EDGE Group UEA Rilis Drone Kamikaze Shadow Versi Kontainer Berjarak Jangkau 250 Km

Raksasa industri pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), EDGE Group, kembali menghentak panggung alutsista global dengan meluncurkan inovasi taktis terbaru di segmen wahana tanpa awak. Manufaktur yang berbasis di Abu Dhabi ini resmi memperkenalkan varian terbaru dari suicide drone atau drone kamikaze (loitering munition) andalan mereka, Shadow, yang kini dirancang khusus untuk diluncurkan dari dalam kontainer (container-launched version).
Terobosan ini membawa fleksibilitas operasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi, memungkinkan sistem senjata mematikan ini disamarkan di berbagai platform, mulai dari truk komersial hingga kapal kargo, guna memberikan elemen kejutan yang fatal bagi lini pertahanan musuh.
Secara spesifikasi teknis dan performa, varian kontainer dari drone kamikaze Shadow ini membawa kapabilitas yang sangat menakutkan untuk ukuran senjata kelas taktis. Wahana tanpa awak ini dibekali kemampuan untuk menjangkau target jarak jauh hingga radius 250 kilometer dari titik peluncuran.
Guna memastikan dampak kerusakan yang masif saat menghantam sasaran, Shadow dijejali hulu ledak (warhead) berkekuatan tinggi dengan bobot mencapai 25 kilogram. Tidak hanya andal dalam hal daya hancur dan jangkauan, munisi pintar ini juga mampu melesat dengan kecepatan tinggi yang melampaui 400 km/jam, membuatnya sangat sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara (air defense) konvensional lawan sewaktu melakukan fase menukik (terminal attack).
🇦🇪 UAE defense firm EDGE Group has unveiled a container launched version of its Shadow suicide drone featuring a 250 km range, a 25 kg warhead, and speeds exceeding 400 km/h. pic.twitter.com/6wx7gnPbI4
— WAR (@warsurv) May 15, 2026
Keunggulan utama dari konsep peluncuran berbasis kontainer (containerized system) yang diusung oleh EDGE Group ini terletak pada aspek mobilitas dan penyamaran strategis. Sistem peluncur yang dikemas menyerupai kontainer pengiriman standar ini dapat dengan mudah dipindahkan dan disiagakan di berbagai medan tanpa memancing kecurigaan intelijen musuh.
Begitu target teridentifikasi, pintu atas kontainer akan terbuka secara otomatis dan meluncurkan drone ke udara dalam waktu singkat. Dengan kemampuan loitering (berputar-putar mencari target) yang dipadukan dengan pemandu elektro-optik mutakhir, Shadow versi kontainer ini ideal untuk misi penggetar bernilai tinggi seperti menghancurkan instalasi radar, baterai artileri, maupun pusat komando lawan.

Drone Shadow mengandalkan sensor elektro-optik (gimbal payload) yang dipasang di bagian hidung pesawat. Sistem ini mengadopsi moda Man-in-the-Loop, yang berarti operator di ground control station (GCS) menerima umpan video langsung (real-time video feed) secara data link selama fase loitering (berputar-putar). Operator dapat mengidentifikasi, memilih, dan mengunci target secara manual sebelum memberikan perintah final untuk menukik menghancurkan sasaran.
Selain kendali manual oleh operator, Shadow terintegrasi dengan algoritma kecerdasan buatan (AI) untuk automatic target recognition (ATR) dan optical tracking. Begitu operator mengunci sebuah target (misalnya kendaraan taktis atau antena radar), drone akan beralih ke mode otonom penuh. Drone akan terus mengejar target tersebut secara mandiri, bahkan jika target tersebut bergerak atau jika koneksi data link dengan operator terputus di fase akhir serangan.
Langkah berani EDGE Group dalam merilis varian anyar Shadow ini kian mempertegas posisi UEA sebagai salah satu pemain utama sekaligus eksportir alutsista yang diperhitungkan di ranah global, khususnya dalam teknologi sistem tanpa awak dan munisi presisi. Inovasi peluncur kontainer ini diprediksi akan menarik minat besar dari pasar internasional, terutama negara-negara yang membutuhkan sistem pertahanan asimetris berbiaya efisien namun memiliki daya tangkal yang tinggi. (Bayu Pamungkas)
Rusia Pamerkan Drone Kamikaze Geran-2 Versi Terbaru dengan Dual Mode Seeker di Victory Day 2026


