Pangkas Birokrasi Intelijen, Pasukan Khusus AS Kini Bisa Perintahkan Satelit Langsung dari Smartphone Android

Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM) sedang mengevaluasi platform perangkat lunak mobile revolusioner yang memungkinkan operator di medan tempur mengakses citra satelit komersial dan analisis data langsung melalui perangkat genggam Android.

Baca juga: Sakti! Lewat Fitur Wraith Shield, Radio Taktis L3Harris Kini Bisa ‘Rontokkan’ Drone Lawan

Platform yang dikembangkan oleh SkyFi, sebuah perusahaan data geospasial asal Austin, Texas, ini dirancang untuk terintegrasi penuh dengan perangkat ATAK (Android Tactical Assault Kit). Sebagai informasi, ATAK adalah smartphone dan tablet yang telah diperkuat (ruggedized) yang digunakan oleh unit militer serta penegak hukum untuk kesadaran situasional medan perang, pemetaan, hingga koordinasi misi dalam satu antarmuka mobile yang ringkas.

CEO SkyFi, Luke Fischer, yang juga merupakan mantan penerbang operasi khusus AS, menyatakan bahwa pesatnya perkembangan konstelasi satelit pengamat Bumi milik swasta telah mengubah cara militer mengonsumsi intelijen. Jika sebelumnya personel militer harus mengajukan permintaan citra melalui saluran terpusat yang memakan waktu sebelum penempatan misi, kini para operator menuntut akses langsung pada perangkat mobile mereka saat misi sedang berlangsung.

Perangkat lunak ini dikembangkan khusus bagi pengguna militer yang beroperasi di lingkungan terdispersi atau dengan kendala komunikasi, guna mendapatkan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) di “ujung taktis” (tactical edge) medan laga.

SkyFi sendiri tidak memiliki satelit sendiri, melainkan beroperasi sebagai pasar intelijen Bumi (Earth intelligence marketplace) yang mengagregasi citra dan analisis dari puluhan konstelasi satelit komersial. Platform ini mampu menggabungkan berbagai jenis data, mulai dari citra optik, radar bukaan sintesis – Synthetic Aperture Radar (SAR), hingga data hiperspektral dari berbagai penyedia.

Melalui plugin khusus pada ATAK, prajurit dapat mengambil arsip citra lama atau meminta pengambilan citra baru (tasking) yang langsung masuk ke dalam alur kerja operasional mereka. Menariknya, pengembangan aplikasi ini juga melibatkan para mantan insinyur Uber untuk memastikan efisiensi distribusi informasi hingga ke tangan pengguna akhir.

Mengenal BMS Personnel: Teknologi ‘Mata dan Otak’ Prajurit Infanteri Modern, Buatan Dalam Negeri!

Salah satu tantangan teknis utama dalam pengoperasian sistem ini adalah manajemen bandwidth atau lebar pita sinyal. Mengingat besarnya ukuran file citra satelit, sistem ini dirancang tidak untuk mengirimkan data seluruh negara, melainkan set data yang sangat terlokalisasi sesuai dengan area operasional pengguna atau “jalur” penugasan mereka.

Meskipun berbasis pada perangkat Android, operasional platform ini di medan tempur tidak bergantung pada jaringan internet seluler konvensional (4G/5G) yang rentan terhadap pelacakan maupun gangguan musuh. Sebagai gantinya, perangkat ATAK dapat menerima data citra melalui jaringan radio taktis atau terminal satelit portabel yang terenkripsi.

Pertama Kali, Cina Sukses Uji Coba Aerial Base Station Multi Layanan dan Operator Seluler

Personel dapat melakukan pre-loading atau mengunduh data citra satelit yang paling relevan saat masih berada di markas untuk digunakan secara offline di wilayah operasi. Namun, untuk fungsi yang lebih dinamis seperti meminta pengambilan citra baru secara langsung (direct tasking), koneksi cloud tetap diperlukan. Di sinilah efisiensi manajemen bandwidth menjadi kunci, di mana sistem hanya akan mengirimkan potongan data berukuran kecil yang sangat spesifik pada koordinat operasi prajurit, sehingga informasi intelijen tetap bisa diterima meskipun dalam kondisi sinyal yang sangat terbatas atau tidak stabil.

Sebelum berangkat misi, prajurit dapat mengunggah informasi paling relevan, dan saat berada di lapangan, mereka dapat meminta pembaruan data jika koneksi tersedia. Teknologi yang sudah diuji oleh unit militer di luar AS selama setahun terakhir ini rencananya juga akan dipasarkan ke instansi sipil seperti pemadam kebakaran dan layanan darurat yang juga telah menggunakan perangkat ATAK secara luas. (Bayu Pamungkas)

Analisis Citra Satelit Ungkap Kehancuran Masif Pangkalan AS Akibat Serangan Presisi Iran, F-35 Turut Menjadi Korban?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *