Gandeng Startup Asal Munich, Mercedes-Benz Sulap SUV G-Class Jadi Kendaraan Tempur Pencegat Drone

Produsen otomotif raksasa asal Jerman, Mercedes-Benz, secara mengejutkan menunjukkan ambisi kuat untuk membawa lini produk otomotif ikoniknya langsung ke kancah medan perang modern. Melalui laporan yang dirilis oleh Spiegel, Mercedes-Benz resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Tytan Technologies, sebuah perusahaan rintangan (startup) pertahanan berbasis di Munich, untuk mengembangkan sistem pertahanan udara taktis yang mobile.

Baca juga: Tangkal Serangan Drone, Rusia Upgrade Sistem Hanud Pantsir dengan 48 Rudal Mini Anti Drone

Nota kesepahaman (MoU) kemitraan ini ditandatangani pada 10 Juni 2026 di sela-sela pameran kedirgantaraan internasional ILA Berlin, menandai langkah konkret raksasa otomotif tersebut dalam mendukung industri militer dan pemenuhan kebutuhan taktis anti-drone.

Inti dari kerja sama ini adalah pengembangan sistem hanud titik terintegrasi yang dinamakan Drone Defender. Proyek ini menjadikan SUV legendaris Mercedes-Benz G-Class (G-Wagen) sebagai platform kendaraan peluncur dasar. G-Class dipilih karena ketangguhan sasis serta mobilitas off-road-nya yang superior di medan berat, yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem radar pelacak serta kompartemen peluncur wahana pencegat (interceptor-drone launchers) milik Tytan Technologies.

Menariknya, sistem peluncur pada G-Class ini dirancang modular, sehingga dapat dilepas pasang (detachable) dari bodi SUV untuk dideploy sebagai instalasi pertahanan stasioner di darat. Di samping G-Class, sistem ini akan dioperasikan secara unit terintegrasi dengan van Mercedes-Benz Sprinter yang dimodifikasi khusus sebagai Pos Komando Mobil (Mobile Command Post) untuk kendali dan kontrol penuh operasional drone.

Senjata utama yang diusung oleh sistem Drone Defender ini adalah METIS, drone anti-pesawat/anti-drone (anti-aircraft drone) andalan besutan Tytan Technologies. METIS dirancang khusus sebagai drone interseptor kinetik berkecepatan tinggi yang bertugas memburu dan menabrak drone intai maupun drone kamikaze (FPV drone) musuh di udara.

Secara teknis, METIS mengandalkan motor penggerak elektrik berperforma ekstrem yang memungkinkannya melesat dalam hitungan detik setelah diluncurkan dari tabung peluncur di atas G-Class. Drone interseptor ini dipandu oleh kecerdasan buatan (AI) terintegrasi yang sinkron dengan radar taktis kendaraan, memungkinkannya mengunci target secara mandiri (autonomous terminal homing) bahkan terhadap sasaran yang bermanuver lincah.

Keunggulan METIS telah teruji secara nyata (battle-proven) melalui pasokan aktif ke medan perang Ukraina, di mana drone ini sukses menetralisir berbagai ancaman udara elevasi rendah dengan tingkat efisiensi biaya yang jauh lebih murah ketimbang menembakkan rudal hanud konvensional.

Tytan Technologies didirikan pada akhir tahun 2023 oleh Balazs Nad dan Batuhan Yumurtachy, dua alumni Technical University of Munich. Meski terhitung baru, startup ini telah mengantongi kontrak resmi dari Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) untuk menyusun konsep perlindungan fasilitas militer penting. (Bayu Pamungkas)

Rheinmetall Caracal 4×4 – Light Air Assault Vehicle Modular dengan Sasis Mercedes-Benz G Class

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *