Langkah Cepat Belanda Buru Bushmaster Australia, Intip Rekam Jejak Rantis Battle Proven Penahan Ranjau

Thales Australia secara resmi mengumumkan percepatan produksi dan pengiriman armada kendaraan tempur proteksi taktis Bushmaster Protected Mobility Vehicle (PMV) untuk memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Darat Belanda. Langkah taktis ini diambil melalui kolaborasi ketat bersama Pemerintah Australia dan Angkatan Darat Australia guna mengantisipasi eskalasi ancaman keamanan modern di kawasan Eropa yang terus berkembang dinamis.

Baca juga: Bushmaster PMV: Jawara Perang Afghanistan Untuk Kopassus TNI AD

Guna merealisasikan kesepakatan tersebut, Pemerintah Australia bahkan telah menyetujui pengalihan sejumlah unit Bushmaster yang baru saja diserahterimakan kepada militernya untuk dialihkan penjualannya langsung ke Belanda. Di bawah payung Kemitraan Keamanan dan Pertahanan Uni Eropa-Australia (SDP), ratusan unit Bushmaster varian tercanggih akan diproduksi dan diintegrasikan langsung di fasilitas manufaktur utama Thales yang berbasis di Bendigo, Victoria.

Momentum ekspor berskala besar ini berbarengan dengan investasi masif Canberra senilai Aus$750 juta untuk mendatangkan 268 unit Bushmaster generasi terbaru bagi kebutuhan angkatan darat mereka sendiri.

Bagi publik pertahanan domestik, langkah Belanda memburu ranpur berdesain V-hull penahan ledakan ranjau ini memicu catatan historis yang sangat menarik, sebab Indonesia lewat Korps Baret Merah (Kopassus) TNI AD telah mengadopsi ketangguhan kendaraan berbobot 15 ton ini sejak era 2010-an untuk mendukung mobilitas pasukan dalam operasi khusus yang membutuhkan proteksi tinggi.

Hebatnya lagi, rekam jejak kedekatan Indonesia dengan ranpur legendaris ini tidak berhenti di lingkup pasukan elite saja. Pemerintah Australia tercatat pernah menyerahkan hibah sebanyak 15 unit kendaraan Bushmaster kepada jajaran TNI. Armada hibah tersebut dialokasikan secara khusus untuk memperkuat pergerakan Pasukan Perdamaian PBB asal Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga). Keberadaan ranpur pelindung infanteri ini terbukti sangat krusial dalam menjaga keselamatan personel perdamaian Indonesia saat menghadapi ancaman alat peledak improvisasi (IED) dan jebakan ranjau di wilayah misi asimetris yang berisiko tinggi.

Sementara itu, mengenai jumlah unit yang didatangkan, militer Belanda sebenarnya bukan sekadar pengguna baru, melainkan operator kawakan yang tengah menambah kekuatan pemukulnya. Sejak pertama kali memesan dalam beberapa gelombang sepanjang kurun waktu 2006 hingga 2009, Angkatan Darat Belanda telah mengoperasikan setidaknya 86 unit Bushmaster yang kenyang pengalaman tempur di palagan Afganistan dan Mali.

Jumlah Bushmaster Belanda kemudian bertambah lagi dengan pesanan 12 unit tambahan pada tahun 2015, yang membuat total investasinya mencapai 98 unit sebelum modernisasi besar-besaran digulirkan. Terkait pesanan darurat terbaru ini, otoritas pertahanan Australia memilih untuk menghormati privasi militer Belanda dengan tidak merinci secara publik jumlah pasti unit yang dialihkan dari lini produksi domestik mereka. (Gilang Perdana)

Gunakan Basis Pickup Korea Selatan, Belanda Luncurkan Rantis DMV Tasman Pemburu Drone Berbasis AI

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *