Tetap Jadi Tulang Punggung Hingga 2050, Kesiapan Tempur C-5 Galaxy Justru Anjlok ke 37 Persen

Angkatan Udara AS (USAF) dilaporkan telah menetapkan jadwal operasional yang sangat panjang bagi pesawat angkut berat legendarisnya, C-5 Galaxy, untuk terus mengudara hingga tahun 2050. Keputusan strategis ini memperpanjang masa bakti sang “raksasa” hingga mencapai delapan dekade sejak pertama kali memperkuat armada logistik udara Negeri Paman Sam.

Baca juga:Β Dobrak Dominasi Hercules, Uni Emirat Arab Borong 20 Unit Embraer C-390 Millennium

Namun, di balik ambisi untuk mempertahankan platform angkut masif tersebut, muncul laporan yang cukup mengkhawatirkan mengenai tingkat kesiapan tempur (mission capable rate) armada ini yang merosot tajam hingga menyentuh angka 37 persen. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Pentagon, mengingat C-5 Galaxy adalah satu-satunya aset yang mampu memobilisasi kargo militer dalam volume sangat besar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu singkat.

Jejak sejarah sang “Monster Langit” ini dimulai saat diluncurkan perdana di pabrik Lockheed di Marietta, Georgia, pada 2 Maret 1968, yang kemudian diikuti dengan uji terbang perdana pada 30 Juni 1968. Sejak saat itu, C-5 Galaxy menjadi simbol supremasi logistik AS, terutama setelah melalui proses modernisasi menjadi varian C-5M Super Galaxy.

Secara teknis, pesawat ini memiliki dimensi yang luar biasa dengan panjang 75,3 meter dan rentang sayap 67,8 meter. Dapur pacunya kini ditenagai oleh empat mesin turbofan General Electric F138 yang memberikan gaya dorong 22 persen lebih besar dibandingkan versi aslinya, sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan untuk mendukung misi lintas benua tanpa harus sering melakukan pengisian bahan bakar di darat.

Keunggulan utama C-5M Super Galaxy terletak pada kapasitas muatnya yang mencapai 127 ton kargo. Ruang perutnya yang sangat luas sanggup menampung dua unit tank utama M1A2 Abrams atau enam helikopter tempur AH-64 Apache sekaligus. Selain itu, pesawat ini dilengkapi dengan sistem unik yang memungkinkan roda pendaratnya “berlutut” (kneeling system), sehingga lantai kargo menjadi lebih rendah dan memudahkan proses pemuatan alat berat melalui pintu hidung (visor) maupun ramp belakang. Fleksibilitas ini menjadikannya platform yang tidak tergantikan, karena tidak ada pesawat angkut lain di inventaris NATO yang memiliki kombinasi volume ruang kargo dan daya jangkau sejauh C-5 Galaxy.

Meskipun memiliki spesifikasi yang mumpuni, angka kesiapan tempur yang hanya menyentuh 37 persen menunjukkan bahwa kurang dari separuh dari total 52 unit armada C-5M berada dalam kondisi siap terbang pada satu waktu. Penurunan drastis ini disebabkan oleh faktor usia pesawat yang sudah tua, kelangkaan suku cadang karena banyak produsen komponen aslinya sudah tidak beroperasi, serta kompleksitas perawatan struktur pesawat yang kian rentan terhadap kelelahan logam.

Ketergantungan USAF pada C-5 hingga 2050 mencerminkan realitas bahwa belum ada pengganti yang sepadan di masa depan, sehingga militer AS terpaksa melakukan tambal sulam melalui program perawatan berkelanjutan demi menjaga urat nadi logistik global mereka tetap berdenyut. (Bayu Pamungkas)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *