Aselsan Pasok Sistem Proteksi Aktif (APS) AKKOR 100 untuk MBT Leopard 2A4 Turki

Upaya modernisasi jajaran tank utama (Main Battle Tank – MBT) Angkatan Darat Turki kembali mencatatkan progres signifikan dalam aspek peningkatan kemampuan bertahan di medan tempur (survivability upgrade). Berdasarkan laporan aktivitas tahunan 2025 yang dirilis oleh perusahaan pertahanan raksasa lokal, Aselsan, pabrikan tersebut dikonfirmasi telah resmi memulai pengiriman sistem proteksi aktif (Active Protection System – APS) jenis AKKOR 100.

Baca juga: Rheinmetall L/44 120mm: Senjata Pamungkas MBT Leopard 2A4 Revolution TNI AD

Menariknya, sistem hard-kill mutakhir ini tidak hanya dialokasikan untuk MBT generasi terbaru domestik, Altay MBT, melainkan juga mulai diintegrasikan secara masif pada armada tank Leopard 2A4 buatan Jerman milik Turki yang saat ini tengah menjalani program modifikasi dan peremajaan struktural berskala besar. Langkah ini menandai keseriusan Ankara dalam membentengi armada kavaleri mereka dari ancaman rudal anti-tank terpandu (Anti-Tank Guided Missile – ATGM) dan drone kamikaze yang kian merajalela di teater konflik modern.

Pengiriman simultan ini menjadi sinyalemen kuat bahwa Aselsan telah berhasil memacu dan meningkatkan kapasitas produksi massal dari sistem AKKOR 100 APS guna memenuhi lini lini masa modernisasi ganda. Kebijakan memprioritaskan integrasi sistem proteksi aktif pada Altay MBT dan Leopard 2A4 hasil upgrade ini secara otomatis akan menempatkan kedua platform tersebut sebagai monster lapis baja dengan kemampuan tempur paling tinggi dan paling mematikan dalam inventaris Angkatan Darat Turki saat ini.

Strategi ini sengaja diambil untuk membagi peran secara taktis dengan armada tank Korps Kavaleri lainnya, seperti keluarga besar tank M60 yang mayoritasnya telah ditingkatkan pada tingkatan berbeda, di mana armada M60 tetap difungsikan sebagai pilar kekuatan yang mengandalkan keunggulan kuantitas di lapangan.

Sistem AKKOR 100 sendiri merupakan perisai elektronik berkemampuan hard-kill yang bekerja secara otonom dalam mendeteksi, melacak, dan menetralisir proyektil ancaman yang datang mendekat ke arah tank sebelum sempat menyentuh lapisan baja utama. Menggunakan radar mini array internal bersensor tinggi yang dipasang di sekeliling kubah, sistem ini mampu mendeteksi ancaman dalam fraksi milidetik, lalu meluncurkan amunisi pencegat khusus yang akan meledak di dekat rudal atau roket lawan guna menghancurkannya di udara.

Fleksibilitas serta modularitas tinggi yang dimiliki oleh AKKOR 100 membuatnya sangat adaptif untuk dicangkokkan pada platform kendaraan tempur selain MBT berat. Setelah fase integrasi pada tank utama selesai, Angkatan Darat Turki dijadwalkan akan segera memasang sistem ini pada jajaran kendaraan lini depan lainnya.

Berdasarkan kelanjutan kerja integrasi yang berjalan sepanjang tahun lalu, kendaraan tempur lapis baja generasi baru (New Generation Armoured Fighting Vehicles) akan menjadi target berikutnya yang menerima perlindungan canggih ini. Salah satu kandidat terkuat yang diproyeksikan segera mencicipi teknologi perlindungan AKKOR 100 adalah kendaraan lapis baja ALTUĞ 8×8 buatan karoseri militer BMC.

Kendaraan tersebut, terutama yang dikonfigurasi sebagai Infantry Fighting Vehicle (IFV) dan menggunakan kubah kanon SARP 100/35 berkaliber 35 mm buatan Aselsan, dinilai paling siap karena struktur desainnya sejak awal sudah menyediakan ruang (provision) khusus untuk dudukan sensor radar dan peluncur intersepsi sistem AKKOR. (Gilang Perdana)

Karya Anak Bangsa: BMS Ranpur Kini Jadi ‘Otak’ Digital Bagi 400 Kendaraan Tempur TNI

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *