Dalam modernisasi komando pusat, TNI AD kini diperkuat dengan sistem komando dan kendali (C2) komprehensif bernama TACA (Tactical Army Collaboration Action) Center. Jika sebelumnya terdapat varian TACA Field yang beroperasi di level lapangan, maka TACA Center hadir sebagai perangkat di level strategis dan operasional yang ditempatkan pada posko satuan atas. (more…)
Dalam pertempuran artileri modern, kecepatan dan akurasi adalah dua variabel yang menentukan hidup dan mati di medan perang. Menjawab tantangan tersebut, industri pertahanan dalam negeri melalui Hariff Defense berkolaborasi dengan Pussenarmed (Pusat Kesenjataan Artileri Medan) berhasil mengembangkan Aldalbak (Artillery Firing System), sebuah sistem pengendali tembakan digital yang merevolusi cara kerja unit Artileri Medan (Armed) TNI AD. (more…)
Dalam operasi militer modern, koordinasi antar unit kendaraan tempur (ranpur) membutuhkan lebih dari sekadar komunikasi suara. TNI AD kini telah mengadopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) Vehicle atau BMS Ranpur, sebuah perangkat sistem manajemen medan tempur produksi Hariff Defense, yang dirancang khusus untuk prajurit di dalam kendaraan tempur seperti tank dan panser. (more…)
Di era peperangan modern yang berbasis informasi, kecepatan dan ketepatan data di lapangan adalah kunci keberhasilan operasi. Setelah sebelumnya kami mengupas tentang TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang, maka pada prajurit di garis depan disematkan perangkat BMS Personnel. (more…)
Di era peperangan modern, kecepatan informasi dan ketepatan komando adalah kunci keberhasilan suatu operasi. Memahami kebutuhan tersebut, perusahaan swasta nasional, Hariff Defense, bekerja sama dengan TNI AD telah mengembangkan TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang. (more…)
Modernisasi alat utama sistem persenjataan tidak selalu harus ditempuh dengan pengadaan unit baru yang mahal. Sebuah terobosan signifikan muncul dari kolaborasi strategis antara Litbang TNI AD, Pussenif, dan perusahaan swasta nasional Hariff Defense melalui Sistem Penembakan Mortir berbasis Komputer (Sisbak Mortir). (more…)
Di dunia militer, kemahiran seorang prajurit tidak datang begitu saja; ia lahir dari repetisi dan latihan yang konsisten. Namun, kenyataan di lapangan seringkali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait penggunaan Senjata Lawan Tank (SLT). (more…)
Kavaleri pada korps Marinir TNI AL mempunyai ciri khas yang berbeda dari kavaleri di lingkungan TNI AD. Yang mudah dilihat langsung adalah, unsur kavaleri di Korps Marinir menggunakan baret ungu, menyatu dengan unsur infantri, zeni, dan artileri yang menggunakan warna baret yang serupa. Sedangkan unsur kavaleri di TNI AD dibedakan dengan baret hitam, walau penempatan unit kavaleri bisa diberagam unit tempur yang berbeda. (more…)
The indomiliter.com/ stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.
Here’s an excerpt:
About 55,000 tourists visit Liechtenstein every year. This blog was viewed about 1,200,000 times in 2012. If it were Liechtenstein, it would take about 22 years for that many people to see it. Your blog had more visits than a small country in Europe!
Ditandai dengan hadirnya TRF-1 Caesar 155mm dan MLRS Astros MK6, nampak pengembangan alutsista artileri TNI AD terlihat cukup gencar, tapi rasanya masih ada yang sedikit mengganjal, pasalnya sista (sistem senjata) artileri di segmen howitzer 105mm agak kurang diperhatikan. Bahkan bicara sista di howitzer di kelas 105mm, TNI AD sedikit tertinggal dari satuan armed Korps Marinir TNI AL. (more…)