Bocor di Medsos! Varian Dua Kursi Sukhoi Su-57 Felon Rusia Mulai Uji Darat (Ground Test)

Misteri mengenai keberadaan varian dua kursi (two-seat) atau tandem seat dari jet tempur stealth Rusia, Sukhoi Su-57 Felon, akhirnya menemui titik terang. Setelah sekian lama hanya menjadi materi promosi di atas kertas dan proposal penawaran bagi pasar ekspor potensial seperti India, sebuah foto terbaru yang muncul di media pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa varian berkursi ganda ini telah berwujud fisik.
Pesawat canggih tersebut dilaporkan telah sukses melaksanakan tahapan uji coba landas (ground taxi trials) sebagai bagian dari pengujian awal pada tanggal 16 Mei 2026. Keberadaan jet tempur siluman ini dikonfirmasi langsung oleh pengamat sekaligus blogger penerbangan militer terkemuka Rusia, Ilya Tumanov, yang mengoperasikan kanal Telegram berkursi pengikut luas, Fighterbomber.
Foto yang beredar luas di komunitas pemantau sumber terbuka (OSINT) itu memperlihatkan airframe Su-57 dengan struktur bagian hidung serta hidung pesawat (forward fuselage section) yang dirancang jauh lebih memanjang ke belakang guna menampung kokpit kedua. Desain ini sangat konsisten dengan konfigurasi kursi ganda tandem yang biasa digunakan oleh sebagian besar varian pesawat latih tempur (combat trainer) buatan Rusia.
Ilya Tumanov, yang kanalnya diakui sebagai salah satu sumber paling andal mengenai aktivitas penerbangan taktis Rusia, menulis bahwa tata nama atau nomenklatur resmi untuk varian baru Felon ini masih belum diputuskan secara final oleh pihak militer maupun pabrikan. Dalam unggahannya, ia menyebutkan beberapa opsi nama taktis yang berpotensi disematkan, seperti Su-57D, Su-57UB, atau kode varian ekspor khusus yakni Su-57ED.

Ketidakpastian mengenai penamaan resmi ini sebenarnya sangat lumrah di dalam sebuah program kedirgantaraan militer Rusia yang baru memasuki tahap awal pengujian darat (early ground testing stage), di mana kodefikasi resmi biasanya baru akan disahkan pada siklus pengembangan berikutnya. Su-57 Felon sendiri merupakan pesawat tempur multiperan bermesin ganda tercanggih yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia (VKS) saat ini.
Dikembangkan oleh Sukhoi dan diproduksi di pabrik pesawat Komsomolsk-on-Amur di wilayah Timur Jauh Rusia, jet siluman ini pertama kali masuk dinas operasional terbatas pada tahun 2020 setelah melewati program pengembangan berliku yang membentang selama lebih dari satu dekade. Produksinya perlahan terus diakselerasi agar VKS mampu menggelar armada ini dalam jumlah yang signifikan di medan operasi.

Di atas kertas, Su-57 dirancang dengan fitur geometri bodi berdaya amat rendah (low-observable shaping), ruang bom internal (internal weapons bays), mesin dengan nozzle pendorong vektor (thrust-vectoring engines), serta rangkaian sensor suite tingkat tinggi yang diposisikan sebagai jawaban Rusia atas dominasi jet tempur F-22 Raptor Amerika Serikat di ranah superioritas udara. Walau begitu, penilaian independen dari luar Rusia secara konsisten terus mempertanyakan apakah pengurangan penampang radar (radar cross-section) pesawat ini benar-benar mampu mencapai level serendah yang diklaim oleh pihak Moskow.
Kemunculan varian tandem seat ini membawa signifikansi yang sangat besar, terutama dalam mendongkrak potensi ekspor ke pasar internasional alih-alih untuk utilitas operasional pilot Rusia sendiri. Ilya Tumanov mencatat hal ini, sementara kanal komentar militer Rusia lainnya, Voyevoda Veshchayet, menyatakan secara eksplisit di Telegram bahwa modifikasi dua kursi ini memang ditujukan terutama untuk pelanggan ekspor.
Was checking web to see some concept arts and found this concept art of Twin seater T-50 Pak fa which was posted in 2014. https://t.co/Fzr8pMfWlW pic.twitter.com/hOiU85IjXf
— YF-23 (@_yf23_) May 17, 2026
Pesawat tempur kursi tunggal pada umumnya membutuhkan varian latih dua kursi khusus bagi pelanggan asing, karena pilot-pilot dari negara pembeli biasanya tidak memiliki jalur pelatihan institusional serta infrastruktur simulator super ketat yang biasa diakses oleh kru domestik Rusia. Jika Rusia hanya mengekspor Su-57 varian kursi tunggal, hal tersebut akan memberikan beban pelatihan (training burden) yang sangat masif bagi negara mitra yang sulit untuk dipertahankan secara mandiri, sehingga kehadiran varian berkursi ganda ini menjadi prasyarat praktis agar penjualan ekspor dalam skala besar dapat sukses di pasar global.
Upaya ini terbukti membuahkan hasil nyata di panggung diplomasi pertahanan internasional. Pada April 2026, lembaga ekspor senjata negara Rusia, Rosoboronexport, secara resmi mengumumkan penandatanganan kontrak asing baru untuk jet tempur Su-57, meskipun mereka memilih merahasiakan identitas pelanggan maupun kuantitas unitnya. Pengumuman dari surat kabar negara Rusia, Rossiyskaya Gazeta, tersebut bertepatan dengan munculnya berbagai dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan beberapa jet tempur Su-57 tengah terbang di ruang udara Afrika dengan membawa emblem penanda resmi milik Angkatan Udara Aljazair (Algerian Air Force).
First photo of the two-seater Su-57D variant emerges! pic.twitter.com/OovnPmCHhw
— Fighterman_FFRC (@Fighterman_FFRC) May 17, 2026
Foto berkualitas tinggi pertama dari armada udara Aljazair tersebut dipublikasikan pada April 2026, yang mengonfirmasi bahwa pilot-pilot Aljazair rupanya telah aktif menggelar penerbangan pengenalan dan konversi ke Su-57. Hal ini menobatkan Aljazair sebagai operator asing pertama yang terkonfirmasi menggunakan tipe pesawat siluman ini di luar Rusia, sebuah lompatan geopolitik yang sangat signifikan mengingat Aljazair memiliki kedekatan historis dengan alutsista Soviet/Rusia serta statusnya sebagai salah satu negara dengan anggaran belanja pertahanan terbesar di benua Afrika.
Di luar urusan komersial, penjualan senjata, dan pelatihan transisi pilot, eksistensi Su-57 tandem seat memegang peran taktis yang revolusioner dalam doktrin peperangan udara modern berteknologi tinggi. Kehadiran awak kedua di kursi belakang tidak lagi sekadar berfungsi statis sebagai instruktur terbang, melainkan bertindak penuh sebagai Petugas Sistem Senjata (Weapon Systems Officer – WSO).
Dalam skenario pertempuran udara intensitas tinggi, beban kerja (cognitive workload) seorang pilot tunggal untuk menerbangkan pesawat siluman sambil memantau radar, membidik sasaran, dan menghindari rudal lawan dinilai sudah berada di titik jenuh maksimal. D
engan adanya WSO di kokpit belakang, pembagian tugas menjadi sangat presisi dan efisien. Pilot dapat fokus penuh pada manuver pesawat, sementara WSO memegang kendali atas sistem peperangan elektronik (electronic warfare) ofensif untuk mengacaukan frekuensi radar lawan, serta mengelola komando kendali jaringan drone pendamping otonom atau loyal wingman (seperti drone siluman S-70 Okhotnik).
Kemampuan WSO untuk memproyeksikan sensor cerdas dan memimpin kawanan drone serang langsung dari udara ini mengubah fungsi Su-57 berkursi ganda menjadi sebuah networked combat node atau pusat komando taktis terdistribusi yang sangat mematikan di garis depan pertempuran. (Bayu Pamungkas)


