Sudah begitu banyak jenis drone dioperasikan militer Ukraina yang berasal dari donasi manca negara. Namun, belum ini ada yang menarik untuk dicermati, yakni Ukraina mendapatkan pasokan drone intai dari perusahaan asal Portugal, sementara pendanaan berasal dari penggalangan dana yang dimotori Inggris. Dan uniknya lagi, drone yang dimaksud bertanda Angkatan Udara Nigeria (more…)
Setelah memasok sistem pertahanan udara (hanud) Crotale NG (Next Generation) ke Ukraina pada tahun lalu, kini Perancis mengumumkan bantuan lanjutan di aspek persenjataan hanud ke Ukraina, yaitu sistem hanud jarak menengah SAMP/T yang telah dipasok untuk Ukraina. Hal tersebut disampaikan Presiden Perancis Emanuel Macron pada 19 Juni 2023. (more…)
Saat Ukraina dengan sokongan Amerika Serikat melakukan serangan artileri M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) ke basis pertahanan Rusia, maka tidak butuh waktu lama bagi Rusia untuk mempelajari karakteristik HIMARS. Dan guna menandingi gempuran roket HIMARS, Rusia yang sejak tahun 2014 mengoperasikan Tornado-S, mengklaim telah sukses meningkatkan kemampuan self propelled MLRS di kaliber 130 mm tersebut. (more…)
Dimulainya fase serangan balik Ukraina ditandai dengan penggunaan alutsista ‘berat’ donasi Barat, sebut saja parade Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4/2A6, Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dan beberapa kendaraan pembersih ranjau lansiran Inggris. Terlepas dari insiden rontoknya beberapa ranpur di atas, yang menarik adalah Rusia justru mampu membuktikan kemampuan drone kamikaze produksi dalam negerinya, Lancet 3. (more…)
Ranpur APC roda rantai MT-LB lumayan banyak dikerahkan Rusia dalam operasi tempurnya di Ukraina. Selain stok yang berlimpah, yang menarik dari adopsi MT-LB adalah ranpur lapis baja dari era soviet ini ‘dikawinkan’ dengan jenis senjata yang aslinya tidak dipasangkan untuk MT-LB. (more…)
Rontoknya beberapa ranpur lapis baja Ukraina di ladang ranjau menjadi treding topik, pasalnya alutsista yang rontok adalah Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A6 dari Jerman dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dari Amerika Serikat. Tidak itu saja, kelompok ranpur yang ikut rontok ada nama BMR-2. Ranpur ini terbilang unik, meski tampilannya laksana tank, BMR-2 adalah kendaraan yang punya spesialisasi dalam misi pembersihan ranjau – mine clearing vehicle. (more…)
Dalam upaya serangan balik secara besar-besaran, militer Ukraina paham betul bahwa gerakan kavaleri akan mendapat tantangan berat, selain harus menghadapi serangan dari senjata anti tank Rusia, kavaleri Ukraina juga harus melintasi medan ranjau (darat). Nah, terkait medan ranjau, rupanya belum lama ini ranjau telah menimbulkan kerugian besar bagi pihak Ukraina. (more…)
Disamping biro desain dirgantara dan persenjataan yang berada di bawah naungan pemerintah, di Rusia juga ada startup swasta yang bergerak untuk mengembangkan inovasi sistem senjata, yang bukan tak mungkin karyanya kelak akan diadopsi oleh Kementerian Pertahanan. Seperti dilakukan oleh Oko Design Bureau (KB), startup ini telah meluncurkan drone kamikaze (loitering munition) yang diberi label Privet-82. (more…)
Satu paket dengan pengiriman Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A6 ke Ukraina, pemerintah Jerman rupanya juga memasok amunisi yang terbilang canggih untuk Leopard yang akan berlaga dalam duel kavaleri. Jenis amunisi yang dimaksud adalah proyektil DM53 A1, yang dikenal sebagai salah satu proyektil tank paling kuat yang dimiliki Angkatan Darat Jerman. (more…)
Tajuk berita dalam babak perang Rusia-Ukraina adalah klaim dari pihak Rusia, bahwa untuk pertama kalinya telah menghancurkan Main Battle Tank (MBT) yang paling banyak dinantikan debutnya, yaitu Leopard 2A4. Bukan sekedar klaim, Kementerian Pertahanan Rusia juga menerbitkan video tentang proses penghancuran MBT buatan Jerman tersebut. (more…)