Dalam operasi militer di lapangan, koordinasi antar satuan seringkali terhambat oleh masalah teknis yang mendasar, seperti ketidakmampuan perangkat radio dari merek atau jenis yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Perbedaan sistem enkripsi, pengkodean, hingga frekuensi seringkali membuat klaster-klaster pasukan bekerja dalam “jaring” yang terisolasi satu sama lain. (more…)
Peta kekuatan artileri di wilayah Kaukasus resmi memasuki babak baru setelah sistem artileri gerak sendiri (Self-Propelled Howitzer) CAESAR 155mm pasokan Perancis terlihat untuk pertama kalinya di depan publik Armenia. Kehadiran alutsista ini terekam dalam gladi resik parade peringatan Hari Republik yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei mendatang di pusat kota Yerevan. (more…)
Setelah pada tayangan sebelumnya dikupas tentang kemampuan dari perangkat Battlefield Management System (BMS), baik BMS Personnel dan BMS Ranpur, dari fasilitas produksi Hariff Defense di Bandung, kini kami ajak Anda untuk ‘melihat’ dari dekat proses produksi dari perangkat militer karya anak bangsa, yang dirancang dan diproduksi dengan standar militer khusus. (more…)
Dalam modernisasi komando pusat, TNI AD kini diperkuat dengan sistem komando dan kendali (C2) komprehensif bernama TACA (Tactical Army Collaboration Action) Center. Jika sebelumnya terdapat varian TACA Field yang beroperasi di level lapangan, maka TACA Center hadir sebagai perangkat di level strategis dan operasional yang ditempatkan pada posko satuan atas. (more…)
Dalam pertempuran artileri modern, kecepatan dan akurasi adalah dua variabel yang menentukan hidup dan mati di medan perang. Menjawab tantangan tersebut, industri pertahanan dalam negeri melalui Hariff Defense berkolaborasi dengan Pussenarmed (Pusat Kesenjataan Artileri Medan) berhasil mengembangkan Aldalbak (Artillery Firing System), sebuah sistem pengendali tembakan digital yang merevolusi cara kerja unit Artileri Medan (Armed) TNI AD. (more…)
Di era peperangan modern yang berbasis informasi, kecepatan dan ketepatan data di lapangan adalah kunci keberhasilan operasi. Setelah sebelumnya kami mengupas tentang TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang, maka pada prajurit di garis depan disematkan perangkat BMS Personnel. (more…)
Di era peperangan modern, kecepatan informasi dan ketepatan komando adalah kunci keberhasilan suatu operasi. Memahami kebutuhan tersebut, perusahaan swasta nasional, Hariff Defense, bekerja sama dengan TNI AD telah mengembangkan TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang. (more…)
Modernisasi alat utama sistem persenjataan tidak selalu harus ditempuh dengan pengadaan unit baru yang mahal. Sebuah terobosan signifikan muncul dari kolaborasi strategis antara Litbang TNI AD, Pussenif, dan perusahaan swasta nasional Hariff Defense melalui Sistem Penembakan Mortir berbasis Komputer (Sisbak Mortir). (more…)
Di dunia militer, kemahiran seorang prajurit tidak datang begitu saja; ia lahir dari repetisi dan latihan yang konsisten. Namun, kenyataan di lapangan seringkali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait penggunaan Senjata Lawan Tank (SLT). (more…)
Pertanyaan netizen seputar kabar ranpur Fire Support Vehicle (FSV) Badak 6×6 kini telah terjawab, persisnya pada 19 Januaru lalu, telah diserahkan 7 unit Badak 6×6 pesanan Kementerian Pertananan untuk TNI AD. Selain ranpur Badak 6×6, Kemhan juga menyerakan 26 unit ranpur Anoa 6×6 (varian APC dan komando) dan 10 unit rantis lapis baja Komodo 4×4 varian APC. (more…)