Nostalgia “Battle of the Java Sea”: Fregat Siluman HNLMS De Ruyter (F804) Belanda Merapat di Surabaya

HNLMS De Ruyter (Liputan6)

Komando Armada II TNI AL kembali kedatangan tamu kehormatan dari belahan bumi Eropa, seiring dengan merapatnya fregat penjelajah mutakhir milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine), HNLMS De Ruyter (F804). Kapal perang berkemampuan siluman dari De Zeven Provinciën class ini dilaporkan tengah melakukan pelayaran diplomasi jarak jauh ke wilayah Indo-Pasifik dan mengambil titik sandar terakhirnya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: T-43 Class: Generasi Perdana Kapal Penyapu Ranjau TNI AL

Kunjungan operasional ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat kerja sama maritim bilateral dan interoperabilitas antara TNI AL dan militer Belanda, tetapi juga membawa resonansi historis yang sangat kuat bagi kedua negara yang pernah bertumpah darah di perairan Nusantara.

Bagi Angkatan Laut Belanda, nama “De Ruyter” merupakan identitas yang sangat sakral dan sarat akan nilai emosional, karena tak lepas dari memori kelam Pertempuran Laut Jawa (Battle of the Java Sea) pada masa Perang Dunia Kedua. Tepatnya pada malam hari tanggal 27 Februari 1942, pendahulu kapal ini, yakni kapal penjelajah ringan (light cruiser) HNLMS De Ruyter yang bertindak sebagai kapal bendera (flagship) armada sekutu ABDACOM di bawah komando Laksamana Muda Karel Doorman, terlibat duel maut melawan armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Dalam pertempuran laut yang menentukan tersebut, HNLMS De Ruyter lumpuh dan tenggelam ke dasar Laut Jawa setelah dihantam oleh torpedo maut berukuran 24 inci (Long Lance) yang dilepaskan dari kapal penjelajah berat Jepang, Haguro. Tragedi historis 84 tahun silam itu menewaskan ratusan pelaut termasuk Laksamana Doorman, menjadikan Laut Jawa sebagai kuburan perang yang suci, sekaligus membuat kehadiran HNLMS De Ruyter modern di Surabaya seolah menjadi ritual “pulang kampung” untuk menghormati arwah para pahlawan mereka.

HNLMS De Ruyter (1936 -1942)

Kini, sosok yang meneruskan nama besar tersebut adalah HNLMS De Ruyter (F804), salah satu dari empat unit kapal perang dalam De Zeven Provinciën class yang dibangun oleh galangan kapal domestik terkemuka, Royal Schelde (sekarang Damen Schelde Naval Shipbuilding) di Vlissingen, Belanda.

Fregat HNLMS De Ruyter sendiri mulai dibangun pada pertengahan tahun 2000 dan resmi diluncurkan ke publik pada 13 April 2002 sebelum akhirnya beroperasi penuh mengamankan rantai pasokan navigasi dunia. Angkatan Laut Belanda total membangun empat unit kapal dalam kelas ini, yang terdiri dari HNLMS De Zeven Provinciën (F802), HNLMS Tromp (F803), HNLMS De Ruyter (F804), dan HNLMS Evertsen (F805), di mana seluruhnya bertugas sebagai garda terdepan kekuatan pemukul dan pertahanan udara armada Belanda.

Dari spesifikasi teknis dan performa, De Zeven Provinciën class memiliki dimensi yang gagah dengan panjang lambung mencapai 144,3 meter, lebar 18,8 meter, serta bobot displacement penuh hingga 6.050 ton. Di sektor dapur pacu, kapal ini mengadopsi sistem propulsi canggih Combined Diesel and Gas (CODAG) yang memadukan dua mesin turbin gas Rolls-Royce Spey dan dua mesin diesel Stork-Wartsila, memungkinkannya melesat hingga kecepatan maksimal 30 knot dan memiliki daya jelajah sejauh 5.000 mil laut.

Keunggulan mutakhir yang membuat kelas ini begitu ditakuti di ranah global adalah arsitektur radar pertahanan udara jarak jauh APAR (Active Phased Array Radar) dan radar SMART-L buatan Thales. Kombinasi sensor ini terintegrasi langsung dengan sistem peluncur vertikal Mk 41 VLS 40-sel yang dijejali rudal pertahanan udara jarak jauh RIM-162 Evolved SeaSparrow Missile (ESSM) dan SM-2 Block IIIA, menjadikannya perisai udara berjalan yang mampu mencegat rudal balistik maupun jet tempur siluman musuh dari jarak ratusan kilometer.

Untuk pertempuran permukaan dan bawah air, kapal ini turut dipersenjatai dengan meriam utama Oto Melara 127 mm, rudal anti kapal Harpoon, serta helikopter anti-kapal selam NH90 NFH yang siap berburu di laut lepas. (Haryo Adjie)

Naval Group Luncurkan Jacques Chevallier Class: Kapal dengan Tonase Terbesar Kedua di Angkatan Laut Perancis

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *