Anak Bangsa: BMS Ranpur Kini Jadi ‘Otak’ Digital Bagi 400 Kendaraan Tempur TNI