Rudal MANPADS FN-16 Buatan Cina Kini Digunakan Pasukan Ukraina, Incar Pesawat Rusia

Peta persenjataan dalam konflik Rusia-Ukraina kembali memberikan kejutan dengan munculnya dokumentasi penggunaan sistem pertahanan udara portabel (Man Portable Air Defence System/MANPADS) asal Cina oleh pasukan Ukraina.

Baca juga: Saab Luncurkan Bolide 2: Standar Baru Rudal ‘Unjammable’ Untuk Sistem Arhanud RBS 70 NG

Laporan dari Defence Blog mengungkapkan bahwa rudal FN-16, yang merupakan salah satu MANPADS tercanggih buatan Cina, terlihat berada di tangan unit-unit tempur Ukraina di garis depan. Munculnya FN-16 ini memicu spekulasi luas mengenai jalur pasokannya, mengingat Cina secara resmi menyatakan posisi netral dan tidak memasok senjata kepada pihak yang bertikai.

Para analis menduga bahwa rudal-rudal tersebut kemungkinan besar berasal dari stok negara pihak ketiga—seperti negara-negara di Timur Tengah atau Asia Tenggara—yang sebelumnya membeli sistem ini dari Cina dan kemudian mengirimkannya ke Ukraina sebagai bagian dari bantuan militer.

FN-16 sendiri merupakan rudal MANPADS generasi ketiga yang dikembangkan dan diproduksi oleh China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC). Rudal ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari seri FN-6 yang sudah sangat populer di pasar ekspor. Secara teknis, FN-16 dirancang untuk mencegat target yang terbang rendah, termasuk jet tempur, helikopter, hingga drone (UAV).

Keunggulan utama FN-16 terletak pada sistem pemandunya yang menggunakan teknologi two-color infrared seeker (IR/UV). Teknologi ini memungkinkan rudal memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap gangguan sistem pengecoh (flare) dan peperangan elektronika (EW) lawan, sehingga probabilitas perkenaan target (kill probability) tetap tinggi meskipun pesawat lawan melakukan manuver defensif.

Dari sisi spesifikasi tempur, FN-16 memiliki kemampuan yang sangat kompetitif di kelasnya. Rudal ini mampu menjangkau sasaran hingga jarak maksimal 6 kilometer dengan ketinggian operasional mencapai 4.000 meter. Dibekali dengan mesin roket solid-propellant, FN-16 dapat melesat hingga kecepatan supersonik yang memungkinkan intersepsi cepat terhadap target yang mencoba melarikan diri.

Selain itu, FN-16 juga dilengkapi dengan hulu ledak high-explosive fragmentation (HE-FRAG) yang dipicu oleh sensor laser jarak dekat (laser proximity fuse), memastikan kerusakan maksimal pada badan pesawat lawan bahkan jika rudal tidak menghantam target secara langsung secara kinetik.

Kehadiran FN-16 di Ukraina menambah daftar panjang persenjataan “eksotis” yang mewarnai konflik tersebut. Bagi pasukan Ukraina, tambahan sistem MANPADS seperti FN-16 sangatlah krusial untuk menghadapi taktik serangan udara Rusia yang kini banyak mengandalkan drone kamikaze dan helikopter serang di ketinggian rendah.

Di sisi lain, penggunaan senjata Cina oleh pihak Ukraina memberikan tekanan diplomatik tersendiri bagi Beijing, yang harus berulang kali mengklarifikasi posisi mereka dalam rantai pasok global alutsista. Terlepas dari bagaimana rudal ini sampai ke tangan prajurit Ukraina, efektivitas FN-16 di medan tempur sesungguhnya kini sedang diuji secara nyata dalam salah satu konflik paling intens di abad ke-21. (Bayu Pamungkas)

Rusia Pamerkan Drone Kamikaze Geran-2 Versi Terbaru dengan Dual Mode Seeker di Victory Day 2026

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *