Meski tergolong lawas dengan kemampuan yang awalnya dipandang sebelah mata, MiG-29 Fulcrum milik Angkatan Udara Ukraina telah menjelma sebagai elemen tempur udara yang sangat diperhitungkan Rusia. Bukan unjuk gigi pada kemampuan tempur udara ke udara, MiG-29 Ukraina telah menjelma sebagai pesawat tempur yang andal dalam misi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD). (more…)
Gegara konvensi Montreux yang dijalankan oleh pemerintah Turki, negara Barat sampai saat ini tak bisa mengirim bantuan alutsista menuju Laut Hitam, lantaran akses lewat Selat Bosporus diblokade oleh Turki, terutama untuk melintasnya kapal perang asing, yang belakangan dialami Inggris yang mencoba mengirim dua kapal penyapu ranjau Sandown class untuk Angkatan Laut Ukraina. Namun, Jerman punya strategi tersendiri untuk memperkuat Angkatan Laut Ukraina, tapi bukan lewat pengiriman kapal perang. (more…)
Dengan motif untuk menjajal kemampuan tempur dan meraih predikat battle proven, tak sedikit alutsista keluaran baru yang dikirim ke Ukraina. Salah satunya dalam kelompok tersebut adalah sistem hanud (pertahanan udara) kanon Rheinmetall Skynex dari ‘donasi’ dari Jerman. Tak kurang empat unit Rheinmetall Skynex telah dikirim Jerman sejak akhir 2022. Namun belum lama ada kabar yang kurang sedap, yakni salah satu Skynex telah menjadi korban serangan drone kamikaze Rusia. (more…)
Meski dijuluki ‘Monster Lapis Baja’, namun tak jarang kita diperlihatkan adegan Main Battle Tank (MBT) yang tak berdaya menjadi bulan-bulanan serangan drone kamikaze FPV (First Person View). Dengan dimensinya yang kecil, drone kamikaze memang punya keterbatasan dalam membawa bahan peledak. MBT yang disengat mungkin tak sampai hancur, namun banyak kasus serangan drone kamikaze berhasil melumpuhkan ranpur berbobot puluhan ton tersebut. (more…)
Kemungkinan karena stok persenjataan telah terkuras, baik Ukraina dan Rusia sejak beberapa waktu lalu telah ‘menghidupkan’ kembali alutsista berusia uzur untuk kembali berlaga di medan perang. Apakah efektif memanfaatkan alutsista yang sudah menjadi koleksi museum? Tentu itu lain soal, seperti belum lama, pihak Ukraina menyebut Rusia telah meluncurkan rudal jelajah anti kapal pesisir (coastal anti ship missile) P-35 – kode NATO SS-N-3C Shaddock. (more…)
Ukraina secara terang-terangan menyatakan ‘bergantung’ pada pasokan drone dari DJI Technology. Di tangan para kreator, drone quadcopter sejenis DJI Mavic series telah terbukti berguna di medan peperangan berkat kemampuan FPV (First Person View). Bukan hanya oleh Ukraina, militer Rusia juga sedari awal memanfaatkan drone besutan manufaktur Cina ini untuk misi intai dan kamikaze. Namun belum lama ini terekam dalam postingan penggunaan drone yang lebih besar, yakni DJI Agras T30. (more…)
Sejak Oktober 2023, pasukan Rusia mulai mengerahkan Zemledeliye – truck-mounted mine-laying system atau sistem peluncur/peletakan ranjau darat berbasis truk, dalam operasi tempurnya di Ukraina. Dan belum genap enam bulan digunakan di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia dalam channel di Telegram menyebut bahwa Zemledeliye telah menghancurkan lebih dari 500 ranpur Ukraina. (more…)
Berkat dukungan dari Perancis dan Denmark, Ukraina dalam waktu singkat telah menjadi salah satu operator utama self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie)155/52 mm. Sejak awal invasi Rusia pada Februari 2022, Perancis sampai saat ini telah mengirim 18 unit CAESAR 6×6, dan ada lagi donasi dari kocek Denmark sejumlah 19 unit CAESAR 8×8. Dan terkait dengan perang yang akan masuk ke tahun ketiga, ada kabar bahwa Perancis akan mengirim kembali CAESAR 6×6 dalam jumlah 72 unit selama tahun 2024. (more…)
Beberapa wahana tanpa awak yang beroperasi di daratan atau unmmaned ground vehicle (UGV) telah hadir dalam laga perang Ukraina. Namun belum lama ini ada jenis UGV unik yang dihadirkan para kreator dari Ukraina, yakni jenis robot pengangkut logistik roda rantai yang dapat membawa beban satu ton, meski berat wahananya sendiri hanya 350 kg. (more…)
Update pada insiden yang menimpa dua pesawat intai Rusia yang tengah terbang di Laut Azov pada 14 Desember 2014, yakni Beriev A-50 dan Ilyushin Il-22M. Sampai tulisan ini diturunkan belum ada kabar nasib pesawat AWACS Beriev A-50 yang diduga telah ditembak jatuh, sementara Ilyushin Il-22M dikabarkan berhasil melakukan pendaratan darurat di Bandara Anapa, Krasnodar Krai, Rusia. Dari foto yang beredar, nampak Il-22M mengalami kerusakan parah pada bagian vertical stabilizer. (more…)