Heboh Chengdu J-10C Pakistan di Atas Pasar Hewan: Bukan Bawa Rudal, Tapi Komponen Ini!

Sebuah momen tidak biasa yang memadukan aktivitas agraris masyarakat lokal dan kesiapan operasional militer udara mendadak viral di jagat maya Pakistan. Sebuah video berdurasi singkat yang direkam oleh vlogger lokal, T4 Tamasha, berhasil menangkap momen dramatis saat sepasang jet tempur generasi 4.5 Chengdu J-10CE milik Angkatan Udara Pakistan (PAF) terbang sangat rendah di atas sebuah pasar hewan ternak.

Baca juga: Eksploitasi Rudal Udara ke Udara PL-15E: India Pegang Kunci Lumpuhkan Senjata Pamungkas Cina

Kemunculan jet tempur berkemampuan delta-canard buatan Cina ini langsung disambut sorak-sorai riuh dari kerumunan warga di pasar sebelum melanjutkan manuver menuju Pangkalan Udara PAF Minhas di Kamra pada 15 Mei 2026. Namun, video tersebut memicu perdebatan sengit setelah netizen salah mengidentifikasi muatan yang dibawa oleh jet tempur tersebut.

Banyak pengguna media sosial dan netizen di platform X yang gagal fokus dan mengklaim secara sepihak bahwa jet tempur tersebut terbang rendah dalam kondisi siap tempur lengkap dengan persenjataan rudal berukuran raksasa. Kehebohan visual ini langsung memicu berbagai spekulasi liar secara online, mulai dari isu pengiriman unit J-10C gelombang baru dari Beijing hingga rumor penambahan kekuatan darurat pasca-isu kerugian aset dalam bentrokan udara Operation Sindoor dengan India pada akhir tahun lalu. Netizen mengira objek panjang dan tonjolan di sayap pesawat adalah senjata pemukul jarak jauh yang siap dilepaskan.

Namun, para pakar penerbangan dan pengamat foto kedirgantaraan segera meluruskan disinformasi tersebut. Berdasarkan analisis saksama terhadap foto dan rekaman video yang beredar, jet tempur J-10CE tersebut faktanya sama sekali tidak membawa persenjataan rudal.

Objek yang bentuknya menyerupai rudal di bawah sayap tersebut sebenarnya hanyalah gantungan eksternal atau rel peluncur (pylon/launch rail) yang berada dalam kondisi kosong tanpa ada rudal yang terpasang. Sementara objek besar berbentuk kapsul di bawah perut (centerline) dan kedua sayap utamanya murni merupakan tangki bahan bakar eksternal (external fuel tanks) yang dibawa untuk menambah radius serta durasi terbang pesawat.

Analisis ini diperkuat dengan posisi roda pendaratan (landing gear) yang sudah terbuka penuh, membuktikan bahwa pesawat tersebut hanya sedang melakukan prosedur pendekatan pendaratan standar (standard landing approach) menuju pangkalan, yang kebetulan jalur pendekatannya melintasi area pasar hewan warga.

Pakar penerbangan juga menambahkan bahwa nomor ekor (tail number) pada pesawat yang viral cocok dengan armada batch pengadaan sekitar 20 unit J-10CE yang dikirim Cina ke Pakistan pada rentang waktu 2022 hingga 2025. Peristiwa unik ini menjadi bukti nyata bagaimana alutsista modern garis depan Pakistan kini hidup berdampingan dengan aktivitas harian masyarakatnya di sekitar perimeter pangkalan udara utama.

Bagi para pembaca militer, insiden “salah kira” netizen ini menjadi pelajaran penting akan perlunya literasi visual pertahanan agar bisa membedakan mana rudal asli, pylon kosong, serta tangki bahan bakar eksternal saat melihat sebuah jet tempur yang tengah mengudara. (Bayu Pamungkas)

Guncang Asia Selatan! Pakistan Dilaporkan Siap Borong 4 Skadron Jet Stealth Shenyang J-35

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *